9 Macam-macam Gaya Bahasa, Penjelasan dan Contoh Lengkapnya

Macam macam gaya bahasa bisa digunakan untuk menunjukkan kekayaan berbahasa yang pada akhirnya bisa membuat proses komunikasi menjadi lebih indah…

29 Oktober 2023 Anang

6. Majas Paradoks

Selain jenis majas perbandingan, majas pertentangan juga menjadi jenis majas yang cukup umum digunakan dalam berbagai kesempatan. Salah satunya adalah gaya bahasa paradoks.

Majas paradoks adalah majas yang membandingkan situasi sebenarnya dengan kondisi fakta yang sebaliknya.

Jadi makna yang dinyatakan berlawanan dengan kalimat dalam penggunaan majas tersebut.

Contoh Penggunaan Majas Paradoks

  1. Ani sering terlihat murung, ia sering kali merasa kesepian di tengah keramaian.
  2. Badan Budi memang kecil, tapi tenaganya sangat kuat.

Penggunaan dua kata yang bertentangan dalam satu kalimat merupakan ciri utama yang dimiliki oleh majas paradoks.

7. Majas Litotes

Jenis majas Litotes adalah suatu bentuk gaya bahasa yang digunakan untuk merendahkan kondisi diri meski keadaan fakta yang sebenarnya bisa saja berlawanan dengan apa yang diungkapkan tersebut.

Bisa dibilang majas ini merupakan kebalikan dari majas hiperbola.

Jika majas hiperbola menyangatkan makna, maka majas litotes adalah merendahkan makna kalimat yang dimiliki.

Contoh Penggunaan Majas Litotes

  1. Jika berkunjung ke Jogja, jangan sungkan untuk mampir ke gubuk kami yang kecil.
  2. Mohon menikmati hidangan ini, semoga Anda berkenan dengan sajian yang ala kadarnya.

Gubuk yang dimaksud tentu saja adalah rumah atau hunian dan bukan gubuk yang sebenarnya.

Penggunaan gubuk di sini untuk merendahkan bahwa rumah yang dimiliki sederhana. Namun bisa saja kondisi yang sebenarnya berbeda dari yang diungkapkan.

8. Majas Ironi Untuk Menyindir

Majas ironi adalah salah satu jenis majas yang digunakan untuk mengungkapkan kondisi yang bertentangan dengan fakta sebenarnya.

Biasanya majas ini seolah-olah memberi pujian namun makna yang sebenarnya adalah sebuah sindiran karena apa yang disampaikan tidak sesuai dengan kondisi atau fakta yang sebenarnya.

Contoh Penggunaan Majas Ironi

  1. Sebagai seorang perempuan, kamu terbilang sangat rajin. Baru jam 12 siang sudah bangun.
  2. Badan mu harum sekali. Sudah berapa hari tidak mandi?

Kedua contoh di atas merupakan bentuk pengungkapan dari majas ironi atau sindiran.

Contoh pertama adalah sindiran karena jam 12 siang baru bangun tapi dikatakan rajin.

Tentu makna yang ingin disampaikan dari majas tersebut adalah si perempuan tersebut adalah pemalas karena sudah siang baru bangun.

Close