Mengenal Titrasi Asam Basa, Tujuan, Cara Kerja, Indikator, dan Pengertiannya

Mengenal Titrasi Asam Basa, Tujuan, Cara Kerja, Indikator, dan Pengertiannya – Di tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) dan sederajat, para murid mempelajari salah satu materi mata pelajaran kimia yang penting yaitu Asam dan Basa. Lebih dalam lagi, ada juga Titrasi Asam Basa.

Apa itu titrasi asam basa, apa tujuan, bagaimana cara kerja, dan apa saja indikatornya?

Semua itu akan dibahas dalam artikel mengenal asam titrasi asam basa, tujuan, cara kerja, indikator lengkap di sini! Yuk, baca hingga tuntas!

Yuk, Mengenal Titrasi Asam Basa, Tujuan, Cara Kerja, Indikator, dan Pengertiannya

https://www.kompas.com/skola/read/2022/01/18/175228569/titrasi-asam-basa-pengertian-dan-prosedurnya

Dalam mempelajari satu materi tertentu, ada banyak cara orang belajar.

Ada yang belajar dari materi terlebih dahulu seperti langsung dari definisi lalu mengerucut ke contoh. Ada pula yang lebih senang diperlihatkan dari contoh lalu ke teori.

Untuk kesempatan kali ini, mari mulai dari teori dengan membahas definisinya terlebih dahulu di bagian berikut ini!

Apa itu Titrasi Asam Basa?

Melansir jurnal dari Kemdikbud, Titrasi merupakan metode yang digunakan oleh para analis kimia secara kuantitatif yang dipakai di laboratorium.

Titrasi berguna untuk bisa menentukan konsentrasi reaktan. Titrasi juga dikenal dengan istilah lain yaitu analisis volumetrik karena pentingnya pengukuran volume dalam metode titrasi.

Dalam kimia analisis juga dikenal yang namanya analisis titrimetri yang formulasi perhitungannya berdasarkan relasi kuantitatif reaksi kimia.

Menurut Raymond Chang, reaksi kimia yang menjadi dasar titrasi adalah reaksi asam kuat dan basa kuat, asam lemah dan basa kuat, dan asam kuat dan basa lemah.

Hal lain yang perlu diketahui dalam titrasi asam basa adalah larutan standar (larutan dengan informasi konsentrasi yang sudah diketahui), indikator yang berguna agar bisa mengetahui titik akhir titrasi, dan prosedur perhitungan konsentrasi larutan.

Itulah bagian pertama dari mengenal titrasi asam basa, tujuan, cara kerja, indikator lengkap. Selanjutnya kita akan mempelajari tujuan dari titrasi asam basa di bagian berikut ini!

Tujuan dan Manfaat Titrasi Asam Basa

Berikut ini beberapa tujuan titrasi asam basa yang perlu kamu ketahui:

  1. Menentukan zat terlarut dalam larutan dalam bentuk kuantitatif dengan catatan informasi konsentrasinya sudah diketahui melalui reaksi sehingga titik stoikiometri pun tercapai secara perlahan dan bertahap.
  2. Untuk menentukan molaritas larutan saat konsentrasinya tidak diketahui.
  3. Digunakan untuk menentukan persentase massa zat terlarut pada larutan tertentu.
  4. Untuk mengetahui seberapa murni unsur kimia dan juga untuk tes aktivitas buffering seperti tes kehamilan, gula darah, analisa air limbah, nutrisi, dan tes kualitas air akuarium.

Itulah beberapa hal yang menjadi tujuan dan manfaat dari titrasi asam basa.

Ternyata tanpa diketahui sebelumnya, titrasi asam basa telah banyak digunakan untuk hal-hal yang dekat dengan kehidupan kita, terutama di bidang kesehatan.

Selanjutnya dalam mengenal titrasi asam basa, tujuan, cara kerja, indikator, kamu juga perlu tahu jenis dari titrasi asam basa yang ada. Informasi lengkapnya ada di bagian berikut ini!

Jenis Titrasi Asam Basa

Titrasi asam basa terdiri dari 2 jenis yaitu, asidimetri dan alkalimetri. Berikut ini penjelasan dari keduanya:

1. Titrasi asam basa asidimetri

Titrasi asam basa asidimetri merupakan metode perhitungan konsentrasi larutan basa dengan memanfaatkan larutan baku asam.

2. Titrasi asam basa alkalimetri

Titrasi asam basa alkalimetri merupakan jenis yang dipergunakan untuk menghitung konsentrasi larutan asam dengan memanfaatkan larutan baku basa.

Itulah jenis-jenis dari titrasi asam basa yang perlu kamu ketahui. Pada prakteknya di laboratorium, dua jenis asam basa yaitu asidimetri dan alkalimetri dipergunakan.

Indikator Titrasi Asam Basa

Baik dalam menentukan konsentrasi reaktan, konsentrasi zat terlarut, maupun menentukan massa zat, ada indikator yang digunakan dalam titrasi asam basa. Berikut ini beberapa indikator yang kerap digunakan:

  1. Metil hijau untuk trayek pH 0,2 – 1,8 dengan perubahan dari kuning ke biru
  2. Timol hijau untuk trayek pH 1,2 – 2,8 dengan perubahan dari kuning ke biru
  3. Metil jingga untuk trayek pH 3,2 – 4,4 dengan perubahan dari merah ke kuning
  4. Metil merah untuk trayek pH 4,0 – 5,8 dengan perubahan dari tidak berwarna ke merah
  5. Metil ungu untuk trayek pH 4,8 – 5,4 dengan perubahan dari ungu ke hijau
  6. Bromkresol ungu untuk trayek pH 5,2 – 6,8 dengan perubahan dari kuning ke ungu
  7. Bromotimol biru untuk trayek pH 6,0 – 7,6 dengan perubahan dari kuning ke biru
  8. Phenofthalein hijau untuk trayek pH 8,2 – 10 dengan perubahan dari tidak berwarna ke pink
  9. Kresol merah untuk trayek pH 7,0 – 8,8 dengan perubahan dari kuning ke merah
  10. Timol biru untuk trayek pH 8,0 – 9,6 dengan perubahan dari kuning ke biru

Itulah 10 indikator titrasi asam basa yang sering digunakan untuk analisa kimia. Semua lengkap dari pH 0 hingga 10.

Setelah mengetahui indikator, selanjutnya kamu harus mengetahui juga bagaimana cara kerja dari titrasi asam basa.

Setelah itu, maka lengkap sudah kamu mengenal titrasi asam basa, tujuan, cara kerja, indikator dengan lengkap.

Cara Kerja Titrasi Asam Basa

Larutan asam basa dalam ilmu kimia sering dimanfaatkan untuk mengetahui konsentrasi atau tingkat pH yaitu nilai keasaman pada sebuah larutan.

Cara kerjanya sendiri sederhana yaitu dengan memanfaatkan reaksi asam dan basa.

Zat yang sifatnya asam dititrasi dengan larutan basa dengan konsentrasi yang sudah diketahui. Sementara zat bersifat basa dititrasi dengan menggunakan larutan asam yang konsentrasinya sudah diketahui.

Selain itu, titrasi asam basa juga bisa menentukan molaritas larutan dengan konsentrasi yang belum diketahui.

Lalu, juga bisa untuk menentukan persentase dari massa zat yang telah terlarut pada larutan tertentu.

Informasi lain yang bisa didapatkan dengan metode titrasi asam basa adalah besaran persen kemurnian unsur kimia.

Lebih lanjut lagi, bisa juga untuk tes aktivitas buffering pada aplikasi proses tes nutrisi, kehamilan, gula darah, dan pengujian air di laboratorium.

Itulah Titrasi Asam Basa, Tujuan, Cara Kerja, Indikator, dan Pengertiannya 

Titrasi asam basa amat bermanfaat bagi penelitian yang dilakukan oleh para ahli di laboratorium. Dengan metode ini, para peneliti bisa dengan mudah mengungkapkan suatu keadaan ke dalam bentuk kuantitatif.

Setelah mempelajari definisi, tujuan, jenis, cara kerja, indikator, dan rumus titrasi asam basa, semoga kamu semakin paham akan materi titrasi asam basa hingga bisa mengerjakan soal terkait materi ini.

Bila ada bagian yang masih belum dimengerti, jangan sungkan untuk berdiskusi dengan teman atau bahkan dengan guru mata pelajaran Kimia. Semangat!


Klik dan dapatkan info kost di dekat kampus idamanmu:

Kost Dekat UGM Jogja

Kost Dekat UNPAD Jatinangor

Kost Dekat UNDIP Semarang

Kost Dekat UI Depok

Kost Dekat UB Malang

Kost Dekat Unnes Semarang

Kost Dekat UMY Jogja

Kost Dekat UNY Jogja

Kost Dekat UNS Solo

Kost Dekat ITB Bandung

Kost Dekat UMS Solo

Kost Dekat ITS Surabaya

Kost Dekat Unesa Surabaya

Kost Dekat UNAIR Surabaya

Kost Dekat UIN Jakarta