Advertisement
Source : https://unsplash.com/@amhurley

5 Jenis-jenis Proposisi Beserta Penjelasannya dan Contohnya

Apakah kamu sudah tahu jenis-jenis proposisi dan contoh-contoh proposisi? Simak artikel berikut untuk mendapatkan informasi lengkapnya.

15 September 2023 Lailla

2. Proposisi Berdasarkan Kualitasnya

Berdasarkan kualitasnya, proposisi dibedakan menjadi proposisi positif (proposisi afirmatif) dan proposisi negatif.

  1. Proposisi positif: Proposisi yang bagian predikatnya mendukung atau membenarkan subjek.
    Contoh kalimat proposisi positif: Semua guru adalah orang pandai.
  2. Proposisi negatif: Proposisi yang bagian predikatnya tidak mendukung atau menyalahkan subjek.
    Contoh kalimat proposisi negatif: Tidak satu pun hewan dapat berfotosintesis.

3. Proposisi Berdasarkan Luas Pengertian

Berdasarkan kuantitasnya, proposisi dibedakan menjadi proposisi umum (universal), proposisi khusus (partikular), dan proposisi singular.

  1. Proposisi umum (universal): proposisi dengan predikat yang mendukung atau menyangkal semua subjek. Penanda proposisi tersebut adalah kata “seluruh”, “masing-masing”, “semua”, “setiap”.
    Contoh kalimat proposisi umum: Semua siswa harus mengerjakan PR yang diberikan guru.
  2. Proposisi khusus (partikular): proposisi dengan pernyataan khusus mengiyakan sebagian subjek adalah bagian dari predikat. Dapat dikatakan pula bahwa proposisi khusus mengungkap sebagian dari semua aspek.
    Contoh kalimat proposisi khusus: Sebagian mahasiswa di kampus ini adalah penerima beasiswa.
  3. Proposisi singular: proposisi yang hanya mengungkap satu aspek. Proposisi singular ditandai dengan kata “ini” dan “itu”.
    Contoh: Pohon kelapa ini akan ditebang.

4. Proposisi Berdasarkan Sifat Pembenaran atau Pengingkaran

Berdasarkan sifat pembenaran atau pengingkarannya, proposisi dibedakan menjadi kondisional dan kategorial.

Pelajari 32 Contoh Kalimat Homograf beserta Penjelasannya Lengkap dalam Bahasa Indonesia
  1. Proposisi kategorial: pembenaran atau pengingkaran pada proposisi sifatnya mutlak (pasti benar atau pasti salah), sehingga pembenaran proposisi kategorial tanpa syarat.
    Contoh kalimat proposisi kategorial: Semua makhluk hidup akan mati.
  2. Proposisi kondisional: merujuk pada proposisi yang merupakan pembenaran atau pengingkaran bersyarat atau dapat berupa pilihan. Proposisi kondisional dibedakan menjadi proposisi kondisional hipotesis dan proposisi kondisional disjungtif.
    a. Proposisi kondisional hipotesis merujuk pada suatu pembenaran dengan syarat. Apabila proposisi terpenuhi, kebenaran terjadi.
    Contoh kalimat proposisi kondisional hipotesis: Jika kemarau terjadi, tanah kering. Jadi, tanah akan kering jika terjadi kemarau.
    b. Proposisi kondisional disjungtif merujuk pada suatu pembenaran dengan pilihan dan seringkali menggunakan kata “atau”.
    Contoh kalimat proposisi kondisional disjungtif: Saya harus pergi ke sekolah atau bekerja untuk mencari nafkah.

Halaman:

Advertisement