7 Jenis-Jenis Paragraf Bahasa Indonesia beserta Pengertian dan Penjelasannya Lengkap
Paragraf adalah kumpulan kalimat yang dibuat mencakup satu tema yang sama. Artinya kalimat yang terdapat di dalamnya haruslah memiliki satu kesatuan.
1. Paragraf Argumentasi
Jenis pertama adalah paragraf argumentasi. Sesuai namanya paragraf argumentasi berisikan beragam jenis argumentasi dari pemikiran si penulis paragrafnya. Lebih dominan berisi gagasan, ide hingga pendapat yang didasarkan atas pembuktian.
Paragraf jenis ini banyak ditulis dalam bentuk karya ilmiah seperti tesis atau jurnal. Namun, tidak menutup kemungkinan untuk menuliskan paragraf ini pada teks biasa. Intinya paragraf ini disertakan untuk memaparkan argumentasi atau pandangan pribadi.
2. Paragraf Eksposisi
Hampir sama seperti cara orang memberikan penjelasan secara rinci lewat omongan, paragraf eksposisi ini juga bekerja demikian. Namun, sistem penulisan yang kini digunakan untuk memberikan informasi sedetail mungkin.
Paragraf ini hampir ada di segala macam jenis teks. Bahkan penulisnya bisa jadi tidak sadar tengah menuliskan paragraf ini. Dalam paragraf ini Anda akan memaparkan hingga merinci informasi terkait suatu topik kepada pihak pembaca.
3. Paragraf Narasi
Jenis paragraf selanjutnya adalah paragraf narasi. Paragraf ini terbentuk berdasarkan runtutan kejadian yang cukup detail. Tidak harus satu paragraf, Anda bisa menggunakan beberapa paragraf sekaligus untuk merampungkannya.
Contoh, Anda telah menyelesaikan perjalanan bisnis dan menjadi delegasi utama untuk pergi ke luar negeri. Dalam paragrafnya Anda bisa menyebutkan perjalanan dari awal seperti proses seleksi delegasi hingga kembali ke tanah air.
4. Paragraf Persuasi
Selanjutnya paragraf persuasi yang namanya diserap dari kata berbahasa inggris persuasion. Jenis paragraf ini lebih menjurus pada pengaruh hasil akhir bacaan. Jadi, pembaca akan tergerak untuk melakukan sesuatu berdasar instruksi yang terdapat pada paragraf.
Namun, nyatanya instruksi sering kali tidak dituliskan secara tersirat. Biasanya bidang promosi hingga pencari amal menggunakan paragraf jenis ini. Hal yang terpenting dalam penulisan paragraf ini adalah sebisa mungkin membuat pembaca merasa yakin dan akhirnya tergerak.
5. Paragraf Induktif
Pembagian paragraf selanjutnya berdasarkan letak ibu kalimat atau kalimat utama. Pada dasarnya, penempatan kalimat utama tidak terlalu dipermasalahkan. Namun, sedikit berbeda pada karya tulis ilmiah yang memiliki aturan baku tertentu.
Bisa jadi lembaga akademik tersebut mematok penggunaan paragraf induktif pada setiap karya yang ditulis oleh akademisi. Artinya paragraf yang dibuat harus menempatkan ibu kalimat pada bagian akhir paragraf.
Halaman:
