12 Kampus Jurusan Farmasi Terbaik di Indonesia
Buat kamu yang tertarik mempelajari obat-obatan dan formulasi kimia dalam suplemen, maka Jurusan Farmasi adalah rujukan yang tepat.
2. Ahli Bioteknologi
Selain Apoteker, lulusan Jurusan Farmasi juga bisa bergelut di profesi sebagai Ahli Bioteknologi.
Dimana Ahli Bioteknologi ini adalah sebutan untuk orang yang punya keahlian di bidang pemanfaatan makhluk hidup seperti bakteri, virus, dan fungi, serta produk dari makhluk hidup seperti enzim dan alkohol yang berguna dalam produksi barang dan jasa.
Para ahli bioteknologi melakukan penelitian dan pengembangan yang berguna bagi kehidupan.
Dahulu bioteknologi kerap diaplikasikan dalam pembuatan keju, roti, maupun bir pada bidang teknologi pangan, pengembangan varietas baru pada bidang pemuliaan tanaman juga pemuliaan hewan, penemuan antibiotik, vaksin, dan insulin pada bidang medis, dan masih banyak lagi.
3. Ahli Kecantikan

Advertisement
Selain Ahli Bioteknologi, lulusan Farmasi juga bisa menjadi seorang Ahli Kecantikan lho. Ahli kecantikan atau aesthetician merupakan sebutan bagi mereka yang terlatih dan terampil dalam melakukan perawatan kecantikan.
Ahli kecantikan bertugas untuk memberikan konseling dan menyediakan program yang sesuai dengan tujuan dan kondisi klien. Contohnya, mengurangi kelebihan lemak, selulit, ataupun warna kulit yang tidak merata.
Seorang ahli kecantikan dituntut bisa memberi solusi terbaik dan tentu saja aman untuk berbagai masalah kesehatan kulit pasien bahkan mengenai tindakan rekonstruksi melalui bedah plastik.
Seorang ahli kecantikan bisa bekerja di klinik kecantikan, pusat pelayanan kesehatan, bahkan perusahaan kosmetik.
4. Staf Rekam Medis
Rekam medis adalah kumpulan informasi mengenai kondisi pasien dari mulai kartu riwayat pemeriksaan hingga berbagai tindakan yang dilakukan selama di rumah sakit.
Lulusan Farmasi nyatanya juga bisa menjadi seorang staf rekam medis lho. Nantinya, staf rekam medis ini akan bertanggung jawab dalam pemanfaatan data rekam medis sebagai penelitian atau publisitas.
Basis data dan informasi tersebut diolah dengan menyediakan rangkuman statistik medis dan penyakit untuk publikasi penelitian ilmiah di bidang kesehatan.
Staf rekam medis juga harus bertindak cepat jika suatu waktu data rekam medis diperlukan. Oleh karena itu, menjadi staf rekam medis harus teliti dan mahir dalam pengelolaan dan penyimpanan data.