Advertisement
Source : Canva/@ZargonDesign

7 Jenis Kelompok Sosial Berdasarkan Cara Pembentukannya beserta Penjelasannya

Ternyata kelompok sosial punya peran penting dalam kehidupan. Cari tahu pengertian, ciri, syarat, tujuan, hingga jenis-jenis kelompok sosial dalam artikel berikut.

19 Agustus 2025 Lintang Filia

6. Bersifat dinamis

Kelompok sosial tidak pernah benar-benar diam. Ia berkembang, berubah, dan menyesuaikan diri sesuai kondisi serta kebutuhan para anggotanya.

6 Contoh Teks Rekon Faktual Singkat beserta Strukturnya yang Benar

Syarat Terbentuknya Kelompok Sosial

Supaya bisa disebut sebagai kelompok sosial, sekumpulan orang harus memenuhi syarat-syarat tertentu, lho Tanpa adanya syarat ini, interaksi yang terjadi hanya sebatas kumpulan sementara yang tidak memiliki ikatan kuat.

Berikut beberapa syarat terbentuknya kelompok sosial:

  1. Setiap anggota memiliki kesadaran bahwa dirinya bagian dari kelompok.
  2. Ada hubungan timbal balik antara anggota yang satu dengan lainnya.
  3. Terdapat faktor pemersatu, misalnya tujuan, kepentingan, nasib, atau ideologi yang sama.
  4. Kelompok memiliki struktur, aturan, dan pola perilaku yang diakui bersama.

Syarat Terbentuknya Kelompok Sosial Menurut Baron dan Byrne

Selain itu, Baron dan Byrne juga menambahkan beberapa syarat penting untuk terbentuknya kelompok sosial, yaitu:

  1. Adanya interaksi nyata antaranggota.
  2. Interdependensi, yaitu keadaan seorang anggota memengaruhi anggota lain.
  3. Stabilitas hubungan yang berlangsung cukup lama, bisa berminggu-minggu, berbulan-bulan, hingga bertahun-tahun.
  4. Memiliki tujuan bersama yang disepakati semua anggota.
  5. Adanya struktur peran yang jelas, di mana setiap anggota menjalankan fungsinya.
  6. Anggota merasakan dirinya sebagai bagian dari kelompok.

Faktor Pembentuk Kelompok Sosial

Keberadaan kelompok sosial selalu dipengaruhi oleh kondisi tertentu. Ada yang muncul karena keadaan yang tidak bisa dihindari, tetapi ada juga yang terbentuk karena pilihan sadar dari para anggotanya.

Artinya, faktor yang melatarbelakangi seseorang tergabung dalam kelompok bisa berbeda-beda, nih. Namun secara umum, ada dua faktor utama pembentuk kelompok sosial, yaitu:

1. Kebetulan (by chance)

Beberapa orang tergabung dalam kelompok sosial karena keadaan yang tidak mereka pilih sendiri. Contohnya, seseorang lahir dalam keluarga kaya atau miskin. Faktor ini terjadi secara alami tanpa campur tangan individu.

2. Pilihan (by choice)

Selain kebetulan, ada pula kelompok yang terbentuk atas dasar keputusan pribadi. Faktor ini biasanya dipengaruhi oleh dua hal:

  • Kedekatan: jarak geografis yang dekat membuat interaksi lebih mudah terjadi, sehingga peluang untuk membentuk kelompok semakin besar.
  • Kesamaan: adanya kesamaan minat, nilai, kepercayaan, atau karakter tertentu mendorong individu untuk merasa cocok berada dalam satu kelompok.
15 Contoh Konflik Rasial di Indonesia dan Dunia yang Pernah Terjadi

Tujuan Kelompok Sosial

Kelompok sosial tidak terbentuk begitu saja, melainkan memiliki sejumlah tujuan yang bermanfaat bagi anggotanya maupun masyarakat luas.

Tujuan ini juga berlaku bagi seluruh jenis kelompok sosial berdasarkan cara pembentukannya yang akan Mamikos bahas nanti. Berikut beberapa tujuan utama kelompok sosial:

1. Memenuhi kebutuhan sosial

Manusia adalah makhluk sosial yang butuh interaksi. Melalui kelompok, seseorang bisa berbagi pengalaman, saling mendukung, serta merasa dihargai keberadaannya.

2. Mencapai tujuan bersama.

Ada banyak hal yang sulit dilakukan seorang diri, sehingga dibutuhkan kerja sama. Kelompok belajar, tim kerja, atau komunitas tertentu hadir untuk membantu anggotanya meraih tujuan bersama.

3. Memberikan identitas diri.

Bergabung dalam kelompok tertentu membuat seseorang memiliki identitas yang diakui, misalnya sebagai anggota OSIS, organisasi profesi, atau komunitas hobi.

4. Menanamkan nilai dan norma.

Kelompok sosial juga berfungsi sebagai media untuk menanamkan nilai serta norma yang menjadi pedoman perilaku, seperti keluarga yang mengajarkan sopan santun sejak dini.

5. Menjaga keamanan dan ketertiban.

Ada kelompok yang dibentuk untuk menciptakan rasa aman, misalnya RT, RW, atau satuan keamanan lingkungan yang menjaga ketertiban masyarakat.

6. Meningkatkan solidaritas.

Kelompok sosial menumbuhkan rasa kebersamaan, empati, dan solidaritas antaranggota. Contohnya bisa dilihat pada kelompok relawan yang saling mendukung saat membantu korban bencana.

Halaman:

Advertisement