Plafon yang Bagus Terbuat dari Bahan Apa? Ini Rekomendasi yang Awet dan Tahan Lama
Apakah kamu sedang mencari rekomendasi bahan plafon yang bagus? Yuk, cari tahu rekomendasi bahan plafon yang awet dan tahan lama di sini!
4. Plafon Metal

Awalnya, plafon dengan bahan metal ini sering digunakan pada bangunan komersial. Tetapi, dalam beberapa tahun belakangan ini banyak rumah modern yang mengusung konsep industrial banyak yang menggunakannya.
Alasannya tidak hanya karena plafon jenis ini tahan lama karena tahan terhadap serangan rayap. Tetapi, juga karena perawatannya terbilang lebih mudah.
Meskipun plafon jenis ini dapat memberikan kesan modern dan maskulin pada ruangan, tetapi plafon ini bukan merupakan peredam suara yang baik.
Hal ini menyebabkan suara dari luar rumah atau dari atap dapat terdengar lebih keras sehingga cukup mengganggu saat cuaca sedang hujan dengan intensitas tinggi.
Selain itu, kekurangan yang dimiliki plafon jenis ini antara lain adalah desainnya yang masih cukup terbatas dan harganya relatif lebih mahal.
5. Plafon GRC

Plafon jenis ini dibuat dengan menggunakan bahan campuran serat kaca dan campuran semen sehingga membuatnya dikenal sebagai plafon dengan daya tahan luar biasa.
Berkat perpaduan serat kaca dan campuran semen yang tepat menjadikan plafon ini memiliki daya tahan yang tinggi karena cuaca yang terlalu panas dan intensitas hujan yang tinggi.
Meskipun jenis plafon ini memiliki banyak keunggulan, tetapi kekurang plafon seperti bobot yang cukup berat, harga yang lebih mahal, serta pemasangannya yang tergolong cukup sulit dan bobotnya yang berat membuatnya memerlukan rangka kuat untuk memasangnya.
6. Plafon Asbes

Seperti namanya, plafon jenis ini dibuat dengan menggunakan bahan asbes. Beberapa kelebihan yang dimiliki plafon jenis ini adalah daya tahannya yang luar biasa, mudah dalam pemasangan, dan harganya yang cukup ramah di kantong.
Berbahan dasar asbes tentunya menjadikan plafon ini memiliki daya tahan luar biasa karena dipastikan tidak mempan terhadap serangan rayap dan sudah tahan panas.
Hanya saja perlu kamu perhatikan bahwa beberapa penelitian menyebutkan kalau asbes ini menghasilkan serat asbes yang berbahaya bagi kesehatan.
Selain itu, plafon jenis ini juga tidak ramah terhadap lingkungan sehingga peredarannya sudah dibatasi di beberapa negara.
7. Plafon Akrilik

Plafon jenis ini dibuat dengan menggunakan bahan sintetik yang sering disebut dengan polimetik metakrilat yang secara sederhananya bisa dikatakan dibuat dari plastik.
Plafon dengan jenis ini memiliki daya tahan yang cukup tinggi dan dapat dipastikan akan tahan lama karena sudah tahan rayap.
Adanya unsur plastik dalam materialnya menjadikan plafon jenis ini sangat cocok digunakan pada ruangan dengan tingkat intensitas kelembaban tinggi seperti kamar mandi dan dapur.
Menariknya, material ini sudah tersedia dalam berbagai warna dan desain sehingga kamu bisa lebih bebas dalam memilihnya.
8. Papan Kalsiboard

Kalau kamu ingin memiliki plafon yang paling tangguh, bisa jadi ini yang kamu butuhkan. Adapun alasannya adalah plafon ini dibuat dengan menggunakan semen, serat selulosa, dan pasir kuarsa yang kemudian diproses dengan suhu tinggi.
Meskipun terbuat dari, tetapi jenis plafon ini terbilang lentur sehingga memiliki daya tahan terhadap benturan lebih baik dibandingkan gypsum.
Selain itu, plafon jenis ini juga dipastikan anti karat, anti rayap, dan sangat tahan air dan kelembaban sehingga kalau terjadi genting bocor tidak akan membuat plafon jenis ini hancur.
Nilai tambah yang dimiliki oleh plafon jenis ini adalah pemasangannya yang relatif lebih rumit dan secara visual masih kalah bagus dibandingkan dengan gypsum.
9. Plafon Akustik

Plafon jenis ini dibuat dengan menggunakan campuran serat kaca, serat batuan, dan beberapa bahan pilihan lainnya.
Belakangan plafon jenis ini banyak diminati karena kemampuannya dalam meredam suara, menjaga suhu ruangan, dan tahan api.
Biasanya plafon jenis ini sering dipasang pada ruangan kerja, ruang musik, atau bioskop dengan tujuan membuat ruangan kedap suara sehingga suara dari dalam ruangan tidak mengganggu sekitar.
Kelebihan lain yang dimiliki plafon jenis ini antara lain mudah dalam pemasangan dan cukup mudah dalam perawatannya.
Meski demikian ada beberapa kekurangan dari plafon jenis ini yang perlu diperhatikan seperti desainnya yang masih terbatas, tidak tahan air, dan harganya yang relatif lebih mahal.
Halaman:

