4 Perbedaan dan Persamaan Teks Eksposisi dan Teks Eksplanasi Beserta Contohnya

4 Perbedaan dan Persamaan Teks Eksposisi dan Teks Eksplanasi Beserta Contohnya — Bukan hal yang baru jika banyak yang masih menganggap bahwa teks eksposisi dan teks eksplanasi sering dianggap sebagai sesuatu yang sama atau serupa.

Padahal, kedua teks tersebut punya perbedaan yang jelas dan memiliki cirinya masing-masing.

Pada kesempatan ini Mamikos akan memberikan informasi perbedaan dan persamaan teks eksposisi dan teks eksplanasi beserta contohnya lengkap.

Pahami Perbedaan dan Persamaan Teks Eksposisi dan Eksplanasi di Sini

freepik.com/Jcomp

Seperti yang sudah Mamikos sebutkan bahwa pada kesempatan kali ini kamu akan mengetahui dengan saksama penjelasan dari perbedaan dan persamaan teks eksposisi dan teks eksplanasi beserta contohnya.

Jadi, pastikan membaca bahasan mengenai perbedaan dan persamaan teks eksposisi dan teks eksplanasi di uraian Mamikos ini sampai selesai.

Apa Itu Teks Eksplanasi dan Teks Eksposisi

Secara sederhana, teks eksplanasi bisa dipahami sebagai karangan terjadinya fenomena. Dan, teks eksposisi merupakan sebuah penyampaian pendapat tanpa memengaruhi.

Berikut ini merupakan penjelasan dari perbedaan teks eksplanasi dan teks eksposisi yang bisa Mamikos sampaikan:

Dalam Text Types in English (2003), Mark and Katty Anderson mengungkapkan bahwa teks eksplanasi merupakan sebuah bentuk teks yang di dalamnya menyajikan serangkaian peristiwa.

Teks eksplanasi merupakan karangan yang di dalamnya akan menceritakan terjadinya sebuah fenomena. Jenis teks tersebut mengandung pernyataan yang mempunyai hubungan sebab-akibat.

Pembaca akan memeroleh suatu pemahaman mengenai latar belakang terjadinya fenomena secara lebih jelas dan logis.

Sementara, teks eskposisi merupakan sebuah karangan yang di dalamnya berisi penyampaian gagasan tanpa punya tujuan untuk memengaruhi.

H. Dalman dalam bukunya bertajuk Keterampilan Menulis (2016) menjelaskan bahwa teks eksposisi adalah suatu karangan yang di dalamnya menjelaskan atau memaparkan pendapat, gagasan, keyakinan yang memerlukan fakta dan diperkuat dengan angka, statistik, peta dan grafis, tetapi tidak bersifat untuk memengaruhi pembaca.

a. Perbedaan teks eksplanasi dan teks eksposisi berdasarkan tujuannya:

Tujuan teks eksplanasi adalah untuk menyampaikan tentang mengapa atau bagaimana sesuatu hal dapat terjadi kepada pembaca.

Sementara, tujuan dari penyusunan teks eksposisi yakni memberi informasi atau keterangan tanpa memaksa orang lain untuk menerima gagasan atau informasi yang disampaikan tersebut.

b. Perbedaan teks eksplanasi dan teks eksposisi berdasarkan struktur:

Struktur dalam penyusunan teks eksplanasi terdiri atas beberapa antara lain:

Identifikasi persoalan:

Menjelaskan atau menggambarkan dengan detail sesuatu yang akan diuraikan. Sesuatu tersebut bisa berupa fenomena alam, budaya, sosial, dan info lainnya.

Rangkaian peristiwa:

Di dalamnya akan merinci proses kejadian yang relevan dengan fenomena. Terdapat juga keterangan mengapa dan bagaimana fenomena tersebut dapat terjadi, sehingga memunculkan pernyataan sebab-akibat.

Ulasan:

Komentar atau penilaian tentang konsekuensi atas kejadian yang dipaparkan di bagian sebelumnya.

Lalu, struktur dalam teks eksposisi terdiri atas beberapa antara lain:

Tesis:

Yang dimaksud dengan tesis adalah pernyataan pendapat. Biasanya akan berisi sebuah teori yang akan diperkuat argumen di bagian selanjutnya.

Pada bagian ini penulis akan menyampaikan sudut pandang tentang masalah yang dibahas pada teks.

Argumentasi:

Bukti atau alasan untuk memperkuat pernyataan dalam tesis sebelumnya. Argumentasi bisa berupa pertanyaan umum atau data hasil penelitian, pernyataan para ahli, maupun berbagai fakta berdasarkan referensi yang dapat dipercaya.

Reinteratsi (reinteration):

Pernyataan atau penegasan ulang pendapat di mana di bagian ini berisi penegasan ulang pendapat. Penegasan ulang akan berada di bagian akhir teks.

c. Ini adalah perbedaan teks eksplanasi dan teks eksposisi berdasarkan kaidah kebahasaan:

Kaidah kebahasaan dalam teks eksplanasi yakni sebagai berikut:

Sebagai karangan nonfiksi, teks eksplanasi akan lebih banyak menggunakan kata denotatif. Denotatif yang dimaksud menggunakan bahasa dengan maksud sebenarnya, tanpa ada lapis makna apa pun.

Teks eksplanasi akan memakai kaidah kebahasaan seperti pada teks prosedur dengan banyak konjungsi kasualitas. Misalnya saja sebab, karena, maka, sehingga, dan lain-lain.

Memakai kronologis dengan keterangan waktu. Misalnya lalu, kemudian, setelah, akhirnya, dan sejenisnya.

Sementara kaidah kebahasaan teks eksposisi yakni sebagai berikut:

  • Memakai adverbia/kata keterangan.
  • Memakai konjungsi atau kata penghubung pada teks. Konjungsi dapat berupa dan, atau, serta, dan lainnya.
  • Menggunakan verba yang menunjukkan perbuatan fisik/peristiwa atau disebut juga verba material.
  • Menggunakan verba yang menunjukkan hubungan intensitas dan kepemilikan, yang disebut juga verba relasional.
  • Menggunakan verba yang menerangkan persepsi seperti melihat atau merasa.
  • Menggunakan verba yang menerangkan afeksi seperti suka atau khawatir.
  • Menggunakan verba yang menerangkan kognisi seperti berpikir atau memahami.

Perbedaan dan Persamaan Teks Eksposisi dan Eksplanasi Keseluruhan

Perlu kamu ketahui bahwa adanya perbedaan bukan hanya terletak pada fungsinya saja.

Tetapi juga ada dalam tata bahasa yang digunakan serta struktur paragraf di dalamnya.

Terdapat beberapa ciri-ciri bahasa dan struktur teks eksposisi serta teks eksplanasi yang bisa dapat kamu sadari sebagai berikut:

1. Ciri-ciri Penggunaan Bahasa Teks Eksposisi

Beberapa ciri-ciri bahasa yang digunakan dalam teks eksposisi adalah sebagai berikut:

  • Menjelaskan segala informasi yang adalah pengetahuan
  • Memakai gaya pemaparan informasi yang bersifat persuasif/mengajak
  • Penyampaian informasi harus secara lugas menggunakan bahasa baku
  • Penulis bersifat objektif/tidak berpihak)
  • Hanya boleh menyajikan data berupa fakta sebagai alat berkontritasi dan berkontribusi

2. Ciri-Ciri Penggunaan Bahasa Teks Eksplanasi

Beberapa ciri-ciri bahasa yang digunakan dalam teks eksplanasi adalah sebagai berikut:

  • Fokus kepada hal umum yang berkaitan dengan fenomena alam maupun sosial
  • Akan banyak menggunakan kata kerja material dan relasional
  • Memakai konjungsi waktu dan kausal
  • Menggunakan kalimat pasif
  • Menggunakan istilah-istilah ilmiah
  • Menggunakan bahasa yang ringkas, menarik, dan jelas

3. Struktur dari Teks Eksposisi

Beberapa struktur teks eksposisi antara lain adalah sebagai berikut:

a. Tesis

Tesis jadi bagian dalam teks eksposisi yang di dalamnya berisi sudut pandang dari penulis mengenai permasalahan yang akan diangkat/ditulis.

b. Argumentasi

Argumentasi adalah suatu bagian bukti dalam teks eksposisi yang di dalamnya berisi bukti atau alasan untuk memperkuat pendapat atau melemahkan pernyataan dalam tesis.

c. Penegasan Ulang (Simpulan)

Simpulan akan jadi bagian akhir dari teks eksposisi yang mengandung pernyataan seperti di awal tesis.

4. Struktur dari Teks Eksplanasi

Beberapa struktur teks eksplanasi antara lain adalah sebagai berikut:

a. Pernyataan Umum

Pernyataan umum jadi bagian yang memuat segala informasi singkat tentang topik pembahasan.

b. Deretan Penjelasan

Deretan penjelasan jadi bagian yang berisi urutan serta uraian pernyataan dari kejadian/peristiwa.

c. Bagian Interpretasi

Bagian interpretasi akan jadi bagian akhir dari teks eksplanasi yang di dalamnya berisi pendapat singkat berupa kesimpulan dari topik pembahasan.

Contoh Teks Eksposisi dan Teks Eksplanasi

A. Contoh Teks Eksplanasi: Gempa Bumi

Pernyataan umum

Gempa bumi adalah getaran atau guncangan yang diakibatkan karena adanya pergeseran atau pergerakan lapisan batu bumi yang asalnya dari dasar permukaan bumi.

Peristiwa alam satu ini sering terjadi di daerah yang lokasinya berada di dekat gunung berapi atau gunung yang masih aktif, juga di daerah yang dikelilingi lautan yang luas.

Deretan penjelas

Gempa bumi terjadi akibat pergeseran atau gerakan lapisan dasar bumi dan letusan gunung berapi yang sangat hebat. Selain itu, gempa bumi juga terjadi begitu cepat yang berdampak sangat besar bagi lingkungan di sekitarnya.

Getaran gempa bumi yang sangat besar ini dapat merambat ke segala arah sehingga bisa meratakan bangunan dan memakan korban jiwa.

Berdasarkan penyebab terjadinya, gempa bumi dapat dikelompokkan menjadi dua jenis, yakni gempa vulkanik dan gempa tektonik.

Gempa tektonik terjadi karena lapisan kerak bumi menjadi lunak sehingga mengalami pergeseran atau pergerakan.

Dari teori ‘Tektonik Plate’ terdapat penjelasan bahwa bumi kita terdiri dari beberapa lapisan buatan. Sebagian besar daerah lapisan kerak tersebut akan hanyut dan mengapung di lapisan, seperti salju.

Lapisan tersebut bergerak sangat lambat sehingga akan terpecah-pecah dan bertabrakan satu sama lain. Itu lah mengapa gempa bumi terjadi.

Sementara, gempa bumi vulkanik diakibatkan adanya letusan gunung berapi yang besar. Gempa vulkanik terjadi lebih jarang dibandingkan dengan gempa tektonik.

Interpretasi

Gempa bumi dapat terjadi kapan saja, tanpa mengenal musim. Meski begitu, konsentrasi gempa memiliki kecenderungan terjadi di tempat-tempat tertentu saja, seperti pada perbatasan plat Pasifik.

B. Contoh Teks Eksposisi: Peran dan Manfaat WTO

Tesis

Globalisasi memberi sebuah dampak berupa perubahan pada pasar internasional. Salah satunya yaitu perdagangan bebas yang dipandang sebagai sebuah upaya untuk meningkatkan daya saing di bidang ekonomi.

Argumentasi

Indonesia menganut perekonomian terbuka sehingga sangat sulit untuk mengelak dari dinamika ekonomi internasional yang kini semakin mengglobal.

Konsekuensinya, pasar domestik Indonesia sulit terlepas dari gejolak pasar dunia yang semakin bebas. Hal tersebut dikarenakan adanya kebijakan unilateral dan ratifikasi kerja sama perdagangan internasional (regional dan global).

Penegasan ulang

World Trade Organization (WTO) atau Organisasi Perdagangan Dunia adalah satu-satunya badan internasional yang secara khusus akan mengatur masalah perdagangan antarnegara.

Sistem perdagangan multilateral WTO sudah diatur melalui suatu persetujuan yang berisi berbagai aturan dasar perdagangan sebagai hasil perundingan yang sudah ditandatangani negara-negara anggotanya.

Sebagai dampak globalisasi, perdagangan bebas kemudian dipandang sebagai upaya meningkatkan daya saing ekonomi. Untuk menciptakan persaingan sehat, WTO juga mengatur perdagangan antarnegara.

Sumber asli: Pasti Bisa Bahasa Indonesia untuk SMA/MA Kelas C (Tim Ganesha Operation)

Demikian Mamikos akhiri bahasan perbedaan dan persamaan teks eksposisi dan teks eksplanasi beserta contoh sebagaimana penjelasan Mamikos di atas.

Semoga saja apa yang telah kamu baca dan simak dengan saksama dari penjelasan perbedaan dan persamaan teks eksposisi dan teks eksplanasi beserta contohnya tersebut dapat menjadi bahan pemahaman baru.


Klik dan dapatkan info kost di dekat kampus idamanmu:

Kost Dekat UGM Jogja

Kost Dekat UNPAD Jatinangor

Kost Dekat UNDIP Semarang

Kost Dekat UI Depok

Kost Dekat UB Malang

Kost Dekat Unnes Semarang

Kost Dekat UMY Jogja

Kost Dekat UNY Jogja

Kost Dekat UNS Solo

Kost Dekat ITB Bandung

Kost Dekat UMS Solo

Kost Dekat ITS Surabaya

Kost Dekat Unesa Surabaya

Kost Dekat UNAIR Surabaya

Kost Dekat UIN Jakarta