20 Nama Kue Tradisional Indonesia beserta Gambar dan Asal Daerahnya
Temukan berbagai macam kelezatan dari kue tradisional Indonesia dan asal daerahnya.
Warnanya bisa putih polos, cokelat karena gula merah, atau bahkan warna-warni dari pewarna alami. Biasanya jadi teman setia camilan sore sambil ngobrol santai.
Sejarahnya, getuk lahir di era sulit pangan pasca-Perang Dunia II, ketika beras sulit didapat. Singkong yang mudah ditanam jadi alternatif makanan pokok, lalu diolah jadi getuk.
Makanya, sampai sekarang getuk sering dianggap sebagai simbol ketabahan dan kesederhanaan orang Jawa.
7. Lemper

Lemper terbuat dari ketan pulen berisi abon atau daging ayam, dibungkus rapi dengan daun pisang. Rasanya gurih, bikin kenyang, dan praktis dibawa ke mana-mana.
Lemper juga jadi hidangan wajib di hajatan atau syukuran, karena dipercaya melambangkan eratnya ikatan persaudaraan.
Sejarahnya, lemper sudah ada sejak zaman kerajaan Jawa. Kata lemper dipercaya berasal dari ungkapan Jawa yen dilem atimu ojo memper yang artinya “kalau hati sedang senang, jangan sombong”.
8. Kue Cucur

Kue cucur berbentuk bulat pipih, bagian tengahnya tebal lembut sementara pinggirnya tipis renyah. Terbuat dari campuran tepung beras dan gula merah, rasanya manis gurih khas jajanan pasar.
Kue ini sudah lama jadi bagian budaya Betawi dan sering hadir di acara adat. Konon, bentuknya yang melebar melambangkan rezeki yang menyebar luas.
9. Dadar Gulung

Kalau lihat dadar gulung, pasti langsung teringat pancake versi tradisional. Kulit tipis berwarna hijau wangi pandan digulung rapi dengan isian unti kelapa parut manis dari gula merah. Rasanya lembut, legit, dan bikin susah berhenti ngemil.
Dadar gulung sudah ada sejak zaman kerajaan Jawa, biasanya disajikan untuk keluarga bangsawan. Sampai sekarang, kue ini jadi ikon jajanan pasar Nusantara yang selalu dicari.
10. Kue Apem

Kue apem berbentuk bulat mungil, dibuat dari campuran tepung beras, santan, dan tape singkong. Teksturnya agak kenyal dengan rasa manis lembut yang khas.
Tradisi Jawa, apem ada makna spiritual. Kata apem dipercaya berasal dari bahasa Arab afwan yang berarti ampunan. Makanya, kue ini sering disajikan di upacara adat atau saat ritual keagamaan sebagai simbol pengampunan dan doa.
11. Kue Putu

Kue putu berbentuk silinder kecil dengan isian gula merah cair, dikukus dalam cetakan bambu lalu ditaburi kelapa parut. Aroma wangi bambu kukusnya jadi kangen masa kecil.
Sejarahnya, putu diyakini sudah ada sejak era kolonial dan jadi jajanan rakyat yang populer di malam hari. Suara khas uap kukusan pedagang putu keliling pun sering jadi bagian nostalgia yang tidak tergantikan.
12. Lapis Legit

Lapis legit adalah kue berlapis tipis-tipis yang kaya rasa rempah seperti kayu manis, pala, dan cengkeh. Teksturnya padat, wangi, dan biasanya disajikan di hari raya atau acara spesial.
Sejarahnya, kue ini hasil perpaduan Sumatra dan Belanda di masa kolonial. Orang Belanda menyebutnya spekkoek atau “kue rempah”. Membutuhkan kesabaran membuat puluhan lapisan, lapis legit jadi simbol ketekunan sekaligus kemewahan.
13. Mendhut

Kue Mendhut adalah kue tradisional yang terbuat dari tepung ketan dengan isian parutan kelapa dan gula merah.
Biasanya kue ini dibungkus daun pisang, sehingga aromanya harum saat dikukus. Teksturnya kenyal dan rasanya manis gurih, cocok untuk camilan sore atau sajian saat acara tradisional.
Kue ini berasal dari Jawa Tengah dan Jawa Timur, daerah yang kaya dengan kuliner berbahan dasar ketan. Mendhut sering dijumpai di pasar-pasar tradisional dan tetap populer karena rasanya yang klasik namun selalu digemari.
14. Kue Nagasari

Nagasari adalah kue dari tepung beras dengan isian pisang, dibungkus daun pisang dan dikukus hingga matang.
Teksturnya lembut dan rasanya manis alami dari pisang, membuatnya cocok sebagai camilan pagi atau sore. Warna putih kue berpadu dengan hijau daun pisang memberikan tampilan yang cantik dan tradisional.
Kue Nagasari berasal dari Jawa dan Sumatra, khususnya di kalangan masyarakat yang gemar kue kukus tradisional. Kue ini biasanya hadir dalam berbagai acara, dari sarapan keluarga hingga jamuan adat.
15. Kue Talam

Kue Talam memiliki ciri khas dua lapisan; bagian bawah manis dari tepung beras atau singkong, sedangkan lapisan atas gurih dari santan.
Rasanya lembut dan kenyal, dengan kombinasi manis dan gurih yang seimbang. Kue ini biasanya dipotong kotak atau persegi kecil sehingga mudah disantap.
Asal Kue Talam adalah Betawi dan Melayu (Riau). Kue ini sering dijadikan sajian dalam acara adat, syukuran, atau sekadar camilan harian. Lapisan santannya membuat Talam tetap disukai banyak orang hingga kini.
Halaman: