Advertisement
Source : Canva/@africa-images

15 Dongeng Sebelum Tidur LDR, Manja, dan Kocak Bisa Bikin Pacar Ketawa Ngakak

Jika kamu sedang mencari dongeng sebelum tidur untuk pacar dengan berbagai tema, baca beberapa contohnya dalam artikel berikut.

17 November 2025 Zuly Kristanto

Kumpulan Dongeng Sebelum Tidur LDR Manja

1. Putri Peluk dan Ksatria Penyabar

Di sebuah kota kecil yang damai, hiduplah seorang gadis bernama Amora yang terkenal sangat manja, terutama kepada kekasihnya, Dio.

Sejak awal hubungan, Dio sudah tahu bahwa Amora adalah “putri peluk” yang selalu ingin dimanjakan. Ia sering merajuk hanya karena hal kecil, seperti Dio telat tiga menit membalas chat atau lupa mengirim foto random sebagai tanda keberadaan.

Namun, Dio selalu menghadapinya dengan kesabaran yang luar biasa. Suatu sore, mereka duduk di taman dekat rumah Amora.

Gadis itu mengerucutkan bibir, meraih tangan Dio, lalu berkata, “Kamu nggak kirim foto makan siang, jadi aku sedih.” Dio tertawa kecil sambil merapikan rambutnya. “Maaf, putriku. Mulai besok, aku kirim foto semuanya. Bahkan foto sendoknya kalau kamu mau.”

Amora semakin merajuk. “Pokoknya aku butuh perhatian full!” Dio pura-pura terkejut. “Full? Sampai baterai hidupku habis?” Amora mengangguk lucu. “Iya!”

Karena ingin membuat Amora senang, Dio menyiapkan kejutan. Keesokan harinya, ia datang membawa kotak berisi gelang kecil bertuliskan “Full-Mode Only.” “Karena kamu butuh perhatian full,” katanya sambil memasangkan gelang itu ke tangan Amora.

Gadis itu langsung memeluknya erat, matanya berbinar-binar.

Sejak hari itu, setiap Amora mulai manja, Dio hanya menunjuk gelangnya sambil tersenyum. Dan setiap kali itu terjadi, Amora akan tertawa lalu memeluknya makin erat. Meski manja, cintanya tulus.

Meski lelah, Dio tetap bahagia. Karena bagi mereka, manja bukan masalah—itu bahasa cinta yang membuat hubungan terasa lebih hangat.

15 Cerita Dongeng Sebelum Tidur untuk Anak Penuh Pesan Moral dan Mendidik, Bikin Cepat Tidur

2. Ratu Pisang Goreng

Salsa dikenal sebagai gadis manja yang selalu menginginkan hal spesifik dari kekasihnya, Reno. Suatu hari, ia berkata, “Aku mau pisang goreng yang manis, lembut, hangat, dan harus dari abang yang di depan komplek.

Kalau bukan itu, aku nggak mau.” Reno tertawa sambil mengacak rambutnya. “Baik, Ratu Pisang Goreng.”

Setiap sore, Reno selalu membeli pisang goreng favorit Salsa. Namun suatu hari, warung itu tutup. Reno panik karena tahu Salsa akan kecewa.

Ia pun membeli pisang goreng dari toko lain, kemudian dengan penuh usaha memanaskannya agar rasanya tidak aneh. Bahkan ia mempresentasikan dengan gaya lucu, “Ini edisi upgrade, Ratu.”

Ketika Reno tiba, Salsa melipat tangan dan memasang ekspresi merajuk. “Ini beda.” Reno duduk di sebelahnya. “Iya, tapi aku tetap beli buat kamu.

Karena kalau kamu sedih, aku juga ikut sedih.” Salsa terdiam sebentar, lalu pipinya memerah. Ia akhirnya menyuap pisang itu dan berkata pelan, “Hm… enak juga sih.”

Reno tersenyum lega. “Ratu puas?” “Puas… tapi tetap yang depan komplek.” Mereka tertawa bersama.

Besoknya, Salsa membuka pintu dan menemukan Reno berdiri sambil membawa pisang goreng dari abang yang biasa. “Tokonya sudah buka,” katanya. Salsa langsung memeluknya sambil berkata, “Kamu memang paling bisa bikin aku manja dan bahagia.”

3. Mesin Penghapus Ngambek

Rara sangat mudah ngambek—seperti tombol kecil yang gampang tertekan. Sementara kekasihnya, Niko, sudah hafal semua pola “ngambek manja” itu. Kalau Rara mulai diam, Niko tahu itu alarm.

Suatu malam, Rara tiba-tiba tidak membalas chat. Niko menelepon, tetapi hanya terdengar suara napas pendek. “Kamu kenapa?” tanya Niko. “Aku ngambek.” “Kenapa?” Setelah 5 detik hening, Rara berkata, “Karena kamu mimpiin orang lain.” Niko terperangah. “Aku bahkan nggak ingat mimpiku!”

Besoknya, Niko muncul di depan rumah Rara membawa kotak kecil bertuliskan “Mesin Penghapus Ngambek.” Rara langsung penasaran. “Ini apa?” Niko membuka kotak itu.

Di dalamnya ada beberapa kertas warna-warni bertuliskan hal-hal konyol: “Jaminan Peluk,” “Voucher Cium Pipi,” “Tiket Rayuan Gratis,” dan “Lisensi Minta Maaf Tanpa Alasan.”

Rara tertawa sambil menutup mulut. “Ini serius?” Niko mengangguk. “Kalau kamu ngambek, pilih salah satu. Biar aku tahu cara memperbaiki dengan cepat.” Rara memeluknya sambil tertawa kecil. “Kamu lucu banget.”

Sejak hari itu, setiap Rara mulai merajuk, ia mengambil satu voucher dan memberikannya kepada Niko. Hubungan mereka pun semakin hangat, karena ngambek bukan lagi masalah—tapi cara manis untuk saling mendekat.

4. Pangeran Pengganti Bantal Guling

Nadia punya kebiasaan aneh: ia tidak bisa tidur tanpa bantal guling. Namun ketika kekasihnya, Arvin, datang menginap saat libur panjang, Nadia malah menjadikan Arvin bantal guling hidup. Bahkan Arvin sering terbangun karena dipeluk terlalu erat.

Suatu malam, Arvin bertanya sambil tertawa, “Nad, kamu sayang aku apa sayang bantal guling?” Nadia memonyongkan bibir. “Ya kamu lah… tapi guling juga penting.” Arvin pura-pura sedih. “Berarti aku kalah sama guling?”

Keesokan harinya, Arvin membuat kejutan. Ia membawa bantal guling besar berwarna biru dengan tulisan “Pangeran Pelukan.” “Ini supaya aku nggak terlalu disiksa kalau kamu tidur,” katanya sambil tertawa. Nadia memeluk bantal itu sambil tersipu. “Tapi tetap lebih enak peluk kamu.”

Malamnya, Nadia memeluk Arvin sambil setengah tertidur. “Kamu tetap pangeran pelukanku, bukan cuma guling.” Arvin mengusap rambutnya pelan. “Dan kamu tetap putri manja paling lucu yang pernah aku temui.”

Mereka pun tidur dalam pelukan hangat, merasa nyaman karena meski manja, cinta mereka selalu menemukan cara untuk terlihat lucu dan menggemaskan.

5. Cinta Tanpa Alasan

Suatu hari, Rizka dan Rido berjalan-jalan di sebuah taman yang indah. Rido kemudian memetik sekuntum mawar dan kemudian memberikannya kepada Rizka.

Sebelum Rizka menerima bunga pemberian dari Rido. Rizka mengajukan sebuah pertanyaan yang tidak bisa dijawab Rido.

Saat itu Rizka bertanya, “Apa alasanmu mencintaiku?”

Bagi Rido pertanyaan ini sangat sulit jawabannya. Rido tidak mampu mampu menjawab pertanyaan itu bukan karena tidak mencintai Rizka. Melainkan karena justru sebaliknya.

Besarnya cinta Rido kepada Rizka membuat dirinya tidak memerlukan alasan apapun untuk mencintai perempuan yang sudah tiga tahun ini menjadi kekasih hatinya.

“Aku tidak mempunyai alasan apapun untuk mencintaimu,” jawab Rido.

Jawaban Rido ini membuat Rizka kesal. Sebab, Rizka berpendapat kalau Rido tidak jujur kepadanya. Di dorong rasa marah. Rizka kemudian meninggalkan Rido.

Rizka kemudian mengambil sepeda motornya dan lalu pulang ke rumah. Sepanjang perjalanan Rizka mengendarai motornya dengan sangat kencang.

Karena kurang hati-hati Rizka mengalami suatu kecelakaan yang membuatnya mengalami kelumpuhan dalam jangka yang lumayan lama.

Saat tahu dirinya tidak lagi bisa berjalan. Hati Rizka hancur berkeping-keping. Ia sedih bukan hanya karena kelumpuhan yang dideritanya. Melainkan ia juga sedih karena akan ditinggalkan Rido.

Namun, perkiraan Rizka meleset. Rido tetap setia berada di sisi Rizka dan mau menemani Rizka melewati masa-masa sulitnya.

Selama menjalani masa pemulihan Rido selalu ada di samping Rizka. Saat itulah Rizka sadar makna cinta tanpa alasan yang dikatakan kekasihnya.

Rizka kemudian meminta maaf dan mengucapkan terimakasih kepada Rido yang selalu ada buatnya. Selantg beberapa tahun kemudian Rizka kembali dapat berjalan. Rizka dan Rido akhirnya memutuskan untuk menikah. Dan mereka pun hidup bahagia.

Kumpulan Dongeng Sebelum Tidur LDR Kocak

1. Pacarku, Si Detektif Salah Sambung

Fiko adalah tipe pacar yang mudah panik, apalagi kalau menyangkut kekasihnya, Tami. Suatu hari, Tami tidak membalas chat selama dua jam. Fiko langsung berimajinasi liar: “Jangan-jangan dia diculik alien?”

Akhirnya, ia memutuskan menelepon. Tetapi karena gugup, ia menekan nomor yang salah. “Halo? Ini alien yang bawa pacar saya?” tanyanya serius. Ternyata yang menjawab adalah bapak-bapak yang langsung berkata, “Nak, kamu kurang tidur kali ya?”

Saat akhirnya menghubungi Tami dengan benar, Tami tertawa sampai terjatuh. “Kamu gila ya?!” Fiko merasa malu, tapi lega. Tami pun berkata, “Besok-besok, kalau aku nggak balas, sabar dulu. Jangan ngerepotin alien.”

Sejak itu, setiap Tami telat balas, Fiko selalu berkata, “Aku hubungin alien dulu ya,” dan itu jadi candaan internal mereka.

Halaman:

Advertisement