Advertisement
Source : unsplash.com/SasunBughdaryan

Mengenal Prinsip 80/20 dalam Mengatur Uang, Ini Cara Menerapkan dalam Kehidupan Sehari-hari

Kamu bisa cari tahu lebih banyak tentang Prinsip Pareto atau aturan 80/20 dalam artikel berikut.

8 Mei 2026 Bella Carla

Cara Menerapkan Prinsip 80/20 dalam Kehidupan Sehari-hari

Dalam konteks keuangan pribadi, prinsip 80/20 tetap relevan sebagai cara berpikir untuk mengidentifikasi faktor mana yang paling berpengaruh terhadap kondisi keuangan.

Berikut adalah beberapa cara yang bisa kamu ikuti guna menerapkan prinsip 80/20 dalam kehidupan sehari-hari dilansir dari laman cnbcindonesia.com:

1. Fokuslah pada Pengeluaran Terbesar

Dalam praktiknya, pengeluaran rumah tangga cenderung berfokus pada beberapa pos utama seperti tempat tinggal, makanan, dan transportasi. 

Ketiga kategori ini sering kali menyerap porsi terbesar dari total pengeluaran bulanan, meskipun proporsinya bisa berbeda-beda pada setiap individu.

Nah, perubahan pada pengeluaran besar umumnya akan memberikan dampak yang lebih terasa dibanding penghematan kecil. Namun demikian, pengeluaran kecil juga tetap perlu diperhatikan karena jika terakumulasi, nilainya juga bisa signifikan.

Contoh:

Budi memiliki penghasilan Rp7 juta per bulan dengan rincian pengeluaran:

  • Sewa kamar kost: Rp2,5 juta
  • Makan: Rp2 juta
  • Transportasi: Rp1 juta
  • Lain-lain: Rp1,5 juta

Jika Budi mengurangi pengeluaran kecil seperti kopi Rp20 ribu per hari, ia bisa menghemat sekitar Rp600 ribu per bulan. Namun, jika ia menekan biaya sewa sebesar Rp500 ribu, dampaknya langsung terasa pada struktur keuangan secara keseluruhan.

Contoh Saham Biasa dan Saham Preferen beserta Perbedaannya yang Harus Dipahami oleh Pemula

2. Mengoptimalkan Sumber Penghasilan Utama

Bagi sebagian besar orang, pendapatan utama masih berasal dari satu sumber dominan saja, seperti gaji atau bisnis inti. Sumber tambahan memang dapat membantu, namun kontribusinya sering kali belum sebesar penghasilan utama.

Oleh karena itu, meningkatkan kapasitas pada sumber utama misalnya melalui peningkatan keterampilan, produktivitas, atau negosiasi penghasilan umumnya dapat memberikan dampak yang lebih besar terhadap kondisi finansial. 

Meski begitu, dalam beberapa kasus, sumber penghasilan tambahan juga berpotensi berkembang menjadi sumber utama jika dikelola dengan serius.

Contoh:

Siti memiliki gaji Rp10 juta dan penghasilan tambahan Rp2 juta. Setelah meningkatkan keterampilan, ia berhasil menaikkan gaji menjadi Rp12 juta. Kenaikan Rp2 juta dari sumber utama ini lebih signifikan dibanding menambah beberapa penghasilan kecil sekaligus.

3. Konsistensi Investasi Lebih Penting daripada Banyak Pilihan

Dalam investasi, hasil jangka panjang umumnya dipengaruhi oleh beberapa faktor kunci seperti konsistensi, alokasi aset, dan disiplin. Terlalu sering berpindah strategi atau mengikuti tren justru dapat mengurangi potensi hasil.

Pendekatan yang lebih sederhana namun konsisten sering kali lebih efektif. Prinsip ini mencerminkan 80/20, di mana sebagian kecil keputusan yang tepat seperti memilih strategi yang sesuai dan menjalankannya secara disiplin dapat memberikan dampak besar dalam jangka panjang. 

Tentunya, strategi investasi tetap perlu disesuaikan dengan profil risiko masing-masing individu.

Contoh:

Marlia rutin berinvestasi Rp5 juta per bulan dalam instrumen yang stabil. Sementara itu, temannya sering berpindah instrumen mengikuti tren. Dalam jangka panjang, Marlia memperoleh hasil yang lebih konsisten.

4. Mengidentifikasi Kebiasaan Finansial yang Paling Berpengaruh

Kondisi keuangan tidak hanya dipengaruhi oleh besar kecilnya penghasilan, tetapi juga oleh kebiasaan. 

Dalam banyak kasus, beberapa kebiasaan seperti penggunaan utang konsumtif, belanja impulsif, atau kurangnya perencanaan menjadi faktor dominan yang memengaruhi stabilitas keuangan.

Mengidentifikasi dan memperbaiki kebiasaan yang paling berdampak sering kali lebih efektif dibanding mencoba mengubah semuanya sekaligus. Pendekatan ini membuat perubahan menjadi lebih realistis dan berkelanjutan.

Contoh:

Mario sering menggunakan paylater untuk belanja impulsif hingga total cicilan mencapai Rp3,5 juta per bulan. Setelah menghentikan kebiasaan tersebut, kondisi keuangannya membaik tanpa perubahan besar lainnya.

Halaman:

Advertisement