Mending Rumah Subsidi atau Komersil? Ini Kelebihan dan Kekurangannya yang Bisa Jadi Pertimbangan
Ingin membeli rumah namun bingung memilih antara rumah subsidi atau komersil? Baca artikel ini untuk mengetahui apa saja kelebihan dan kekurangan masing-masing tipe rumah untuk dijadikan sebagai bahan pertimbangan.
Spesifikasi dan Ukuran
- Rumah subsidi: Kualitas bangunan biasanya seadanya dengan spesifikasi material yang tidak lebih baik dari rumah komersil dan luas bangunan maksimal 36 m dan luas tanah yang diatur ketat oleh pemerintah.
- Rumah komersil: Memiliki desain yang lebih beragam, ukuran yang lebih fleksibel, material bangunan lebih premium, dan bisa lebih dari satu lantai.\
Syarat Pembeli
- Rumah subsidi: Hanya diperuntukan bagi WNI (Warga Negara Indonesia) dengan penghasilan rendah yang sebelumnya tidak pernah memiliki rumah dan harus memenuhi batas maksimal gaji tertentu sesuai aturan yang telah ditetapkan oleh pemerintah.
- Rumah komersil: Tidak ada batasan pembeli, rumah tipe ini dijual untuk siapapun baik untuk hunian ataupun sekedar investasi.
Aturan Hunian
- Rumah subsidi: Wajib untuk dihuni oleh pemilik serta tidak boleh diperjual belikan, disewakan kepada pihak lain, dan direnovasi dalam batas waktu tertentu (umumnya selama 5 tahun awal)
- Rumah komersil: Tidak wajib dihuni oleh pemilik dan bebas disewakan, dijual kembali, atau direnovasi kapanpun.
Mending Rumah Subsidi atau Komersil? Ini Kelebihan dan Kekurangannya!
Jika kamu berencana untuk membeli hunian, namun masih bingung mending rumah subsidi atau komersil. Kamu dapat mempertimbangkan beberapa kelebihan dan kekurangannya secara lengkap agar mendapatkan opsi yang benar-benar ideal sesuai dengan kebutuhan, kemampuan, dan preferensi kamu.
Mermilih tipe rumah yang ingin dibeli itu biasanya sangat bergantung pada budget, lokasi, dan rencana jangka panjang. Jadi kamu harus benar-benar memikirkannya secara matang tanpa tergesa-gesa.
Lalu, apa sajakah kelebihan dan kekurangan dari keduanya? Berikut rinciannya untuk kamu pertimbangkan:
Rumah Subsidi
Kelebihan:
- Memiliki harga yang jauh lebih terjangkau, biasanya berada di kisaran angka Rp162.000.000 hingga Rp200.000.000, cocok bagi kamu yang memiliki budget terbatas.
- Uang muka atau DP sangat ringan dan dapat dimulai dari 1% saja.
- Suku bunga nya lebih rendah (berkisar antara 5-7% saja) dan bersifat flat (tetap) sampai cicilannya lunas.
Kekurangan:
- Lokasi rumah biasanya berada di area pinggiran dan jauh dari pusat kota atau area strategis dengan akses yang terbatas dan jangka waktu tempuh yang lebih lama.
- Rumah biasanya memiliki spesifikasi yang standar, dimana luas bangunan dan lahan sangat terbatas (umumnya bertipe 36/60), kualitas material bangunan juga seadanya sehingga memerlukan renovasi tambahan.
- Memiliki aturan yang sangat ketat seperti harus dihuni oleh pemilik sendiri, tidak boleh disewakan atau diperjual belikan, serta tidak boleh direnovasi dalam jangka waktu tertentu (umumnya 5 tahun)
Rumah Komersil
Kelebihan:
- Rumah biasanya berada di lokasi yang lebih strategis seperti dekat dengan pusat kota, area komersial, perkantoran, dan akses transportasi umum yang lebih mudah.
- Rumah biasanya memiliki desain yang lebih beragam dari minimalis hingga mewah dengan material bangunan yang lebih premium, ukuran lebih luas, dan bisa direnovasi kapanpun sesuai keinginanmu.
- Dilengkapi dengan fasilitas yang mumpuni dan keamanan yang lebih terjaga.
Kekurangan:
- Harga yang ditawarkan cenderung jauh lebih tinggi dan mengikuti tren pasar tanpa adanya bantuan subsidi dari pemerintah.
- Uang muka atau DP yang harus dibayarkan biasanya lebih besar mulai dari 10% sampai 20% dari total harga rumah.
- Suku bunga juga biasanya akan mengikuti pasar dan bersifat naik turun atau floating setelah masa fixed awal telah berakhir.
Halaman:

