4 Jenis Historiografi dalam Sejarah beserta Ciri-Ciri dan Contohnya
Tidak semua sejarah ditulis dengan cara yang sama. Artikel ini membahas jenis-jenis historiografi, ciri khasnya, serta contoh karya yang sering muncul dalam pembelajaran sejarah.
4. Historiografi Modern
Historiografi modern merupakan bentuk penulisan sejarah yang menggunakan pendekatan ilmiah secara lebih ketat.
Penelitian sejarah tidak hanya fokus pada raja, tokoh besar, atau peristiwa politik semata. Sejarawan modern mulai melihat sejarah sebagai hasil interaksi berbagai faktor, seperti ekonomi, sosial, budaya, lingkungan, pendidikan, hingga kehidupan masyarakat biasa.
Ciri-ciri historiografi modern adalah:
- Menggunakan pendekatan multidimensional.
- Bersifat interdisipliner.
- Mengutamakan objektivitas.
- Berbasis sumber yang dapat diverifikasi.
- Menggunakan metode penelitian ilmiah yang sistematis.
Pendekatan ini membuat kajian sejarah menjadi lebih luas dan mendalam. Bukan hanya peristiwa besar yang diteliti, tetapi juga kehidupan kelompok masyarakat yang sebelumnya jarang mendapat perhatian.
Historiografi modern juga sangat mengutamakan bukti. Setiap argumen yang diajukan harus memiliki sumber yang jelas agar hasil penelitian bisa dipertanggungjawabkan secara akademis.
Contoh historiografi modern:
- Pemberontakan Petani Banten 1888 karya Sartono Kartodirdjo.
Banyak ahli sejarah menganggap karya Sartono Kartodirdjo sebagai salah satu pelopor historiografi modern di Indonesia. Karyanya menunjukkan bahwa sejarah tidak harus selalu berpusat pada elit politik, tetapi juga dapat mengangkat peran masyarakat biasa sebagai pelaku sejarah.
Prinsip Historiografi
Agar menghasilkan tulisan sejarah yang berkualitas, historiografi harus mengikuti beberapa prinsip berikut:
1. Kronologis
Peristiwa sejarah harus disusun berdasarkan urutan waktu yang jelas. Penyusunan yang kronologis akan membantu pembaca memahami jalannya suatu peristiwa.
2. Kausalitas
Sejarah tidak hanya menjelaskan apa yang terjadi, tetapi juga menjawab mengapa suatu peristiwa bisa terjadi. Maka, historiografi harus mampu menunjukkan hubungan sebab dan akibat secara logis.
3. Objektif dan Berbasis Sumber
Penulisan sejarah wajib menggunakan sumber yang valid dan dapat diverifikasi. Sejarawan juga harus berusaha menjaga objektivitas agar hasil tulisannya tidak terlalu dipengaruhi pandangan pribadi.
Namun, objektivitas dalam sejarah bukan berarti menghilangkan interpretasi sepenuhnya. Sejarawan tetap perlu menafsirkan fakta, tetapi interpretasi tersebut butuh didukung oleh bukti yang kuat.
4. Sistematis
Tulisan sejarah perlu disusun secara runtut, terstruktur, dan mudah dipahami. Tulisan yang sistematis akan membantu pembaca memahami keterkaitan antar peristiwa yang dijelaskan.
Kelebihan dan Kekurangan Historiografi
Sebagai hasil karya ilmiah, historiografi juga memiliki sejumlah kelebihan dan keterbatasan yang perlu kamu pahami.
1. Kelebihan Historiografi
- Mendokumentasikan berbagai peristiwa masa lalu dalam bentuk tulisan yang dapat diwariskan kepada generasi berikutnya.
- Membantu memahami hubungan sebab dan akibat dari suatu peristiwa sejarah.
- Menjadi sumber belajar penting bagi siswa, mahasiswa, guru, dan masyarakat umum.
- Menjadi referensi utama bagi berbagai penelitian sejarah.
- Membantu membangun identitas, kesadaran sejarah, dan pemahaman mengenai perkembangan suatu bangsa.
- Menjadi sarana evaluasi untuk memahami keberhasilan maupun kesalahan yang pernah terjadi di masa lalu.
2. Kekurangan Historiografi
- Rentan dipengaruhi sudut pandang penulis.
- Dapat dipengaruhi kepentingan politik, agama, penguasa, atau penjajah.
- Bergantung pada ketersediaan sumber sejarah yang ditemukan.
- Tidak semua peristiwa tercatat secara lengkap.
- Satu peristiwa sejarah dapat memiliki beberapa versi penulisan yang berbeda.
- Interpretasi yang berbeda dapat menghasilkan kesimpulan yang berbeda pula meskipun menggunakan sumber yang sama.
Itulah mengapa penting bagi pembaca untuk mempelajari sejarah dari berbagai sumber dan sudut pandang agar memperoleh gambaran yang lebih utuh.
Mengapa Memahami Jenis Historiografi Itu Penting?
Memahami jenis historiografi membantu kita menyadari bahwa sejarah tidak selalu ditulis dengan cara yang sama.
Historiografi tradisional, kolonial, nasional, dan modern lahir dari latar belakang serta tujuan yang berbeda, sehingga bisa menghasilkan sudut pandang yang berbeda terhadap peristiwa yang sama.
Pemahaman ini juga membantu kita lebih kritis dalam membaca sumber sejarah, membedakan fakta dan interpretasi, serta melihat suatu peristiwa dari berbagai perspektif.
Jika kamu tertarik mempelajari materi sejarah lainnya, jangan lewatkan berbagai artikel edukasi di Mamikos yang bisa kamu jadikan referensi tambahan untuk belajar.
FAQ
Contoh historiografi antara lain Negarakertagama, Pararaton, Babad Tanah Jawi, Hikayat Raja-Raja Pasai, History of Java, Sejarah Nasional Indonesia, dan Pemberontakan Petani Banten 1888.
Empat tahapan metode sejarah meliputi heuristik (pengumpulan sumber), kritik sumber (pengujian sumber), interpretasi (penafsiran fakta), dan historiografi (penulisan sejarah).
Historiografi tradisional banyak memuat unsur mitos, berfokus pada kerajaan, dan belum banyak menggunakan metode ilmiah. Sebaliknya, historiografi modern lebih objektif, berbasis sumber yang dapat diverifikasi, menggunakan metode penelitian ilmiah, serta memanfaatkan berbagai pendekatan ilmu sosial.
Referensi:
Mengenal Jenis-jenis Historiografi dan Penjelasannya [Daring]. Tautan: https://tirto.id/mengenal-jenis-jenis-historiografi-dan-penjelasannya-ganw
Memahami 4 Jenis Historiografi dalam Sejarah | Sejarah Kelas 10 [Daring]. Tautan: https://www.ruangguru.com/blog/historiografi-sejarah
Halaman:


