25 Contoh Perilaku yang Tidak Sesuai dengan Nilai-nilai Pancasila Lengkap
Bagi orang yang tidak memahami nilai yang terkandung dalam Pancasila, tentu akan memiliki sikap yang tidak sesuai dengan nilai Pancasila. Simak contoh perilakunya di sini.
2. Kemanusiaan yang Adil dan Beradab
Sebagai sesama makhluk ciptaan Tuhan, maka setiap manusia memiliki harkat, martabat, serta derajat yang sama.
Untuk mewujudkan perilaku yang sesuai dengan sila kedua ini, perlu dikembangkan nilai-nilai berikut:
- Saling mencintai sesama manusia tanpa membeda-bedakan ras, suku, atau agama.
- Tidak menyakiti perasaan orang lain dan mengakui adanya persamaan harkat, martabat, dan derajat.
- Menjunjung tinggi tenggang rasa dan saling menghargai, baik antar anggota keluarga, teman, atau di lingkungan masyarakat.
- Selalu melakukan kegiatan kemanusiaan, misalnya membantu teman atau tetangga yang sedang kesulitan.
3. Persatuan Indonesia

Advertisement
Sila ketiga tidak lepas dari rasa nasionalisme atau sikap cinta tanah air yang tertanam dalam diri setiap individu.
Dengan menanamkan rasa nasionalisme, maka individu akan menciptakan persatuan bangsa yang tidak mudah terpecah belah.
Untuk mewujudkan persatuan Indonesia, maka perlu dikembangkan nilai-nilai berikut: Menjunjung tinggi budaya gotong royong.
- Menempatkan kepentingan negara di atas kepentingan pribadi demi terciptanya persatuan dan kesatuan.
- Rela berkorban demi bangsa dan negara.
- Menunjukkan rasa cinta tanah air, salah satunya dengan cara tidak membuat kerusakan dan menjaga lingkungan sekitar.
- Bangga sebagai bangsa Indonesia dengan memakai produk-produk lokal atau buatan dalam negeri.
4. Kerakyatan yang Dipimpin Oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan
Sila keempat mencerminkan adanya demokrasi dan rakyat sebagai pemegang kekuasaan tertinggi.
Dalam demokrasi, pengambilan keputusan dilakukan dengan cara musyawarah dengan semangat kekeluargaan demi kepentingan bersama.
Nilai-nilai yang perlu dikembangkan untuk mewujudkan sila keempat ini antara lain:
- Mengakui bahwa setiap manusia memiliki persamaan kedudukan, hak, dan kewajiban.
- Saling menghargai dengan tidak memaksakan kehendak pada orang lain.
- Pengambilan keputusan harus melalui musyawarah demi kepentingan bersama.
- Menghormati dan menjunjung tinggi hasil musyawarah dan melaksanakan keputusan yang sudah disepakati bersama dengan penuh tanggung jawab.