Advertisement
Source : Canva/@suwaree-tangbovornpichets-images

6 Jenis Emosi Dasar Manusia dan Cara Kerjanya Plus Fungsinya

Setiap orang tentu memiliki pengelolaan emosi yang berbeda sehingga respons mereka dalam menanggapi situasi yang terjadi tentunya juga akan berbeda. Meski begitu, terdapat beberapa emosi dasar yang pasti pernah ditunjukkan oleh setiap orang.

28 Oktober 2025 Bella Carla

Apa Fungsi Emosi dalam Kehidupan Sehari-hari?

Sebenarnya seberapa penting emosi dalam kehidupan kita? Jawabannya, penting banget! Karena emosi dapat membantu kita memberi makna dalam setiap peristiwa yang dialami.

Misalnya, kenangan masa kecil, masa-masa remaja yang menyenangkan, atau liburan bersama keluarga yang membuat kamu menghargai setiap waktu dalam hidup.

5 Cara Mengetahui Kelebihan dan Kekurangan Diri Sendiri dengan Mudah dan Simple

Tak hanya itu saja, emosi juga berperan dalam menganalisis situasi sosial. Sehingga kamu jadi bisa mengetahui kalau teman kamu merasa sedih, marah, atau takut. Kamu juga bisa paham bagaimana cara bersikap dengannya.

Seringkali, emosi menghasilkan output yang positif jika kita bisa mengetahui cara mengendalikan emosi, lho. Seperti Taylor Swift atau Adele yang menciptakan lagu untuk mengekspresikan emosi mereka.

17 Cara Menenangkan Hati dan Pikiran agar Tidak Stress, Panik, Sakit, dan Bisa Tidur Nyenyak

Emosi Dasar Manusia dan Turunannya

Setelah memahami pengertian dan cara kerja emosi, kini kamu juga harus mengetahui 6 emosi dasar manusia.

Nah, perlu kamu pahami bahwa emosi itu bukan hanya sekedar marah atau sedih saja, ya. Keenam emosi dasar ini juga bisa digolongkan menjadi beberapa emosi spesifik. Mengingat terkadang kita juga ragu untuk mengenali emosi sendiri.

Contohnya, “kenapa aku merasa senang ya?” Jawabannya, emosi senang disebabkan oleh alasan tertentu yang tidak kita sadari keberadaannya. Alasan inilah yang kita sebut sebagai emosi spesifik. Nah, berikut adalah keenam emosi dasar manusia yang perlu kamu ketahui.

1. Emosi Marah

Banyak yang bilang emosi satu ini paling berbahaya diantara jenis emosi lainnya. Mungkin inilah yang menjadi alasan mengapa orang tua kita melarang anaknya untuk marah.

Padahal, emosi marah juga masih manusiawi, lho. Karena jika kamu memendam amarah dapat meningkatkan hormon stres yang berdampak pada gangguan kecemasan.

Untuk itu hal yang lebih perlu untuk diperhatikan sebenarnya adalah bagaimana mengekspresikan rasa marah, bukan tidak boleh merasa marah, ya!

2. Emosi Jijik

Emosi jijik dipicu oleh penampilan, bau, atau tekstur tertentu. Umumnya, respon utama manusia ketika sedang merasa jijik adalah berusaha menjauhkan diri atau menghilangkan hal yang dirasa menjijikan.

Meskipun buruk, emosi jijik malah menimbulkan efek positif, lho! Salah satunya adalah kita ingin selalu hidup bersih.

Selain itu, emosi jijik juga bisa muncul saat kita melihat perilaku buruk orang lain. Misalnya, pelecehan seksual, aksi pornografi, dan perbuatan jahat lain. Emosi jijik seringkali digunakan untuk menutupi amarah yang sebenarnya.

3. Emosi Takut

Menurut psikolog Paul Ekman, takut merupakan emosi yang paling tidak menyenangkan. Sebab, pola pikir manusia ikut berperan aktif dalam meningkatkan emosi ini.

Emosi takut juga hadir untuk hal-hal yang sebenarnya pernah dilihat. Misalnya, setelah nonton film horor, kamu jadi kepikiran kalau ada hantu yang mengikuti kamu.

Rasa takut muncul ketika manusia mencoba mengantisipasi sesuatu yang mengancam fisik maupun psikologis mereka.

4. Emosi Bahagia

Emosi yang paling dicari oleh semua orang adalah bahagia atau senang. Nah, emosi satu ini muncul ketika kita mendapatkan hadiah, menyantap makanan favorit, menghabiskan waktu bersama orang tersayang, atau ketika impian terwujud.

Namun, bahagia juga bisa muncul bersamaan dengan emosi lain, lho. Misalnya saja, emosi sedih. Kamu bayangkan saja ketika kamu berhasil diterima di perguruan tinggi favorit, tentunya kamu merasa senang. Namun, bisa saja merasa sedih karena harus merantau jauh dari keluarga.

Halaman:

Advertisement