13 Jenis Hormon pada Tubuh Manusia beserta Fungsi dan Penjelasannya Lengkap
Dalam tubuh manusia ada beberapa jenis hormon, lho. Apa sajakah itu? Simak informasi lengkapnya berikut ini, ya.
6. Keseimbangan Cairan dan Elektrolit
Hormon seperti aldosteron yang diproduksi oleh kelenjar adrenal dan antidiuretik (ADH) yang dikeluarkan oleh kelenjar pituitari bertanggung jawab atas keseimbangan cairan dan elektrolit dalam tubuh, mempengaruhi tekanan darah dan fungsi ginjal.
7. Regulasi Suhu Tubuh
Beberapa hormon, termasuk hormon tiroid, mempengaruhi kemampuan tubuh untuk menghasilkan dan mengeluarkan panas.
8. Pengaturan Produksi Sel Darah
Eritropoetin (EPO) yang diproduksi oleh ginjal merangsang produksi sel darah merah dalam sumsum tulang.
Jenis-jenis Hormon
Nah berikut ini adalah beberapa jenis hormon pada tubuh manusia yang harus kamu pelajari secara optimal, ya.
1. Hormon Peptida dan Protein
Hormon peptida dan protein terdiri dari rantai pendek atau panjang asam amino.
Mereka merupakan jenis hormon pada tubuh manusia yang paling banyak dan beragam, mencakup banyak fungsi penting dalam tubuh.
Karena sifatnya yang larut dalam air, hormon-hormon ini tidak dapat menembus membran lipid sel target.
Sebagai gantinya, mereka berikatan dengan reseptor spesifik di permukaan sel.
Hal ini memicu serangkaian reaksi kaskade di dalam sel yang biasanya melibatkan molekul kedua (second messenger) seperti cAMP (cyclic Adenosine Monophosphate).
Insulin
Hormon ini diproduksi oleh sel beta di pankreas dan memiliki peran krusial dalam mengatur metabolisme karbohidrat dengan memfasilitasi masuknya glukosa ke dalam sel, sehingga menurunkan kadar glukosa darah.
Kegagalan produksi atau fungsi insulin dapat menyebabkan diabetes mellitus.
Glukagon
Berlawanan dengan insulin, glukagon diproduksi oleh sel alfa di pankreas dan meningkatkan kadar glukosa darah dengan merangsang penguraian glikogen menjadi glukosa di hati.
Glukagon dan insulin bekerja bersama untuk menjaga keseimbangan glukosa darah.
Hormon Pertumbuhan (GH)
Diproduksi oleh kelenjar pituitari, GH mempengaruhi hampir semua jaringan tubuh, terutama tulang dan otot, merangsang pertumbuhan dan reproduksi sel serta regenerasi.
Gangguan dalam produksi GH dapat menyebabkan dwergroei atau gigantisme dan akromegali pada orang dewasa.
Antidiuretik (ADH) atau Vasopressin
Diproduksi di hipotalamus dan disimpan di kelenjar pituitari, ADH berperan dalam pengaturan keseimbangan air dalam tubuh dengan meningkatkan reabsorpsi air di ginjal, yang mengurangi volume urine dan mencegah dehidrasi.
Halaman:
