Kumpulan Contoh Kasus Pelanggaran HAM di Indonesia beserta Analisisnya
Kasus pelanggaran HAM di Indonesia sudah kerap terjadi bahkan saat negara kita baru berdiri. Simak apa saja kasus pelanggaran HAM di Indonesia beserta analisisnya, yuk!
2. Pelanggaran HAM Berat
Pelanggaran HAM digolongkan sebagai bentuk pelanggaran HAM yang luar biasa merugikan dan berbahaya hingga dapat menyebabkan banyak nyawa terancam.
Contohnya: genosida, kejahatan perang, dll.
Kumpulan Kasus Pelanggaran HAM di Indonesia
Di bawah ini adalah kumpulan contoh kasus pelanggaran HAM di Indonesia beserta dengan analisisnya. Simak ya!
1. Pulau Buru (1966)
Pada tahun 1965 Indonesia digegerkan dengan kasus pemberontakan G30S/PKI. Akibat kejadian tersebut banyak sekali tersangka-tersangka yang dijebloskan ke penjara dan diasingkan ke Pulau Buru.
Pada kala itu tahanan tidak melalui proses hukum sebagaimana mestinya dan hak-haknya dirampas meski tidak ada bukti jelas mengenai keterlibatan mereka dalam gerakan G30S/PKI
Analisis:
Kasus ini termasuk pelanggaran HAM berat karena selain kehilangan hak seperti kebebasan dan lain-lain, para tahanan juga banyak mengalami penyiksaan hingga kehilangan nyawa.
2. Peleburan Partai Politik di Masa Orde Baru (1971)
Pada masa pemerintahan orde baru bukan hanya pelanggaran HAM dengan cara kekerasan saja yang diterapkan oleh pemerintah kala itu, melainkan juga rakyat tidak diberi kebebasan dalam menyuarakan pendapatnya.
Hal ini terjadi kala 20 Februari 1968 beberapa partai politik dilebur menjadi beberapa saja. Hal ini diyakini sebagai upaya pemerintah orde baru untuk dapat mengatur dan mempengaruhi partai-partai politik tersebut.
Analisis:
Meski pelanggaran HAM di atas tidak tergolong berbahaya dan termasuk pelanggaran HAM ringan tapi jika terus diterapkan akan mengganggu kebebasan berpendapat yang seharusnya dimiliki oleh rakyat.
3. Kasus Petrus (1982)
Masih terjadi di era Orde Baru, Petrus kala itu menyasar pada orang-orang yang diduga sebagai preman.
Banyak terjadi kasus penculikan dan penembakan pada orang-orang yang menato tubuhnya karena dicap sebagai kriminal.
Banyak mayat bergelimpangan di tempat-tempat umum hingga menimbulkan keresahan di masyarakat.
Analisis:
Kasus di atas di sinyalir didalangi oleh pemerintah yang memberikan instruksi pada polisi dan ABRI untuk menekan angka kriminalitas sehingga terjadi tindakan eksekusi semena-mena tanpa melalui proses peradilan yang seharusnya.
Kasus ini menjadi salah satu contoh pelanggaran HAM berat yang sebaiknya tidak dilakukan lagi apalagi oleh oknum berwenang yang bertugas menjaga keamanan masyarakat.
Halaman:

