Advertisement
Source : Canva.com/@Pixelshot

Ringkasan Materi Kimia Kelas 12 Semester 1 dan 2 Kurikulum Merdeka dan Penjelasannya

Sedang mencari materi kelas 12 kurikulum kimia semester 1 dan 2? Berikut Mamikos jabarkan ringkasannya agar mempermudahmu belajar!

19 Februari 2024 Citra

2. Asam Basa Bronsted-Lowry

Bronsted bersama Lowry mendefinisikan asam sebagai zat pendonor proton (H⁺), sementara basa adalah akseptor proton.

Dengan demikian, menurut teori ini, reaksi asam-basa terjadi dengan pertukaran proton antara asam dan basa konjugatnya.

3. Asam Basa Lewis

Teori asam basa Lewis, yang diusulkan oleh Gilbert N. Lewis pada tahun 1923 dan lebih luas dalam ruang lingkupnya daripada teori asam basa Arrhenius dan Brønsted-Lowry.

Asam menurut pandangan Lewis merupakan akseptor pasangan elektron. Sementara basa merupakan pendonor sepasang elektron.

Dengan demikian, dalam teori ini, reaksi asam-basa terjadi dengan pertukaran sepasang elektron antara asam dan basa.

Pengertian Asam dan Basa, Sifat, Ciri-ciri, Perbedaan, dan Contohnya Lengkap

C. Kekuatan Asam dan Basa

Kekuatan asam dan basa merujuk pada seberapa banyak asam atau basa tersebut dapat memisahkan ion hidrogen (H⁺) atau ion hidroksida (OH⁻) dalam larutan.

D. pH Asam dan Basa

pH adalah derajat keasaman atau kebasaan larutan dan memiliki ukuran derajat dari 1 sampai dengan 14.

Larutan dengan pH kurang dari 7 dianggap sebagai larutan asam, sedangkan larutan dengan pH lebih dari 7 dianggap sebagai larutan basa.

Larutan dengan pH 7 dianggap sebagai netral. Semakin rendah nilai pH, semakin asam larutan tersebut, dan semakin tinggi nilai pH, semakin basa larutan tersebut.

E. pH Asam Kuat dan Basa Kuat

Larutan asam kuat dan basa kuat adalah larutan yang sepenuhnya terionisasi dalam larutan, sehingga memiliki konsentrasi ion hidrogen (H⁺) atau ion hidroksida (OH⁻) yang sangat tinggi.

F. Kesetimbangan dalam Larutan

Kesetimbangan dalam larutan sering kali dinyatakan dalam istilah konsentrasi.

Kesetimbangan dalam larutan dalam kimia mengacu pada kondisi di mana laju reaksi pembentukan produk sama dengan laju reaksi pembentukan reaktan dari produk tersebut.

Dalam konteks larutan, situasi ini sering terjadi ketika zat terlarut atau reaktan terlarut dalam suatu pelarut terdispersi secara merata.

Lalu mencapai titik di mana laju pembentukan kristal atau endapan dari zat tersebut sama dengan laju larutannya.

G. Asam Lemah dan Basa Lemah

Asam serta basa lemah merupakan zat-zat yang hanya terionisasi sebagian saat berada pada suatu larutan.

Contoh basa lemah adalah amonia (NH₃), yang hanya sebagian terionisasi menjadi ion amonium (NH₄⁺) dan ion hidroksida (OH⁻).

Halaman:

Advertisement