Rangkuman Sejarah Masa Kerajaan Hindu Budha di Indonesia Singkat dan Lengkap

Tagged: Sejarah

Rangkuman Sejarah Masa Kerajaan Hindu Budha di Indonesia Singkat dan Lengkap – Berdasarkan peninggalan berupa prasasti dan catatan bangsa asing yang pernah singgah di Indonesia.

Baru pada abad ke-4 M Indonesia mengakhiri masa pra-sejarah. Berakhirnya masa pra-sejarah ini merupakan awal masa sejarah di Indonesia.

Untuk lebih jelasnya, silakan baca rangkuman sejarah masa kerajaan Hindu Budha di Indonesia ini sampai tuntas ya.

Periode Sejarah Masa Kerajaan Hindu Budha di Indonesia

https://visitjawatengah.jatengprov.go.id/

Perbedaan antara masa prasejarah dan masa sejarah dapat dilihat dari bukti peninggalannya. Jika masa pra-sejarah bukti yang ditinggalkan tidak ada yang mempunyai aksara.

Sementara untuk masa sejarah, kebanyakan bukti yang ditinggalkan kebanyakan sudah beraksara. Baik aksara Pallawa, Jawa Kuna, dan lain-lain.

Hal ini dikarenakan masyarakat yang hidup di masa prasejarah belum mengenal tulisan. Sementara untuk masyarakat di masa sejarah. Mereka sudah kenal dengan tulisan.

Sejak dimulainya masa sejarah di Indonesia. Telah banyak kerajaan yang silih berganti berdiri. Meski di masa sekarang kerajaan dengan corak Hindu Budha ini sudah mengalami keruntuhan.

Namun, catatan sejarah dan bukti-bukti akan kemasyhurannya pda saat mencapai masa kejayaannya masih bisa disaksikan keberadaannya hingga sekarang. Berikut rangkuman sejarah masa kerajaan Hindu Budha di Indonesia.

Rangkuman Sejarah Masa Kerajaan Hindu Budha di Indonesia

Di bawah ini akan disampaikan tentang Rangkuman Sejarah Masa Kerajaan Hindu Budha di Indonesia yang akan membantumu memahami masa kerajaan Hindu Budha Indonesia.

Kutai Kartanegara

Kerajaan tertua di Indonesia yang bercorak Hindu adalahRangkuman Sejarah Masa Kerajaan Hindu Budha di Indonesia dimulai dari Kutai Kartanegara yang berada di Pulau Kalimantan.

Bukti mengenai keberadaan dari kerajaan hindu pertama di nusantara ini dapat dibuktikan prasasti tugu batu atau Yupa yang berasal dari abad ke-4 M.

Kerajaan Kutai yang sering  disebut dengan kerajaan kutai kartanegara ini didirikan oleh seorang kepala suku yang bernama Kudungga.

Sementara raja terbesar yang mampu membawa Kerajaan Kutai sampai pada puncak kejayaannya ada Mulawarman.

Ketika memimpin kerajaan Kutai, Mulawarman tidak hanya mampu mensejahterakan rakyatnya. Tetapi, ia juga mampu memperluas wilayah kekuasaannya.

Selain terkenal tangguh dalam medan pertempuran. Mulawarman juga merupakan sosok yang sangat hormat pada kaum agamawan.

Dalam sejumlah catatan disebutkan bahwa Mulawarman pernah memberikan sedekah sebanyak 20.000 lembu kepada kaum agamawan.

Hadiah sebesar ini diberikan karena dirinya merasa kesuksesannya dalam membawa kerajaannya sampai di masa keemasan ada campur tangan dari kaum agamawan.

Kerajaan Tarumanegara

Hingga sekarang urutan pertama kerajaan bercorak hindu tertua di pulau Jawa masih dipegang oleh kerajaan Tarumanegara.

Hingga sekarang siapa pendiri dari kerajaan Tarumanegara yang berlokasi di dekat sungai Citarum ini masih menjadi perdebatan para ahli sejarah.

Beberapa ahli sejarah mengatakan bahwa pendiri kerajaan Tarumanegara adalah Maharsi Jayasingawarman yang berasal dari India.

Namun, pendapat ini masih sering mengalami penolakan. Penyebabnya adalah beberapa peneliti menyatakan bahwa Purnawarman merupakan pendiri dari kerajaan Tarumanegara.

Terlepas siapa pendirinya, namun semua sepakat bahwa raja paling masyhur dan sosok raja yang mampu membawa kerajaan Tarumanegara sampai pada puncak kejayaannya.

Dalam beberapa prasasti yang dikeluarkannya, Raja Purnawarman disebutkan memiliki baju zirah yang sangat hebat.

Sehingga semua senjata tidak mampu menembusnya. Hal inilah yang membuat Raja Purnawarman sangat disegani baik kawan maupun lawan.

Kerajaan Mataram Kuno

Mataram Kuno merupakan kerajaan bercorak Hindu budha di pulau yang sangat besar. Kerajaan ini secara silih berganti dipimpin oleh dua dinasti yakni dinasti Syailendra dan dan dinasti Sanjaya.

Beberapa sumber kedua dinasti ini terus bersaing untuk menentukan siapa yang paling unggul. Sehingga perang saudara pun sering tak terhindarkan.

Barulah pada masa Rakai Pikatan dua dinasti ini dapat bersatu, setelah Rakai Pikatan yang berasal dari dinasti Sanjaya menikah dengan Pramodhawardhani yang berasal dari dinasti Syailendra.

Di masa pemerintahan Rakai Pikatan inilah bangunan-bangunan suci yang monumental seperti Candi Prambanan dan Candi Borobudur dibangun untuk tempat peribadatan pemeluk agama Hindu dan agama budha di wilayah kekuasaannya.

Kerajaan Kanjuruhan

Kerajaan Kanjuruhan adalah sebuah kerajaan yang berdiri di wilayah Malang, Jawa Timur pada kisaran tahun 700 M. Kerajaan ini didirikan oleh seseorang yang disebut dengan Dewa Singha.

Kerajaan Kanjuruhan didirikan dekat dengan lembah sungai Brantas. Sehingga kerajaan ini memiliki wilayah yang sangat subur.

Raja terbesar yang mampu membawa kerajaan Kanjuruhan sampai ke puncak kejayaannya adalah seorang raja yang pada prasasti Dinoyo disebutkan memiliki nama Gajayana.

Di bawah kepemimpinan Gajayana, kerajaan Kanjuruhan mampu berkembang pesat dalam segala bidang baik itu seni budaya, pemerintahan, ketahanan pangan, dan sosial.

Namun, setelah raja Gajayana wafat. Kerajaan Kanjuruhan mulai mengalami berkurang pamornya. Hal ini dikarenakan tidak ada sosok penerus yang secakap dengan Gajayana.

Di kisaran tahun 780 M, kerajaan Kanjuruhan telah menjadi bagian dari wilayah kerajaan Mataram Kuno yang melakukan perluasan wilayah sampai ke Jawa Timur.

Kerajaan Sriwijaya

Kerajaan besar yang pernah memiliki armada laut terkuat di yang paling terkuat di lautan nusantara. Kerajaan Sriwijaya, yang berpusat di Palembang, Sumatera Selatan.

Kerajaan ini menjadi pusat perdagangan rempah-rempah dan emas, serta menjadi pusat kebudayaan dan agama Buddha di Asia Tenggara.

Raja pertama dari Kerajaan Sriwijaya adalah Dapunta Hyang Sri Jayanasa, seorang pangeran dari Kerajaan Minanga Tamwan yang berasal dari daerah di sekitar Danau Toba, Sumatera Utara.

Dapunta Hyang Sri Jayanasa melakukan perjalanan dengan 20 ribu tentara dari Minanga Tawan ke Palembang, Jambi, dan Bengkulu.

Pada Prasasti Kedukan Bukit dan Prasasti Talang Tuo menjelaskan bahwa Dapunta Hyang adalah raja pertama dari Kerajaan Sriwijaya.

Selain Dapunta Hyang Sri Jayanasa, ada beberapa raja terkenal dari Kerajaan Sriwijaya, seperti Sri Indrawarman, Raja Dharanindra, Raja Samaratungga, Rakai Pikatan, Balaputradewa, Sri Udayadityawarman, dan lain-lain.

Raja Balaputradewa, diyakini sebagai raja keturunan Dinasti Syailendra putra dari Raja Samaratungga dengan permaisuri Dewi Tara.

Raja Balaputradewa dikenal sebagai raja yang membawa Kerajaan Sriwijaya ke puncak kejayaannya pada abad ke-9. Ia juga dikenal sebagai raja yang memperkuat hubungan dengan Kerajaan Mataram di Jawa.

Kerajaan Singasari

Kerajaan Singasari adalah kerajaan bercorak Hindu-Buddha yang didirikan oleh Ken Arok pada tahun 1222 di Malang, Jawa Timur.

Kerajaan ini mencapai masa kejayaannya pada masa pemerintahan Kertanegara pada tahun 1272-1292.

Selama masa pemerintahannya, Kerajaan Singasari berhasil memperluas wilayah kekuasaannya hingga Bali, Sunda, sebagian Kalimantan, dan sebagian Sumatera.

Namun, masa kejayaan kerajaan ini tidak berlangsung lama. Setelah Kertanegara tewas dalam sebuah serangan yang dilakukan oleh raja dari kerajaan Kediri.

Singasari pun mengalami keruntuhan. Meski demikian peninggalan dari masa kerajaan Singasari masih bisa dilihat sampai sekarang.

Banyak ahli yang mengatakan bahwa masa kerajaan Singasari merupakan masa puncak keemasan teknik pembuatan arca di Jawa.

Hal ini dikarenakan arca dari masa Singasari terkenal dengan keindahan dan kehalusannya.

Kerajaan Majapahit

Kerajaan Majapahit adalah kerajaan Hindu-Budha terbesar yang pernah berdiri di Nusantara. Kerajaan ini pertama kali didirikan oleh Raden Wijaya yang merupakan menantu dari Raja Singasari.

Kerajaan Majapahit mencapai masa kejayaannya pada abad ke-14 di bawah kepemimpinan Hayam Wuruk dan Mahapatih Gajah Mada yang berhasil menguasai sejumlah wilayah di Nusantara dan sekitarnya.

Kerajaan Majapahit berdiri tidak lama setelah kerajaan Singasari mengalami keruntuhan. Sesudah menewaskan raja Gelanggelang, Jayakatwang.

Raden Wijaya membuka kerajaannya di sebuah hutan Tarik yang saat ini diperkirakan berada di sekitaran Sidoarjo, Jawa Timur.

Kerajaan Majapahit juga memiliki nama lain kerajaan Wilwatikta. Di masa kerajaan Majapahit inilah konsep Bhineka Tunggal Ika dituliskan dalam sebuah kitab bernama Sutasoma oleh seorang Mpu bernama Mpu Tantular.

Demikian rangkuman sejarah masa kerajaan Hindu Budha di Indonesia. Semoga artikel rangkuman sejarah masa kerajaan Hindu dan Budha di Indonesia ini menambah wawasan kamu tentang sejarah di Indonesia.


Klik dan dapatkan info kost di dekat kampus idamanmu:

Kost Dekat UGM Jogja

Kost Dekat UNPAD Jatinangor

Kost Dekat UNDIP Semarang

Kost Dekat UI Depok

Kost Dekat UB Malang

Kost Dekat Unnes Semarang

Kost Dekat UMY Jogja

Kost Dekat UNY Jogja

Kost Dekat UNS Solo

Kost Dekat ITB Bandung

Kost Dekat UMS Solo

Kost Dekat ITS Surabaya

Kost Dekat Unesa Surabaya

Kost Dekat UNAIR Surabaya

Kost Dekat UIN Jakarta