Rangkuman Materi Narrative Text Kelas 11 SMA Kurikulum Merdeka dan Penjelasannya
Narrative text adalah salah satu materi yang akan dipelajari oleh siswa kelas 11 SMA. Oleh karena itu, Mamikos telah membuatkan rangkuman yang lebih mudah untuk kamu pelajari.
7. Fable (Fabel)
Hewan, tumbuhan, atau benda-benda yang berbicara dan berperilaku seperti manusia menjadi tokoh utama dalam fable yang dimaksudkan untuk mengajarkan pelajaran moral dan nasihat kehidupan.
Contoh fable:
- The Tortoise and the Hare (Aesop)
- The Fox and the Grapes (Aesop)
- Si Kancil
8. Folklore (Cerita Rakyat)
Jenis narrative text yang terakhir adalah cerita rakyat atau disebut juga sebagai folklore yang berasal dari tradisi atau adat istiadat lisan budaya maupun masyarakat. Adat dan tradisi tersebut menjelaskan asal-usul suatu tempat, fenomena alam, atau memuat pesan moral tertentu.
Ciri khas dari cerita ini adalah bahwa folklore diwariskan dari generasi ke generasi sebagai pengikat bahkan acuan berperilaku dengan berbagai akibat yang terjadi.
Contoh folklore:
- Legenda Danau Toba (Indonesia)
- The Legend of Sleepy Hollow (Washington Irving)
- Si Malin Kundang (Indonesia)
Struktur Narrative Text (Generic Structure of Narrative Text)
Seperti halnya jenis teks lain, narrative text juga memiliki bagian-bagian yang disebut dengan struktur atau generic structure.
Orientation (Orientasi/Pengenalan)
Struktur narrative text yang pertama adalah orientasi yang berfungsi untuk memperkenalkan tokoh-tokoh utama dalam cerita, latar tempat di mana cerita berlangsung, serta latar waktu kapan cerita terjadi.
Contoh:
“In a distant kingdom, there was a brave knight named Arthur. He lived in a grand castle surrounded by vast forests and mountains.”
(Di sebuah kerajaan yang jauh, ada seorang ksatria pemberani bernama Arthur. Dia tinggal di sebuah kastil megah yang dikelilingi oleh hutan dan pegunungan yang luas.)
Complication (Masalah/Konflik)
Bagian komplikasi atau complication adalah inti dari narrative text di mana konflik atau masalah mulai muncul.
Cerita mulai berkembang dengan munculnya permasalahan yang harus dihadapi oleh tokoh utama. Masalah ini bisa berupa konflik internal dalam diri tokoh utama, konflik antara tokoh utama dengan tokoh lain, atau bahkan konflik dengan alam atau keadaan.
Misalnya, seorang tokoh yang harus menyelamatkan desanya dari ancaman bajak laut, atau seorang pangeran yang berjuang untuk mempertahankan mahkotanya.
Halaman:
