Orang Kerja Berat Boleh Tidak Puasa? Ini Penjelasan Hukum dan Ketentuannya
Ini dia, penjelasan mengenai hukum berpuasa bagi seseorang dengan pekerjaan berat.
Puasa Ramadhan adalah ibadah yang wajib untuk dilaksanakan oleh setiap umat muslim di dunia, sehingga tidak boleh diabaikan dan harus dikerjakan.
Di sisi lain, terdapat orang-orang yang bekerja dengan pekerjaan berat, seperti halnya kuli, buruh, pekerja tambang, dan pekerja lapangan lainnya yang bisa merasa kesulitan jika menjalankan puasa.
Lalu, muncul pertanyaan apakah para pekerja berat boleh tidak berpuasa? Berikut, penjelasannya. 🚧👷🔍
Tentang Hukum Puasa bagi Orang yang Bekerja Berat
Di dalam Islam, ada keringanan bagi umat muslim dengan profesi tertentu yang kesulitan menghadapi ibadah puasa.
Melansir dari laman MUI Digital, dalam al Fiqh al Islami Wa Adillatuhu karya Syekh Wahbah al-Zuhaili mengutip dari pendapat Abu Bakar al-Ajiry menjelaskan mengenai hal ini, di mana poin-poin pentingnya yaitu:
– Jika seorang pekerja berat amat khawatir keselamatan nyawanya, maka boleh berbuka dan tetap menggantinya, dengan catatan jika pekerjaan tersebut benar-benar tidak bisa ditinggalkan dan berakibat fatal.
– Membatalkan puasa dapat menjadi dosa apabila pekerjaan tersebut ternyata masih bisa ditinggalkan dan tidak berdampak fatal.
– Membatalkan puasa boleh dilakukan karena uzur, jika setelah meninggalkan pekerjaan tersebut ternyata dampak buruknya masih terasa.
– Para pekerja seperti pandai besi, petani, pembuat roti, pekerja tambang, dan pekerja berat lainnya tetap wajib sahur dan niat puasa. Jika saat menjalankannya merasa khawatir berdampak buruk bagi dirinya, maka diperbolehkan puasa lalu mengganti puasanya di lain hari.
Sehingga, berdasarkan hal tersebut diketahui jika seseorang dengan pekerjaan berat tetap harus berniat puasa dan sahur seperti puasa biasanya umat muslim lain.
Namun, ketika merasa berat untuk dilanjutkan, boleh membatalkan puasa dan tidak dosa baginya, lalu menggantinya di luar waktu puasa Ramadan.
Hal ini juga serupa dengan apa yang dijelaskan Buya Yahya dalam salah satu konten YouTube Al-Bahjah TV.
Buya Yahya menjelaskan jika para pekerja berat tetap memiliki kewajiban puasa, kecuali di dalam perjalanannya dalam berpuasa merasa tidak mampu, maka boleh berbuka. Tapi jika mulai dari pagi niat untuk berbuka, hukumnya haram.
Yang tidak boleh adalah dari awal niat berbuka, karena bisa saja hari itu tidak jadi kerja diliburkan oleh atasannya. Sehingga, jika dari awal tidak berpuasa, maka dosa besar.
Penutup
Demikian, penjelasan mengenai hukum puasa bagi para pekerja berat. Semoga penjelasan ini membantu. 🙂✨
Referensi:
Bolehkah Pekerja Berat tidak Berpuasa Ramadhan dengan Alasan Beban dan Risiko Kerja? [Daring]. Tautan: https://mirror.mui.or.id/bimbingan-syariah/51859/bolehkah-pekerja-berat-tidak-berpuasa-ramadhan-dengan-alasan-beban-dan-risiko-kerja/
Bolehkah pekerja berat tidak berpuasa? Ini hukum penjelasannya [Daring]. Tautan: https://www.antaranews.com/berita/4688513/bolehkah-pekerja-berat-tidak-berpuasa-ini-hukum-penjelasannya
Hukum Puasa Bagi Pekerja Berat | Buya Yahya Menjawab [Daring]. Tautan: https://www.youtube.com/watch?v=DeyFTg889Ds
Klik dan dapatkan info kost di dekatmu:
Kost Jogja Murah
Kost Jakarta Murah
Kost Bandung Murah
Kost Denpasar Bali Murah
Kost Surabaya Murah
Kost Semarang Murah
Kost Malang Murah
Kost Solo Murah
Kost Bekasi Murah
Kost Medan Murah


