Advertisement
Source : Canva/@interstid

5 Perbedaan Pegawai Kontrak dan Tetap di BUMN 2025, Mana yang Lebih Menguntungkan?

Sudah siap menajdi insan BUMN? Yuk, cek perbedaan oegawai kontrak dan tetap di BUMN.

18 Maret 2025 Nuril Hidayah

2. Gaji dan Tunjangan

Pegawai tetap biasanya mendapatkan gaji bulanan yang stabil dengan berbagai tunjangan seperti THR, tunjangan kesehatan, dana pensiun, dan bonus tahunan. 

Selain itu, mereka juga mendapatkan perlindungan kerja yang lebih baik, termasuk asuransi kesehatan yang lebih luas dan fasilitas lainnya yang diberikan oleh perusahaan.

Sementara itu, pegawai kontrak kadang memiliki gaji pokok yang lebih tinggi dibandingkan pegawai tetap untuk posisi yang sama. Namun, mereka sering kali tidak mendapatkan tunjangan yang sama seperti pegawai tetap. 

Pegawai kontrak BUMN juga belum tentu mendapatkan bonus tahunan atau jaminan pensiun, yang bisa menjadi pertimbangan bagi kamu yang ingin kestabilan finansial jangka panjang.

3. Jenjang Karier

Bagi pegawai tetap, jenjang karier lebih jelas. Kamu memiliki kesempatan untuk dipromosikan ke posisi yang lebih tinggi seiring dengan bertambahnya pengalaman dan pencapaian mereka di perusahaan. 

Pegawai tetap juga lebih sering mendapatkan kesempatan untuk mengikuti pelatihan dan pengembangan profesional yang dapat meningkatkan keterampilan mereka di tempat kerja.

Di sisi lain, pegawai kontrak biasanya memiliki jenjang karier yang lebih terbatas. Jika ingin mendapatkan promosi, mungkin harus mengikuti seleksi ulang atau bergantung pada kebijakan perusahaan dalam mengangkat pegawai kontrak menjadi pegawai tetap. 

Oleh karena itu, pegawai kontrak sering kali harus mencari peluang di tempat lain jika ingin meningkatkan jenjang kariernya lebih cepat.

7 Rekomendasi Kampus BUMN Untuk Calon Mahasiswa Baru 2025, Bagaimana Peluang Kerjanya?

4. Hak Cuti dan Fasilitas Lainnya

Pegawai tetap biasanya mendapatkan hak cuti yang lebih lengkap, seperti cuti tahunan, cuti sakit, cuti melahirkan, dan bahkan cuti besar. 

Selain itu, pegawai tetap juga bisa mendapatkan gaji yang tetap dibayarkan selama cuti, sehingga tidak perlu khawatir kehilangan pendapatan saat mengambil libur.

Pegawai kontrak juga memiliki hak cuti, tetapi jumlah hari cuti dan aturan penggunaannya bisa berbeda tergantung kebijakan perusahaan. 

Dalam beberapa kasus, pegawai kontrak harus menyesuaikan diri dengan aturan yang lebih ketat terkait cuti, dan beberapa perusahaan mungkin tidak memberikan gaji selama cuti diambil.

5. Peluang Diangkat Menjadi Pegawai Tetap

Pegawai tetap sudah pasti memiliki status permanen sejak awal, sehingga tidak perlu memikirkan kemungkinan pemutusan kontrak. Pegawai dengan status tetap di BUMN juga bisa fokus dalam bekerja dan membangun karier jangka panjang. 

Sebaliknya, pegawai kontrak memiliki peluang untuk diangkat menjadi pegawai tetap jika menunjukkan kinerja yang baik dan perusahaan membuka kesempatan tersebut. 

Namun, tidak semua pegawai kontrak memiliki kesempatan ini, karena keputusan pengangkatan menjadi pegawai tetap sepenuhnya bergantung pada kebutuhan perusahaan.

Contoh Soal Tes Verbal, Numerik, Deret, Ketelitian, dan Gambar untuk Daftar Rekrutmen BUMN

Mana yang Lebih Menguntungkan?

  • Jika kamu mencari kestabilan dan jenjang karier jangka panjang, menjadi pegawai tetap adalah pilihan terbaik. Ini cocok bagi kamu yang ingin memiliki kepastian finansial dan kesempatan untuk berkembang dalam satu perusahaan.
  • Jika kamu ingin fleksibilitas, pengalaman beragam, dan peluang lebih cepat untuk mendapatkan gaji lebih tinggi, pegawai kontrak bisa menjadi pilihan. Cocok buat kamu yang ingin eksplorasi karier atau mencoba berbagai bidang sebelum menetap di satu posisi.

Range Gaji Pegawai Kontrak vs Pegawai Tetap di BUMN

Struktur kepegawaian BUMN terdapat dua jenis status pekerjaan, yaitu pegawai kontrak dan pegawai tetap. Perbedaan status ini tentu berpengaruh pada jumlah gaji serta benefit yang diterima.

Berikut adalah perbandingan gaji antara pegawai kontrak dan pegawai tetap di beberapa BUMN ternama di Indonesia:

1. Pertamina

  • Pegawai Kontrak: Gaji berkisar antara Rp5 juta hingga Rp15 juta per bulan, tergantung posisi dan pengalaman kerja.
  • Pegawai Tetap: Gaji lebih variatif, misalnya posisi Accounting menerima sekitar Rp4,2 juta per bulan, Legal Officer Rp6 juta, Supervisor Rp8,6 juta, hingga Manager yang dapat menerima Rp22,5 juta per bulan.

Halaman:

Advertisement