11 Persiapan Anak SMA yang Akan Kuliah, Catat ya Sebelum Menyesal!
Pindah dari SMA ke kuliah ternyata membutuhkan strategi khusus. Simak panduan persiapan kuliah paling lengkap di sini!
3. Persiapan Administrasi dan Dokumen

Sebagai calon mahasiswa baru, sangat penting untuk mempersiapkan berbagai dokumen yang berkaitan dengan seleksi masuk dan data diri. Misalnya saja akun SNPMB, ijazah, Kartu Keluarga (KK), akta kelahiran, nilai rapor, hingga portofolio.
Untuk memudahkan pencarian, selain perlu mengelompokkan semua dokumen pada satu tempat yang mudah dijangkau, kamu juga bisa melakukan digitalisasi. Simpan file tersebut pada satu folder Google Drive yang rapi agar bisa diakses dari berbagai device.
4. Persiapan Biaya Kuliah

Cari tahu biaya yang perlu kamu keluarkan untuk kuliah karena biaya yang dibutuhkan pasti tidak sedikit. Pahami skema Uang Kuliah Tunggal (UKT) yang diterapkan di masing-masing Perguruan Tinggi.
Semakin tinggi golongan UKT yang kamu pilih, biaya kuliah pun semakin mahal. Penggolongan UKT tersebut didasarkan pada banyak faktor yang salah satunya adalah kondisi keuangan orang tua.
Tidak ada salahnya melakukan riset jurusan dan biaya UKT di setiap kampus sekaligus memanfaatkan peluang beasiswa yang mungkin dibuka. Dengan demikian, biaya kuliahmu menjadi lebih ringan.
5. Persiapan Lingkungan Tempat Tinggal (Khusus Mahasiswa Rantau)

Memilih tempat tinggal untuk memudahkanmu selama menjadi mahasiswa sering kali terasa gampang-gampang susah.
Bagi kamu yang memiliki kerabat dan sudah paham seluk-beluk kampus tujuan, tentu hal ini sangat mudah.
Namun, kamu yang harus tinggal sendiri karena jauh dari orang tua dan kerabat perlu mempertimbangkan tempat tinggal seperti kos, asrama, kontrakan, atau apartemen.
Lakukan survei lokasi jarak tempat tinggal ke kampus, transportasi yang akan kamu gunakan, tempat makan murah di sekitar tempat tinggal, laundry, tempat nongkrong, hingga keamanan lingkungan sekitar.
6. Persiapan Mental Menghadapi “Culture Shock”

Bersiaplah untuk menghadapi dunia yang baru dan berbeda dari dunia putih abu-abu. Menjadi mahasiswa tidak hanya identik dengan dunia perkuliahan, jalan-jalan dengan teman, mengerjakan tugas di cafe, dan hal-hal yang terlihat menyenangkan lainnya.
Kamu perlu mempersiapkan mental dengan perubahan ritme belajar. Berbanding terbalik dengan jam belajar di bangku sekolah yang teratur, belajar di kampus ternyata menuntut mahasiswa untuk beradaptasi dengan jam kuliah yang berbeda-beda.
“Culture shock” lain yang perlu kamu hadapi adalah karakter dosen yang berbeda-beda. Ada dosen yang sangat royal dalam memberikan nilai A, ada pula dosen yang sangat selektif dalam memberikan nilai A. Jadi, sepandai apa pun mahasiswa di kuliah tersebut, tidak akan ada yang mendapatkan nilai sempurna.
Dunia kuliah yang lebih beragam juga memungkinkanmu bertemu dengan mahasiswa lain dari seluruh Indonesia. Kemampuan beradaptasi dan rasa toleransi sangat diperlukan. Cari teman satu frekuensi yang akan membuatmu nyaman selama kuliah di kampus tersebut.
7. Persiapan Manajemen Waktu

Dunia kuliah tidak terpusat pada nilai akademik saja. Tanpa manajemen waktu yang baik, akan sangat sulit bertahan dan bersaing dengan teman-teman kuliah.
Jika selama ini kamu hanya mengandalkan jam dinding kamar untuk mengingatkan waktu masuk sekolah dan waktu belajar, kini kamu perlu aplikasi tambahan.
Gunakan Google Calendar atau Notion untuk mencatat jadwal kuliah, tugas dari dosen beserta deadline-nya, hingga rapat organisasi yang kamu ikuti.
Jangan lupa kuasai skill dasar Microsoft Office untuk memudahkanmu mengerjakan tugas-tugas dari dosen. Pembuatan makalah, paper, resume jurnal, presentasi menggunakan Power Point, dan hitungan dengan Excel adalah hal biasa yang akan sering kamu lakukan.
Manajemen waktu yang baik juga sangat dibutuhkan apabila kamu ingin ikut organisasi di kampus. Banyak mahasiswa yang menyesal hanya fokus kuliah tanpa mengikuti kegiatan tambahan karena khawatir tidak bisa membagi waktu.
Halaman:

