Advertisement
Source : unsplash.com/@some_tale

Materi Teks Laporan Hasil Observasi Kelas 10 SMA dan Penjelasannya

Berikut lengkap materi teks laporan hasil observasi Kelas 10 SMA terkait definisi, struktur teks, ciri kebahasaan, hingga contoh analisisnya.

8 Juli 2026 Lailla

3. Deskripsi Manfaat atau Kesimpulan

Bagian penutup teks LHO menjelaskan fungsi, kegunaan, atau manfaat dari objek bagi kehidupan manusia atau ekosistem secara global.

Bagian ini juga bisa digabungkan untuk menegaskan ulang kebermanfaatan objek yang diobservasi.

Aspek-aspek yang Dilaporkan pada Laporan Observasi Berupa? Berikut Jawabannya

Contoh Analisis Struktur Teks Laporan Hasil Observasi

Sebagai gambaran, berikut ini adalah contoh analisis struktur teks laporan hasil observasi tentang “Tumbuhan Putri Malu”:

1. Pernyataan umum atau klasifikasi

Paragraf 1
Alasan: Paragraf ini menyajikan informasi umum mengenai putri malu, seperti nama ilmiah ‘Mimosa pudica’ dan ciri-ciri umum.

2. Deskripsi bagian

Paragraf 2-5
Alasan: Paragraf-paragraf ini memberikan informasi lebih rinci tentang putri malu.
Paragraf 2 menjelaskan tentang struktur tubuh putri malu
Paragraf 3 menjelaskan tentang bentuk dan warna putri malu
Paragraf 4 menjelaskan tentang bentuk adaptasi dan karakteristik putri malu
Paragraf 5 menjelaskan tentang reproduksi putri malu
Paragraf 6 menjelaskan tentang berbagai manfaat putri malu

3. Deskripsi manfaat atau kesimpulan

Paragraf 7
Paragraf ini menyampaikan informasi tentang manfaat putri malu sebagai salah satu jenis obat herbal.

Kaidah Kebahasaan Teks Laporan Hasil Observasi

Gaya bahasa yang khas pada teks laporan hasil observasi tetap menggunakan ragam bahasa ilmiah formal. Oleh karena itu, kamu perlu menguasai aspek kebahasaan berikut agar bisa menulis teks laporan hasil observasi secara tepat.

1. Kalimat Definisi

Kalimat definisi yang dipakai pada teks bertujuan untuk menjelaskan suatu hal secara umum, baik benda benda hidup maupun benda mati.

Penggunaan kalimatnya merujuk pada istilah teknis atau istilah ilmiah yang berhubungan dengan suatu bidang.

Tujuannya adalah membantu pembaca agar paham saat menjumpai istilah ilmiah yang muncul di dalam teks.

Contoh: Mimosa pudica atau tumbuhan putri malu adalah spesies tumbuhan perdu pendek anggota suku Fabaceae yang terkenal karena bisa melakukan gerak seismonasti.

2. Kalimat Deskripsi

Kalimat deskripsi dipakai untuk menggambarkan karakteristik khusus atau spesifik objek yang dibahas.

Kamu bisa menggunakan kalimat deskripsi ketika menjelaskan sifat suatu objek kepada pembaca berdasarkan apa yang kamu rasakan, sehingga pembaca seakan-akan diajak terlibat atau merasakan.

Selain itu, kalimat deskripsi juga bisa digunakan untuk menjelaskan aktivitas yang dilakukan objek.

Contoh:
Bunga putri malu berbentuk bulat seperti bola kapas berwarna merah muda keunguan dengan tangkai bunga yang tumbuh dari ketiak daun.
Ketika ujung jari menyentuh daun putri malu, daun-daun kecil tersebut akan langsung melipat ke arah dalam secara berpasangan dalam hitungan detik.

3. Menggunakan Imbuhan di-

Apakah selama ini kamu merasa bahwa imbuhan di- sama seperti kata depan di? Padahal, keduanya berbeda.

Pada teks laporan hasil observasi, imbuhan di- yang ditulis serangkai dengan kata dasarnya berfungsi untuk membentuk kata kerja pasif.

Sebaliknya, kata depan di yang ditulis terpisah dengan kata yang diikutinya berfungsi untuk menunjukkan keterangan tempat atau waktu.

4. Menggunakan Kutipan Tidak Langsung Beserta Referensinya

Penyajian data secara akurat wajib dilakukan pada teks laporan hasil observasi. Salah satunya adalah dengan menyertakan sumber pendukung lain, misalnya dari buku, artikel, atau sumber digital.

Contoh teks laporan hasil observasi:

Gerakan melipat daun yang sangat cepat pada tanaman putri malu (Mimosa pudica) saat menerima rangsangan luar seperti sentuhan atau luka ternyata dikendalikan oleh propagasi sinyal elektrik yang berikatan dengan perubahan instan ion kalsium (Ca²⁺) sitosolik. Menariknya, melalui pembuktian rekayasa genetika CRISPR-Cas9, para peneliti menemukan fakta bahwa tanaman putri malu yang dimutasi hingga tidak mampu bergerak menjadi jauh lebih rentan terhadap serangan serangga herbivora. Hal ini membuktikan secara ilmiah bahwa gerakan responsif tersebut bukan sekadar reaksi mekanis, melainkan mekanisme pertahanan diri alami yang krusial untuk melindungi tanaman dari predator (Hagihara et al., 2022).

Jika kamu menggunakan kutipan tidak langsung, artinya kamu sedang menggunakan pendapat seorang penulis untuk memperkuat isi laporan hasil observasi yang dibuat. Jangan lupa untuk mencantumkan sumber kutipannya pada daftar pustaka, ya.

Daftar Pustaka:
Hagihara, T., Mano, H., Miura, T., Hasebe, M., & Toyota, M. (2022). Calcium-mediated rapid movements defend against herbivorous insects in Mimosa pudica. Nature Communications, 13(1), 6412, diakses dari https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/36376294/

Halaman:

Advertisement