Advertisement
Source : Getty Images/beltsazardaniel

Ringkasan Hikayat Burung Cendrawasih beserta Unsur Ekstrinsik dan Intrinsiknya

Salah satu hikayat yang kental nilai sufistiknya, itulah hikayat Burung Cendrawasih. Baca ringkasan ceritanya di artikel ini.

8 November 2024 Fajar Laksana

Burung Cendrawasih kemudian mengajak tokoh utama melakukan perjalanan dengan melintasi tujuh lembah yang melambangkan tahapan spiritual menuju kesempurnaan jiwa. 

Setiap lembah yang dilewati tokoh utama merupakan simbol ujian dan tantangan yang harus dilalui agar tokoh utama dapat melepaskan ego, keinginan duniawi, dan rasa takut. 

Proses melewati lembah-lembah tersebut menuntut sang tokoh utama untuk kemudian menumbuhkan sifat-sifat keutamaan, seperti kesabaran, ketabahan, dan ketulusan hati.

Di dalam perjalanannya, tokoh utama menyadari bahwa kedamaian tidak ditemukan di dunia luar, melainkan dari dalam dirinya sendiri melalui penyatuan cinta pada Tuhan. 

Berikut yang Merupakan Kaidah Kebahasaan Teks Hikayat Adalah Menggunakan? Simak Jawabannya

Berkat pembelajaran yang diberikan Burung Cendrawasih, tokoh utama menyadari bahwa ia harus meninggalkan semua keterikatan duniawi dan berfokus pada ketakwaan serta cinta kepada Tuhan sebagai jalan menuju pencerahan spiritual.

Di akhir hikayat, tokoh utama mencapai kebijaksanaan dan kedamaian batin setelah memahami bahwa hidup yang sesungguhnya adalah hidup yang dipenuhi cinta, ketulusan, dan kepasrahan total kepada Sang Pencipta.

Hikayat Burung Cendrawasih berakhir dengan pesan moral tentang pentingnya perjalanan batin untuk menemukan kebenaran sejati dan makna hidup yang mendalam.

Keajaiban Burung Cendrawasih

Telah teriwayatkan di dalam Kitab Tajul Muluk, dikisahkan seekor burung yang luar biasa indah disebut Burung Cendrawasih.

Burung Cendrawasih bukanlah burung biasa, melainkan burung yang terlahir dan berasal dari surga Kahyangan.

Para arif banyak yang menyatakan bahwa Burung Cendrawasih sungguh berasal dari surga, dan senantiasa mendampingi setiap langkah para Wali Allah.

Burung Cendrawasih dikisahkan memiliki bulu yang begitu indah dengan warna yang beraneka ragam sehingga begitu cantik dipandang.

Kepala Burung Cendrawasih berwarna kuning keemasan dengan jambul kehitaman yang begitu menarik layaknya mahkota.

Selain itu, Burung Cendrawasih mempunyai empat sayap yang keindahannya tiada lawan. 

Konon, siapapun yang melihat langsung Burung Cendrawasih, dia akan tertegun takjub tanpa bergerak.

Orang yang mempunyai Burung Cendrawasih sangat langka, mengingat Burung Cendrawasih yang memang asalnya dari surga.

Kabarnya, Burung Cendrawasih hanya dipunyai oleh orang-orang besar bangsawan yang tinggal di istana. Mereka, para bangsawan, percaya bahwa Burung Cendrawasih memberikan manfaat tuah yang begitu besar.

Dikisahkan pada kitab Melayu lama andaikan ada seekor Burung Cendrawasih turun ke bumi, itu adalah tanda bahwa hidupnya akan berakhir.

Namun, kematian Burung Cendrawasih tidak seperti burung atau binatang lainnya, sebab Burung Cendrawasih mati tanpa meninggalkan bangkai.

Hal tersebut terjadi karena sewaktu masih di surga, Burung Cendrawasih memakan dan meminum embun tanaman surga.

Halaman:

Advertisement