7 Jenis-jenis Larutan Kimia beserta Contohnya Lengkap

Posted in: Kimia Pelajar Pendidikan
Tagged: Kimia larutan

Jenis-jenis Larutan Kimia beserta Contohnya Lengkap – Dalam kimia, larutan adalah campuran homogen dari dua atau lebih zat.

Suatu zat yang terdapat dalam jumlah yang lebih kecil dalam suatu larutan disebut terlarut, sedangkan suatu zat yang terdapat dalam jumlah yang lebih besar daripada zat lain dalam suatu larutan disebut solven atau pelarut.

Contoh umum larutan adalah padatan yang larut dalam cairan, seperti garam atau gula yang dilarutkan dalam air.

Gas juga dapat larut dalam cairan, seperti karbon dioksida atau oksigen dalam air. 

Pengertian Larutan

https://unsplash.com/@scentspiracy

Larutan adalah campuran homogen dari dua atau lebih zat. Suatu larutan terdiri dari zat terlarut dan pelarut.

Bentuk larutan tidak hanya cair, tetapi juga gas dan padat.

Larutan adalah campuran homogen molekul, atom atau ion dari dua atau lebih zat. Disebut campuran karena susunan atau susunannya dapat berubah.

Disebut homogen karena susunannya sangat teratur sehingga bagian-bagian yang berbeda tidak dapat diamati bahkan dengan mikroskop optik.

Fase larutan dapat berupa gas, padat atau cair. Larutan gas seperti udara. Larutan padat seperti perunggu, amalgam dan paduan logam lainnya.

Larutan cair seperti air laut, larutan gula dalam air dan lain-lain. Komponen larutan terdiri dari pelarut (solvent) dan zat terlarut (solute).

Pelarut adalah komponen utama yang hadir dalam jumlah besar sedangkan komponen minor adalah zat terlarut.

Larutan terbentuk dengan mencampurkan dua atau lebih zat murni yang molekulnya berinteraksi langsung saat dicampur. 

Semua gas bercampur satu sama lain, jadi campuran gas adalah larutannya. 

Dalam larutan, air adalah pelarut biasa (umum). Berkat air, banyak zat larut di dalamnya lebih mudah daripada pelarut lainnya. 

Kemudian ada pelarut selain air, seperti  alkohol, karbon tetraklorida, trikloroetanol, triklorometana,  mineral spirit dan mineral, serta aseton yang masing-masing memiliki kegunaan tertentu.  

Komposisi zat terlarut dan pelarut dalam suatu larutan dinyatakan sebagai konsentrasi larutan, sedangkan pencampuran zat terlarut dan pelarut untuk membentuk suatu larutan disebut solvasi atau pelarutan.

Biasanya, jumlah pelarut lebih besar dari jumlah zat terlarut. Dengan cara ini, zat terlarut dapat dicampur secara homogen.

Homogen berarti yang larut sempurna, misalnya garam yang dilarutkan dalam air. Ini akan melelehkan garam dan menjadi sama dengan air.  

Sifat-sifat Larutan Kimia

  1. Larutan merupakan campuran homogen. Jika tidak homogen atau memiliki endapan (misalnya ketika pasir ditambahkan ke dalam air) disebut suspensi dan bukan larutan.
  2. Partikelnya kecil dan diameternya kurang dari 1 nm, sehingga tidak bisa dilihat dengan mata telanjang.
  3. Tidak ada perbedaan antara pelarut dan zat terlarut. Komponen dengan lebih banyak pelarut dikatakan sebagai pelarut dan komponen dengan lebih sedikit disebut pelarut. 
  4. Komponen campuran tidak dapat dipisahkan dengan penyaringan atau filter (karena sudah homogen).
  5. Bersifat koligatif atau tergantung pada jumlah partikel dalam larutan
  6. Bersifat aditif atau disesuaikan dengan jumlah total atom dalam molekul atau jumlah komponen karakteristik larutan,
  7. Sifat konstitutif atau sama dengan atom yang membentuk molekul (tergantung pada jenis atom dan jumlah atom) 

Jenis-jenis Larutan Kimia

1. Larutan tak jenuh

Larutan tak jenuh adakah larutan yang bisa larut secara sempurna apabila ditambahkan zat terlarut tanpa lewat pemanasan.

Dapat juga dikatakan, larutan tak jenuh mempunyai kandungan zat terlarut lebih sedikit daripada yang diperlukan untuk membuat larutan jenuh pada suhu tertentu.

Seperti pada larutan garam tak jenuh, yang airnya masih dapat dipakai untuk melarutkan sewaktu ditambahkan garam lagi.

Selain itu, contoh dari larutan tak jenuh adalah air teh dimana pelarutnya dan gula adalah zat terlarutnya.

Zat ini menciptakan larutan jenuh karena air teh tidak lagi dapat melarutkan gula.  

2. Larutan jenuh

Larutan jenuh adalah larutan yang pelarutnya tidak dapat lagi melarutkan zat terlarut kecuali dipanaskan terlebih dahulu.

Dalam larutan ini, pelarut memiliki batas maksimal untuk melarutkan di suhu tertentu.

Contohnya adalah larutan garam jenuh, yakni air masih bisa melarutkan asal dilakukan pemanasan.

Contoh dari larutan tak jenuh adalah satu sendok teh gula dalam segelas air.

Jika seseorang memasukkan satu sendok teh gula ke dalam segelas air, gula tersebut akan larut dan Anda dapat menambahkan lebih banyak gula karena larutannya masih belum jenuh.

Namun, pada akhirnya, gula tidak lagi larut dalam air karena zat tersebut jenuh. Dengan kata lain larutan telah mencapai batas kejenuhan. 

3. Larutan lewat jenuh

Larutan lewat jenuh merupakan larutan yang pelarutnya sudah tak bisa melarutkan meski sudah melalui pemanasan sebelumnya.

Jumlah zat terlarut melebihi dari yang terdapat dalam larutan jenuh pada suhu tertentu.

Contoh pada larutan garam lewat jenuh, air tidak bisa lagi melarutkan meski dipanaskan saat ditambahkan zat pelarut garam.

4. Larutan encer

Larutan encer merupakan jenis larutan kimia yang mempunyai pelarut lebih banyak dibandingkan zat terlarutnya.

Contoh adalah  air mawar, face tonic, astringent, dan sejenisnya.

5. Larutan pekat

Larutan pekat adalah larutan yang zat terlarutnya relatif lebih banyak tetapi tidak sampai melebihi pelarutnya.

Contohnya adalah kopi hitam kental atau minuman thai tea dan sejenisnya.

6. Larutan elektrolit

Larutan elektrolit merupakan jenis larutan kimia yang dapat menghantarkan arus listrik akibat zat bisa terurai menjadi ion positif atau ion negatif.

Larutan jenis ini dibedakan menjadi larutan elektrolit lemah dan elektrolit kuat yang diklasifikasikan berdasarkan kekuatan daya hantar listriknya. 

Larutan elektrolit kuat contohnya adalah KCL, KCl, dan lainnya. Sedangkan larutan elektrolit lemah misalnya adalah amonium hidroksida atau asam cuka.

7. Larutan non-elektrolit

Jenis larutan kimia terakhir. Larutan non-elektrolit merupakan larutan yang tak bisa menghantarkan arus listrik dikarenakan zat tidak dapat menghasilkan ion atau terionisasi. Contohnya adalah larutan gula atau larutan alkohol.

Proses Pembuatan Larutan

Proses pengenceran adalah pencampuran larutan pekat (konsentrasi tinggi) dengan menambahkan pelarut untuk menghasilkan volume akhir yang lebih besar.

Ketika larutan pekat senyawa kimia diencerkan, kadang-kadang sejumlah panas dilepaskan. Ini terutama berlaku untuk pengenceran asam sulfat pekat. 

Agar panas ini hilang dengan aman, asam sulfat pekat harus ditambahkan ke dalam air, bukan sebaliknya.

Menambahkan air ke asam sulfat pekat melepaskan begitu banyak panas sehingga air dapat tiba-tiba mendidih dan asam sulfat dapat menyembur. Saat kita berada di sekitar, percikan asam sulfat itu merusak kulit.

Daya Hantar Listrik Larutan

Air murni tidak menghantarkan listrik. Namun, jika zat asam, basa atau asin dilarutkan di dalamnya, larutan yang dihasilkan mampu menghantarkan listrik.

Sederhananya, kemampuan suatu larutan untuk menghantarkan listrik dapat diuji dengan alat uji elektrolit.

Uji elektrolit terdiri dari wadah yang terhubung ke dua elektroda. Elektroda terhubung ke sakelar dan lampu.

Saat larutan elektrolit ditambahkan ke wadah, lampu menyala. Jika larutan non-elektrolitik ditambahkan sementara itu, lampu tidak akan menyala.

Arus listrik dalam larutan elektrolit dilakukan oleh migrasi partikel bermuatan. Selain ditandai dengan cahaya yang menyala, perubahan kimia pada larutan elektrolit juga dapat diamati.

Salah satu perubahan tersebut adalah munculnya gelembung gas, perubahan warna larutan atau bahkan terbentuknya endapan. 


Klik dan dapatkan info kost di dekat kampus idamanmu:

Kost Dekat UGM Jogja

Kost Dekat UNPAD Jatinangor

Kost Dekat UNDIP Semarang

Kost Dekat UI Depok

Kost Dekat UB Malang

Kost Dekat Unnes Semarang

Kost Dekat UMY Jogja

Kost Dekat UNY Jogja

Kost Dekat UNS Solo

Kost Dekat ITB Bandung

Kost Dekat UMS Solo

Kost Dekat ITS Surabaya

Kost Dekat Unesa Surabaya

Kost Dekat UNAIR Surabaya

Kost Dekat UIN Jakarta