Advertisement
Source : Canva/@suwaree-tangbovornpichets-images

6 Jenis Emosi Dasar Manusia dan Cara Kerjanya Plus Fungsinya

Setiap orang tentu memiliki pengelolaan emosi yang berbeda sehingga respons mereka dalam menanggapi situasi yang terjadi tentunya juga akan berbeda. Meski begitu, terdapat beberapa emosi dasar yang pasti pernah ditunjukkan oleh setiap orang.

28 Oktober 2025 Bella Carla

Setiap orang tentu memiliki macam-macam perasaan yang akan membentuk jenis emosi berbeda. Nah, emosi seseorang ini pun sangat mungkin berubah-ubah, tergantung pada situasi yang sedang dialaminya.

Setiap orang tentu memiliki pengelolaan emosi yang berbeda sehingga respons mereka dalam menanggapi situasi yang sedang dihadapi pun akan berbeda.

Meski begitu, terdapat beberapa emosi dasar yang pasti pernah ditunjukkan oleh setiap orang. Nah, dalam artikel ini Mamikos sudah rangkumkan ulasan seputar jenis emosi dasar manusia lengkap dengan cara kerja dan fungsinya. 🧐🤔

Berikut Jenis Emosi Dasar Manusia, Cara Kerja hingga Fungsinya

Jenis Emosi Dasar Manusia dan Cara Kerjanya Plus Fungsinya
Canva/@suwaree-tangbovornpichets-images

Sadarkah kamu bahwa selama ini kita memandang emosi sebagai suatu hal yang negatif. Misalnya, sedari kecil, kita dilarang menangis di depan umum. Atau saat sedang marah, kita diminta untuk diam dan memendamnya dalam hati.

Padahal, emosi tidak hanya sebatas dua perasaan tadi. Emosi itu kompleks dan dapat membantu kita menjadi pribadi yang lebih berempati terhadap sesama.

Menurut Psikolog Paul Ekman, manusia mempunyai 6 emosi dasar, yakni terkejut, takut, marah, senang, jijik, dan sedih. Nah, keenam emosi ini pun terbagi lagi menjadi beberapa emosi spesifik. Baca artikel ini hingga bagian akhir untuk membaca ulasan lengkapnya, ya.

Pentingnya Kecerdasan Emosional dalam Kehidupan Manusia beserta Cara Meningkatkan, Jenis, dan Contohnya

Apa yang Dimaksud dengan Emosi?

Dalam psikologi, emosi didefinisikan sebagai pola reaksi kompleks yang melibatkan pengalaman, perilaku, dan fisiologis, yang digunakan untuk menangani masalah atau peristiwa penting yang dialami individu.

Singkatnya, emosi merupakan respons terhadap kejadian yang menimpa kita. Misalnya, saat berjalan kaki sendirian di malam hari, tiba-tiba kamu mendengar suara tawa perempuan. Kamu pun merasa takut dan bergegas lari menuju rumah.

Nah, respons ini membuat kamu terhindar dari kemungkinan bahaya yang terjadi. Emosi berlangsung dengan cepat dan otomatis.

Bagaimana Cara Kerja Emosi?

Di dalam otak manusia terdapat sistem limbik, yakni pusat pengaturan emosi, memori, dan perilaku seseorang.

Sistem limbik ini terdiri dari sejumlah bagian yang memiliki fungsi berbeda. Ada hipotalamus, hipokampus, dan amigdala.

Saat mengalami peristiwa tertentu, sistem limbik akan mengirim sinyal menuju 3 bagian tadi. Sinyal tersebut pun diproses dan membuat manusia bereaksi secara spontan.

Misalnya, kamu sontak berlari saat mendengar suara yang menyeramkan di malam hari. Sistem limbik juga mempengaruhi respon fisiologis (ciri-ciri tubuh), seperti kulit pucat, keringat dingin, hingga jantung berdebar.

7 Cara Mengenali Karakter Diri Sendiri Secara Psikologi Beserta Manfaatnya

Sumber-sumber Emosi

Tahukah kamu bahwa emosi bisa bersumber dari berbagai hal? Berikut adalah beberapa contoh sumber emosi:

  • Pengalaman masa lalu seseorang. Misalnya, jika kamu memiliki pengalaman traumatis di masa lalu, hal tersebut bisa berpengaruh pada emosi dalam situasi tertentu.
  • Faktor genetik, ada pula bukti bahwa faktor genetik juga bisa memengaruhi respons seseorang saat emosi. Sebagian orang mungkin cenderung lebih emosional atau lebih stabil secara emosional.
  • Interaksi dengan orang lain dan lingkungan sosial. Ternyata, interaksi dan lingkungan sosial juga bisa memengaruhi emosi. Misalnya, saat kamu mendapatkan dukungan positif dari pasangan, hal ini bisa membuat kamu senang dan bahagia.
  • Keadaan atau peristiwa bisa memicu emosi tertentu. Misalnya, kamu mendapatkan promosi di tempat kerja tentunya bisa membuat kamu merasa bahagia.
  • Kesehatan mental dan fisik, kedua hal ini juga dapat mempengaruhi emosi. Gangguan mood seperti depresi atau kecemasan dapat mempengaruhi tingkat emosi seseorang. Faktor-faktor fisik seperti kelelahan, kelaparan, atau ketidakseimbangan hormonal juga berpengaruh.

Halaman:

Advertisement