7 Perbedaan Rumah Subsidi, Komersil, dan Cluster beserta Contohnya di Indonesia
Rumah subsidi, komersil, dan cluster memiliki perbedaan yang cukup signifikan, khususnya dalam segi target pembeli, harga, sistem keamanan, fasilitas, dan lingkungan. Ketahui apa saja perbedaan diantara ketiganya dalam artikel ini!
- Rumah subsidi adalah program pemerintah untuk MBR dengan fasilitas dasar dan syarat penghasilan tertentu; rumah komersil dibangun oleh pengembang untuk pasar umum dengan tujuan profit; cluster adalah tipe komersil gated community berdesain seragam dan fasilitas premium.
- Harga, spesifikasi & aturan renovasi: Subsidi lebih murah (±Rp150–220 juta), material dan ukuran standar (luas bangunan 21–36 m²) serta renovasi dibatasi; komersil/cluster harganya jauh lebih tinggi, material dan desain lebih baik, ukuran variatif, fasilitas lengkap, dan renovasi bebas.
- Skema pembelian & potensi investasi: Subsidi pakai FLPP/KPR bunga flat ~5%, DP ringan (~1%), tenor ≤20 tahun dan fokus pada keterjangkauan; komersil/cluster mengikuti pasar (suku bunga awal tetap lalu floating 8–12%), DP biasanya 10–20% dan tenor lebih panjang, serta memiliki potensi kenaikan nilai jual lebih baik.
Kebutuhan akan hunian selalu meningkat setiap tahunnya, untuk memenuhi kebutuhan tersebut, terdapat banyak jenis rumah dengan pangsa pasarnya masing-masing, termasuk perumahan subsidi, komersil, dan cluster.
Sebelum memutuskan membeli hunian, tentunya sangat penting untuk mengetahui perbedaan rumah subsidi, komersil, dan cluster untuk menemukan hunian yang benar-benar ideal sesuai dengan kebutuhan dan budget.
Dalam artikel ini, Mamikos akan jelaskan detail perbedaannya! 🏘
Daftar Isi
Apa itu Rumah Subsidi, Komersil, dan Cluster?

Pengertian Rumah Subsidi
Rumah subsidi atau biasa disebut juga dengan istilah rumah KPR subsidi adalah sebuah program bantuan hunian dari pemerintah untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).
Melalui program ini, masyarakat diharapkan dapat memiliki akses yang lebih mudah terkait kepemilikan hunian yang layak dengan suku bunga lebih rendah serta cicilan yang lebih ringan.
Untuk bisa mendapatkan rumah subsidi, masyarakat dapat memperolehnya dengan menggunakan skema cicilan KPR, baik itu dilakukan secara konvensional maupun syariah.
Dengan harga yang lebih rendah, biasanya fasilitas yang diberikan pun seadanya dan hanya meliputi kebutuhan dasar seperti kamar tidur, kamar mandi, dapur, dan ruang tamu saja.
Pengertian Rumah Komersial
Rumah komersil adalah jenis hunian yang dibangun oleh pengembang swasta maupun individu yang dipasarkan secara bebas dan tidak ada kaitannya dengan subsidi dari pemerintah.
Berbeda dengan subsidi yang dijual dengan harga lebih rendah, rumah komersil biasanya akan mengikuti mekanisme pasar, fasilitas yang diberikan, spesifikasi bangunan, dan lokasi dibangun, sehingga harganya cukup beragam dan lebih tinggi.
Jika merujuk pada UU No. 1 Tahun 2011 tentang Perumahan dan Kawasan Permukiman, rumah komersil adalah sebuah rumah yang dibangun dengan tujuan untuk mendapatkan keuntungan.
Keuntungan tersebut bisa didapatkan melalui penjualan atau penyewaan. Ada banyak tipe rumah komersil yang dijual, termasuk rumah tapak, rumah deret, dan lain sebagainya.
Pengertian Rumah Cluster
Rumah cluster merupakan sebuah rumah yang dibangun di kompleks hunian yang memiliki desain seragam yang di area atau lokasi yang tertutup (gated community).
Kawasan cluster biasa ya menggunakan one gate system atau sistem satu pintu serta keamanan terjaga selama 24 jam. Rumah ini juga sebenarnya masuk ke dalam kategori rumah komersil.
Rumah-rumah di area cluster umumnya tidak memiliki pagar sehingga memberikan kesan hang lebih rapi dan eksklusif.
Di area cluster nuga biasanya dilengkapi dengan berbagai fasilitas khusus seperti clubhouse, kolam renang, taman, jogging track, ataupun yang lainnya yang dapat menambah kenyamanan untuk para penghuni. Harga rumah cluster biasa ya jauh lebih mahal karena kualitas dan fasilitas yang ditawarkan lebih premium
Seperti Apa Perbedaan Rumah Subsidi, Komersil, dan Cluster?
Meskipun ketiganya memiliki fungsi yang sama yaitu sebagai hunian atau tempat tinggal. Rumah subsidi, komersil, dan cluster tetap memiliki perbedaan yang cukup signifikan. Untuk membantu kamu memahami perbedaanya, berikut penejelasan mengenai masing-masing tipe rumah.
1. Tujuan Pembangunan & Kriteria Pembeli
- Rumah Subsidi: Ditujukan untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Terdapat beberapa kriteria yang harus dipenuhi untuk bisa membeli rumah subsidi, termasuk maksimal penghasilan Rp6.000.000 untuk yang belum menikah dan Rp8.000.000 untuk yang sudah menikah.
- Rumah Komersil & Cluster: Ditujukan untuk masyarakat secara umum, pembangunannya biasanya akan disesuaikan dengan permintaan pasar, harga properti, serta spesifikasi bangunan yang diinginkan oleh calon pembeli atau konsumen.
Halaman:



