7 Jenis-Jenis Paragraf Bahasa Indonesia beserta Pengertian dan Penjelasannya Lengkap
Paragraf adalah kumpulan kalimat yang dibuat mencakup satu tema yang sama. Artinya kalimat yang terdapat di dalamnya haruslah memiliki satu kesatuan.
3. Paragraf Narasi
Perjalanan kami dimulai bahkan sejak awal mempersiapkan diri sebagai kandidat delegasi. Seperti yang sudah banyak diketahui bahwa pemilihan delegasi tidak bisa sembarangan dengan proses seleksi yang ketat.
Namun, semua tes kami lewati hingga akhirnya kami bertiga terpilih untuk mewakili perusahaan tercinta ke dunia internasional. Selang dua hari dari fiksasi kandidat delegasi kami langsung diterbangkan ke Copenhagen di Denmark.
Di sana kami menjadi delegasi dalam proyek pengembangan kultur pertanian yang terintegrasi dengan teknologi buatan Indonesia. Kami diberikan waktu 3 hari untuk bekerja dan 4 hari untuk menjelajahi Denmark.
Setelah seminggu waktu kunjungan habis kami diiringi pulang dengan fasilitas nomor satu ala Copenhagen. Sampai di Jakarta kami masih harus bekerja menyusun laporan sedetail mungkin. Tentu saja pengalaman dari awal hingga akhir ini menjadi pengalaman yang berharga.
4. Paragraf Persuasi
Hutan tidak hanya jadi sumber oksigen bagi manusia di dunia tapi juga jadi rumah bagi ekologi hewan dan tumbuhan di dalamnya. Indonesia sendiri masih memiliki suku pedalaman yang hidup di dalam hutan yang rimbun.
Namun sayangnya, ekologi serta sumber cadangan oksigen ini terancam proyek penggusuran lahan oleh pihak besar. Kita bisa berupaya untuk menyelamatkan hutan yang notabenenya bekerja sebagai asupan oksigen global.
Tanda tangani petisi dan gaungkan penolakan akan penggusuran lahan hijau secara besar besaran. Anda bisa memulainya dengan menandatangani petisi online berikut ini yang langsung terhubung dengan pusat ekologi dunia.
5. Paragraf Induktif
Jenis karya sastra di dunia meliputi karya tulis yang akhirnya dimainkan dalam bentuk audio visual. Hal tersebut menyebabkan riuhnya apresiasi dari berbagai kalangan dan praktisi di bidang karya sastra.
Namun masalahnya karya sastra jenis asli tulisan mulai ditinggalkan. Terlebih pada negara yang minat bacanya masih minim. Karya tulis yang dituangkan dalam bentuk audio visual atau film akan lebih banyak diminati.
Namun, sejatinya karya sastra merupakan karya tulis, yang karena inilah beberapa praktisi membicarakan pemisahan bentuk karya untuk melindungi bentuk asli si karya sastra itu sendiri. Inilah yang kini jadi polemik besar di dunia sastra.
Halaman:
