10 Contoh Peristiwa Perubahan Wujud Mengkristal dalam Kehidupan Sehari-hari
Perubahan wujud mengkristal jarang ditemui dalam kehidupan sehari-hari, tidak seperti penguapan atau pembekuan. Apa saja contoh peristiwanya? Simak dalam artikel berikut yuk.
Contoh Peristiwa Perubahan Wujud Mengkristal
Contoh-contoh dari perubahan wujud mengkristal ini adalah sebagai berikut:
1. Pembentukan Salju
Contoh peristiwa perubahan wujud mengkristal pertama adalah pembentukan salju melalui proses presipitasi.
Salju padat terbentuk langsung dari uap air yang merupakan gas. Pembentukan salju dengan kristalisasi terjadi pada suhu rendah antara minus 12 dan minus 15 derajat Celcius.
2. Embun Beku
Di musim dingin, kamu sering melihat es terbentuk di atap rumah dan di dedaunan tanaman, bukan?
Es tersebut adalah embun beku yang terbentuk akibat peristiwa kristalisasi.
Ketika suhu sekitar sangat dingin, uap air (fase gas) langsung mengkristal dan berubah menjadi es (fase padat) di permukaan benda. Uap air membeku tanpa mencair terlebih dahulu.
3. Jelaga Hitam di Knalpot
Contoh peristiwa kristalisasi lainnya adalah munculnya jelaga hitam di pipa knalpot.
Selain knalpot, jelaga hitam sering terlihat di cerobong asap atau mesin yang menggunakan bahan bakar fosil seperti minyak, batu bara, dan gas alam.
Jelaga dihasilkan dari gas pembakaran yang mengkristal dan berubah menjadi partikel hitam, membentuk jelaga di knalpot mobil. Jadi, tidak usah heran mengapa knalpot kamu tiba-tiba menghitam.
4. Es Kering
Es kering banyak digunakan sebagai pendingin, dalam persiapan berbagai makanan, dan untuk menciptakan efek berkabut dan berasap untuk presentasi.
Es kering ini terbuat dari gas karbon dioksida yang dikompresi dan menjadi zat padat pada suhu sekitar minus 57 derajat Celcius.
5. Garam
Garam merupakan komoditas yang sangat penting bagi kehidupan kita, tidak hanya saat memasak, tetapi juga tubuh kita sendiri membutuhkan garam yang cukup setiap harinya.
Selain itu, banyak petani yang tinggal di lepas pantai bekerja sebagai petani garam.
Kebanyakan dari mereka masih membuat garam dengan cara tradisional. Ada dua proses yang dikenal yaitu proses penguapan sinar matahari dan proses perebusan. Kedua proses ini memiliki hasil yang berbeda.
Hasil garam dari proses penguapan tidak lebih halus dari garam yang dihasilkan pada proses perebusan. Ini karena semua air laut direbus dengan api besar.
Air rebusan berangsur-angsur menguap, meninggalkan endapan berupa kristal garam. Inilah proses kristalisasi garam yang dilakukan petani tradisional dan hasilnya bisa kita gunakan sekarang.
Halaman:

