Source : Harry Thomas/Pexels.com

7 Perbedaan Rumah Subsidi, Komersil, dan Cluster beserta Contohnya di Indonesia

Rumah subsidi, komersil, dan cluster memiliki perbedaan yang cukup signifikan, khususnya dalam segi target pembeli, harga, sistem keamanan, fasilitas, dan lingkungan. Ketahui apa saja perbedaan diantara ketiganya dalam artikel ini!

18 Mei 2026 M Ansor

2. Harga Properti

  • Rumah Subsidi: Dibanderol dengan harga yang cukup terjangkau, berada di kisaran Rp150 s.d Rp220 juta dan telah dipatok oleh pemerintah.
  • Rumah Komersil & Cluster: Harga jauh lebih mahal dan mengikuti mekanisme pasar, beberapa diantaranya bisa mencapai miliaran rupiah.

3. Spesifikasi Bangunan & Fasilitas yang Ditawarkan

Dengan perbedaan harga yang cukup mencolok, hal tersebut juga mempengaruhi spesifikasi dan fasilitas yang ditawarkan, berikut adalah perbedaannya: 

Rumah Subsidi

  • Kualitas material bangunan: Rumah subsidi secara umum menggunakan material bangunan yang standar namun tetap layak dan aman untuk dihuni, contohnya lantai hanya menggunakan keramik biasa, kusen kayu standar, dan material standar lainnya.
  • Luas rumah: Lebih terbatas dan telah diatur oleh Undang-Undang. Dimana berdasarkan aturan Keputusan Menteri PUPR No.995/KPTS/M/2021, luas tanah untuk rumah subsidi minimal di angka 60 meter persegi dan maksimal 200 meter persegi dan luas bangunan mulai dari 21 hingga 36 meter persegi.
  • Desain rumah: Seragam dan terbatas. Desain sederhana dan tidak banyak ornamen.
  • Fasilitas Umum: Biasanya terbatas dan standar, hanya fasilitas lingkungan yang dasar saja.
  • Aturan renovasi: Terdapat aturan ketat terkait renovasi, namun pemilik tetap bisa melakukan renovasi ruangan seperti perbaikan kerusakan tanpa mengubah komponen rumah. Penambahan teralis, kanopi, atau pagar. Serta terdapat aturan mengenai lahan terbuka. Untuk renovasi besar-besaran baru diperbolehkan setelah cicilan berjalan 5 tahun pembayaran. Pemilik juga tidak diperbolehkan menambah lantai bangunan menjadi rumah 2 lantai.
11 Rekomendasi Rumah di Daerah Cilandak, Cocok untuk Hunian atau Investasi

Rumah Komersil & Cluster 

  • Kualitas material bangunan: rumah komersil secara umum.menggunakan material bangunan yang lebih unggul, contohnya menggunakan lantai dari granit, baja ringan tebal, atay pintu kayu/baja.
  • Luas rumah: Tidak ada aturan pemerintah yang membatasi dan biasanya lebih variatif, luas bangunannya mulai dari 36 hingga ratusan meter persegi. Karena lebih fleksibel, rumah komersil bisa memiliki ukuran yang lebih besar dan bervariasi.
  • Desain rumah: Lebih variatif, modern, dan estetik. Biasanya memiliki ciri atau gaya tertentu seperti modern minimalis, industrial, ataupun yang lainnya.
  • Fasilitas Umum: Fasilitas biasanya jauh lebih lengkap dan.premium seperti one gate system, keamanan 24 jam, clubhouse, taman, kolam renang, ataupun yang lainnya.
  • Aturan renovasi: Tidak ada aturan pemerintah yang mengikat, pemilik rumah dapat merenovasi rumah sesuai dengan keinginan dan kebutuhan.

4. Lokasi Perumahan

  • Rumah subsidi: Lokasinya tersebar di berbagai wilayah yang berkembang, umumnya di wilayah penyangga kota besar atau area pinggiran.
  • Rumah komersil & cluster: Lokasinya lebih variatif, strategis, dan premium. Bisa ditemukan di pusat kota atau area komersial yang sangat eksklusif. 

5. Potensi Investasi

  • Rumah subsidi: Nilai jual tidak selalu tinggi karena rumah jenis ini lebih difokuskan pada kebutuhan pemenuhan tempat tinggal dibandingkan investasi.
  • Rumah komersil & cluster: Memiliki peluang yang lebih baik karena dibangun di lokasi yang strategis serta dilengkapi dengan fasilitas premium yang dapat menambah nilai jual properti. 

6. Skema Pembelian Rumah

Rumah Subsidi

Rumah subsidi dapat dibeli menggunakan Kredit Kepemilikan Rumah (KPR) dengan skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) yang dilengkapi oleh aturan cukup ketat. Berikut detailnya:

  • Suku bunga: Flat (tetap) dengan besaran 5% sampai masa tenor berakhir.
  • Uang Muka (DP): Pembayaran DP sangat ringan mulai dari 1% saja.
  • Tenor: Maksimal 20 tahun masa cicilan.

Rumah Komersil & Cluster

Sistem pembelian rumah komersil dan cluster tidak ada batasan atau aturan yang mengikat dari pemerintah. Biasanya hanya akan disesuaikan dengan aturan atau kebijakan dari pihak pengembang dan bank penyalur saja. Berikut detailnya:

  • Suku bunga: Biasanya fixed rate atau bunga tetap terlebih dahulu di 1-3 tahun awal, selanjutnya akan menggunakan suku bunga floating atau menyesuaikan pasar dengan besaran antara 8% hingga 12%.
  • Uang Muka (DP): Umumnya lebih besar berkisar antara 10% sampai 20% dari harga jual, namun beberapa pengembang menawarkan program DP 0%.
  • Tenor: Masa cicilan lebih panjang bisa sampai 25 atau 30 tahun.

Halaman: