Malam 1 Suro 2025 Jatuh pada Tanggal 1 Muharram 1447 Hijriyah
Pada penanggalan Jawa, malam satu Suro dianggap penting karena malam tersebut adalah hari pertama di sistem kalender Jawa.
Malam 1 Suro 2025 Jatuh pada Tanggal 1 Muharram 1447 Hijriyah – Kapan malam 1 Suro terjadi di tahun 2025? Pertanyaan tersebut biasanya diajukan oleh masyarakat yang masih menggunakan penanggalan tertentu.
Sebab, terdapat acara atau kegiatan yang dilakukan tepat di malam 1 Suro, sehingga sangat penting untuk memastikan kapan terjadi malam 1 Suro.
Daftar Isi
Waktu Malam 1 Suro 2025

Pada penanggalan Jawa, malam satu Suro dianggap penting karena malam tersebut adalah hari pertama di sistem kalender Jawa.
Sayangnya, masih banyak yang bingung jika ditanya kapan malam tersebut terjadi, misalnya saja malam Satu Suro pada kalender Masehi 2025, malam satu Suro pada kalender Hijriyah, dan sebagainya.
Malam Satu Suro tahun 2025 terjadi tepat di tanggal 1 Muharram 1447 Hijriyah pada sistem kalender Islam. Pada bulan Masehi, malam 1 Suro 2025 bertepatan di tanggal 26 Juni 2025 hari Kamis.
Bagi kamu yang memiliki adat atau kegiatan pada malam 1 Suro, sangat penting untuk mengetahui kapan waktu tersebut tiba agar kegiatan berjalan lancar dan tidak terlewatkan.
Sejarah Adanya Malam Satu Suro
Perlu kamu ketahui bahwa malam Satu Suro sebenarnya adalah malam 1 Muharram pada sistem penanggalan Islam atau penanggalan Hijriyah. Penanggalan Hijriyah diawali bulan Muharram yang kemudian diubah menjadi bulan Suro oleh Sultan Agung.
Mulanya Sultan Agung bermaksud mengubah sistem Kalender Saka (kalender hasil perpaduan Hindu dengan Jawa asli), kemudian yang digabungkan adalah kalender Saka yang basisnya adalah matahari dengan penanggalan Hijriyah yang basisnya adalah gerakan bulan.
Penggunaan kalender tersebut juga berbeda karena sebagian besar masyarakat pesisir dengan pengaruh Islam kuat masih menggunakan kalender Hijriyah, sedangkan masyarakat Jawa di pedalaman menggunakan kalender Saka.
Malam Satu Suro dianggap berbeda dengan malam lainnya pada penanggalan Jawa. Masih ada tradisi yang dilaksanakan di malam tersebut menurut kepercayaan masyarakat Jawa.
Contohnya dapat dilihat di kraton-kraton Jawa, seperti Kraton Kasunanan Surakarta, Kraton Kasepuhan Cirebon, Kesultanan Yogyakarta, dan sebagainya.
Halaman:

