Ringkasan Materi Kerajaan Hindu Budha di Indonesia dan Penjelasannya

Tagged: Sejarah

Ringkasan Materi Kerajaan Hindu Budha di Indonesia dan Penjelasannya – Sejak mengakhiri masa prasejarah pada abad ke-4 M, di berbagai wilayah nusantara berdiri sejumlah kerajaan-kerajaan Hindu Budha yang bukti-bukti keberadaannya masih bisa disaksikan sampai sekarang.

Keberadaan kerajaan-kerajaan Hindu Budha ini menjadi bukti bahwa di masa lalu Indonesia pernah menjadi bangsa yang besar dan tidak tertinggal dengan bangsa-bangsa lain di muka bumi.

Meski kerajaan-kerajaan Hindu Budha ini sudah lama runtuh. Namun, semangat dan peninggalannya bisa digunakan sebagai penyemangat untuk membangkitkan kembali kejayaan nusantara.

Ringkasan Materi Kerajaan Hindu Budha di Indonesia

https://pikiran-rakyat.com/

Di bawah ini adalah ringkasan materi Kerajaan Hindu Budha di Indonesia yang bukti keberadaannya masih ada dan terawat.

Kerajaan Kutai

Ringkasan Materi Kerajaan Hindu Budha diawali dari Kerajaan Kutai. Kerajaan Kutai yang di pulau Kalimantan pada kisaran abad ke-4 M adalah kerajaan paling tua di Indonesia yang banyak dipengaruhi oleh kebudayaan India.

Uniknya, kerajaan ini didirikan oleh seorang kepala suku yang bernama Kudungga. Di masa pemerintahan Kudungga tidak banyak catatan yang ditinggalkan.

Barulah pada masa pemerintahan Mulawarman yang merupakan salah satu dari tiga putra Kudungga inilah kerajaan Kutai mencapai masa keemasannya.

Di masa kepemimpinan raja Mulawarman, kerajaan Kutai mampu mencapai kestabilan ekonomi, sosial, keamanan dan budaya.

Selain seorang raja yang sangat bijaksana dan mencintai rakyatnya. Raja Mulawarman termasuk sosok penganut agama yang sangat taat.

Para brahmana yang saat itu merupakan pemuka agama sangat dihormatinya.

Bahkan dalam suatu prasasti dituliskan bahwa raja Mulawarman pernah menghadiahkan 20.000 ekor lembu kepada para brahmana yang berada di wilayahnya.

Kerajaan Tarumanegara

Wilayah Sunda yang saat ini berada di Jawa Barat merupakan salah satu daerah di pulau Jawa yang mengakhiri masa prasejarah paling awal.

Hal ini dibuktikan dengan berdirinya kerajaan Tarumanegara pada kisaran abad ke-4 Masehi.

Kerajaan yang diperkirakan didirikan oleh Maharesi Jayasingawarman ini memiliki peranan sangat penting dalam berdirinya kerajaan-kerajaan Hindu Budha di Jawa.

Beberapa raja diyakini pernah memerintah di kerajaan Tarumanegara. Namun, yang paling terkenal adalah raja Purnawarman.

Selama masa pemerintahannya raja Purnawarman banyak sekali melakukan pembangunan yang ditujukan untuk memakmurkan rakyatnya.

Dalam salah satu prasasti yang ditinggalkan raja Purnawarman digambarkan memiliki lengan yang sangat kuat.

Bahkan, di prasasti tersebut raja Purnawarman dikatakan mampu membangun saluran air dengan menggunakan tangannya.

Selain itu raja Purnawarman juga merupakan sosok yang sangat dermawan.

Setelah selesai membangun saluran air yang menjaga wilayahnya dari bencana banjir. Raja Purnawarman menghadiahkan sebanyak 1.000 lembu kepada para pendeta Hindu di wilayahnya.

Kerajaan Kalingga

Kerajaan Kalingga merupakan kerajaan yang diperkirakan berada di Jawa Tengah. Meski tidak banyak peninggalan sejarah yang menjadi bukti dari keberadaannya.

Tetapi, dari berita asing didapat informasi bahwa kerajaan Kalingga yang memiliki nama lain kerajaan Ho Ling ini berdiri pada kisaran abad ke-7 M dengan raja perempuan yang sangat tegas bernama Ratu Shima.

Dalam legenda yang beredar di masyarakat Jawa Tengah. Sosok ratu Shima ini sangat jujur dan selalu menjunjung tinggi hukum yang berlaku di wilayahnya.

Kejujuran dan ketegasan Ratu Shima ini mendapat ujian ketika kaki sang putra mahkota tidak sengaja menyenggol kantong uang yang diletakkan di sekitaran alun-alun kerajaan.

Berdasarkan hukum yang berlaku di masa itu. Sang putra mahkota terancam hukuman mati. Sang ratu sebenarnya sudah siap menjatuhkan hukuman mati kepada putranya.

Namun, para penasehat kerajaan meminta agar ratu Shima memberikan keringanan karena yang dilakukan putranya tersebut benar-benar tidak sengaja.

Meski keringanan hukuman diberikan, tetapi sang putra tetap harus dihukum. Adapun hukumannya adalah kaki yang menyenggol kantong uang harus dipotong.

Kerajaan Kanjuruhan

Kerajaan Kanjuruhan yang diperkirakan berdiri di sekitaran gunung Kawi dan dekat dengan lembah sungai Brantas ini merupakan salah satu kerajaan tertua di Jawa Timur.

Kerajaan yang menganut sistem agraris karena kesuburan tanahnya ini didirikan oleh seseorang yang dalam catatan sejarah dikenal dengan nama Dewa Singha.

Diperkirakan Dewa Singha mendirikan kerajaan Kanjuruhan pada kisaran abad ke-8 M. Setelah Raja Singha mangkat, tampuk kekuasaan diserahkan kepada putranya yang bernama Gajayana.

Di bawah kepemimpinannya kerajaan Kanjuruhan mencapai masa keemasannya. Beberapa bangunan suci sempat dibangun dan keberadaannya masih bisa disaksikan sampai sekarang.

Sayangnya setelah kepemimpinan raja Gajayana. Kerajaan Kanjuruhan tidak memiliki pemimpin yang secakap raja Gajayana.

Hal ini yang kemudian membuat Kerajaan Kanjuruhan berhasil ditaklukkan oleh Kerajaan Mataram Kuno menjelang awal tahun 800 M.

Kerajaan Mataram Kuno

Kerajaan Mataram Kuno merupakan kerajaan Hindu Budha yang memiliki rekam jejak dan peninggalan monumental di Indonesia.

Candi-candi yang dibangun pada masa kerajaan Mataram Kuno sangat luar biasa. Kerajaan Mataram Kuno dipimpin oleh dua dinasti yakni dinasti Sanjaya dan dinasti Syailendra.

Dua dinasti ini sering terlibat perselisihan paham dan bahkan sering melakukan perang saudara untuk berebut pengaruh di Mataram Kuno.

Perselisihan dua dinasti ini terjadi hampir puluhan tahun lamanya. Barulah ketika Rakai Pikatan yang beragama Hindu menikah dengan Pramodhawardhani yang beragama Budha terjadilah kedamaian di Mataram Kuno.

Ketika masa damai terjadi, kerajaan Mataram Kuno melakukan pembangunan candi-candi dengan ukuran raksasa. Contohnya adalah candi prambanan, candi mendut, candi borobudur, dll.

Sayangnya menjelang tahun 1000 M terjadi sebuah petaka yang disebut dengan mahapralaya yang membuat pusat kerajaan Mataram Kuno harus dipindah ke Jawa Timur.

Kerajaan Medang

Kerajaan Medang merupakan kelanjutan dari Kerajaan Mataram Kuno. Pendiri dari kerajaan Medang adalah mpu Sindok.

Beberapa ahli memperkirakan pemerintahan di Medang terjadi pada kisaran tahun 1011 M. Selama memerintah di Medang, Mpu Sindok mengeluarkan banyak sekali prasasti.

Ketika itu di nusantara ada dua kerajaan besar yang saling berebut kuasa yakni Kerajaan Mataram Kuno dengan Kerajaan Sriwijaya.

Kedua kerajaan ini terlibat peperangan dalam kurun waktu yang sangat panjang. Puncaknya adalah pada saat Dharmawangsa Teguh mengadakan pernikahan putrinya dengan Airlangga.

Haji Wurawari yang memiliki niatan untuk memberontak kepada Medang didukung dan diberi tambahan pasukan oleh pihak Sriwijaya.

Sehingga serangan yang dilancarkan Haji Wurawari dan pasukan Sriwijaya ini berhasil menewaskan raja Dharmawangsa Teguh dan hampir seluruh keluarganya beserta para petinggi kerajaannya. Hal inilah yang menjadi akhir dari kerajaan Medang.

Kerajaan Kahuripan

Meski serangan Haji Wurawari dengan bantuan pasukan Kerajaan Sriwijaya mampu meluluhlantakkan kerajaan Medang.

Beruntung menantu Dharmawangsa Tguh yang bernama Airlangga dan istrinya mampu lolos dari serangan mematikan tersebut.

Selama bertahun-tahun Airlangga dengan istrinya dan seorang abdi setianya yang bernama Narotama bersembunyi dari satu hutan ke hutan lainnya.

Di dalam persembunyiannya, diam-diam Airlangga mengumpulkan kepala daerah yang masih setia dengan Medang.

Setelah berhasil mengumpulkan pasukan dalam jumlah yang cukup. Airlangga melakukan penyerangan pada kerajaan Worawari. Akibat serangan ini kerajaan Worawari mengalami keruntuhan.

Selepas kerajaan Worawari hancur. Airlangga naik tahta dan mendirikan kerajaan baru yang dinamakan Kahuripan.

Sayangnya, keberadaan kerajaan Kahuripan ini sendiri tidak berselang lama. Sebelum turun tahta Airlangga membagi kerajaannya menjadi dua yakni Jenggala dan kerajaan Panjalu yang diberikan kepada kedua putranya.

Demikian ringkasan materi kerajaan Hindu Budha di Indonesia. Semoga artikel ringkasan materi kerajaan Hindu Budha di Indonesia ini membantu kamu yang sedang belajar sejarah.


Klik dan dapatkan info kost di dekat kampus idamanmu:

Kost Dekat UGM Jogja

Kost Dekat UNPAD Jatinangor

Kost Dekat UNDIP Semarang

Kost Dekat UI Depok

Kost Dekat UB Malang

Kost Dekat Unnes Semarang

Kost Dekat UMY Jogja

Kost Dekat UNY Jogja

Kost Dekat UNS Solo

Kost Dekat ITB Bandung

Kost Dekat UMS Solo

Kost Dekat ITS Surabaya

Kost Dekat Unesa Surabaya

Kost Dekat UNAIR Surabaya

Kost Dekat UIN Jakarta