Karya Tulis Ilmiah: Cara Penulisan, Struktur dan Metode Penelitian
Dalam menulis karya ilmiah, tentunya ada sistematika dan metode yang harus kamu ketahui. Yuk, simak ulasan berikut!
Struktur Penulisan Karya Tulis Ilmiah
Pada penulisan karya tulis ilmiah, terdapat struktur penulisan yang bisa diikuti.
Namun, perlu kamu ketahui bahwa terkadang setiap tempat memiliki kebijakan khusus pada struktur penulisan karya tulis ilmiah.
Kamu bisa menyesuaikan bentuk penulisan dengan berpedoman pada referensi berikut.
1. Halaman Judul atau Cover: memuat judul karya tulis ilmiah
2. Halaman Pengesahan: berisi tanda tangan penulis, pembimbing, dan pihak lain yang sudah ditentukan.
3. Kata Pengantar: berisi sambutan penulis dan ucapan terima kasih.
4. Daftar Isi
5. Pendahuluan: berisi
• Latar belakang penulisan
• Rumusan masalah
• Tujuan pembuatan karya tulis
• Manfaat pembuatan karya tulis
6. Tinjauan Pustaka atau Dasar Teori: berisi teori yang digunakan sebagai acuan.
7. Metodologi Penelitian atau Metode Penelitian
8. Pembahasan Atau Hasil Penelitian
9. Penutup
• Kesimpulan
• Saran
10. Daftar Pustaka
11. Lampiran: Berisi lampiran data hitungan, dokumentasi, atau data lain yang dianggap penting.
Metode Penelitian pada Karya Tulis Ilmiah
Pada karya tulis ilmiah terdapat metode khusus yang digunakan untuk mengumpulkan data.
Tidak ada ketentuan bahwa hanya diizinkan untuk menggunakan satu macam metode saja.
Oleh karena itu, kamu bisa menggunakan beberapa metode sekaligus untuk menambah akurasi data yang didapatkan.
Namun, setiap metode yang digunakan akan berpengaruh pada hasil penelitian.
1. Metode Penelitian Kuantitatif
Metode kuantitatif digunakan untuk mencari data yang membutuhkan observasi. Hasil dari pengumpulan data menggunakan metode kuantitatif adalah angka.
Proses analisis data menggunakan statistik. Nantinya, data tersebut dapat diolah menggunakan diagram, grafik, tabel, dan sebagainya.
2. Metode Penelitian Kualitatif
Metode kualitatif adalah kebalikan dari metode kuantitatif. Hasil dari metode ini adalah data yang sifatnya narasi dan bukan angka.
3. Metode Penelitian Eksperimen (Percobaan)
Pada metode eksperimen, peneliti akan melakukan percobaan pada suatu hal untuk mencari tahu dampak dari perlakuan yang diberikan. Biasanya metode ini diterapkan di bidang sains dan kesehatan.
Peneliti akan menetapkan variabel kontrol (tidak diberi perlakuan) dan variabel yang diberi perlakuan. Ketika menerapkan metode ini, prosedur yang diterapkan harus jelas dan sistematis.
4. Metode Penelitian Deskriptif
Metode penelitian deskriptif dilakukan dengan membuat gambaran keadaan suatu subjek atau objek dengan rinci. Deskripsi difokuskan pada masalah yang akan dibahas.
Kemampuan mendeskripsikan sesuatu sangat berperan penting untuk membuat data semakin akurat.
Halaman:


