Ringkasan Hikayat Burung Cendrawasih beserta Unsur Ekstrinsik dan Intrinsiknya
Salah satu hikayat yang kental nilai sufistiknya, itulah hikayat Burung Cendrawasih. Baca ringkasan ceritanya di artikel ini.
Unsur Intrinsik Ringkasan Hikayat Burung Cendrawasih
Setelah kamu mendapatkan ringkasan hikayat Burung Cendrawasih di atas, sekarang mari sedikit membahas unsur intrinsik di dalam hikayat Burung Cendrawasih.
Berdasarkan pembacaan yang telah dilakukan, unsur intrinsik hikayat Burung Cendrawasih dapat diuraikan sebagai berikut:
1. Tema
Hikayat Burung Cendrawasih memiliki tema spiritual berupa pencarian makna kehidupan yang dibalut dengan nilai-nilai yang kental sufisme-nya.
Sehingga tidak mengherankan akan banyak ditemui kutipan-kutipan secara tersirat maupun tersurat tentang moralitas di dalam hikayat Burung Cendrawasih.
2. Tokoh dan Penokohan
Seperti yang telah diungkapkan pada pembukaan ringkasan hikayat Burung Cendrawasih bahwa tidak ada nama spesifik yang menyangkut pada sosok tokoh manusia maupun Burung Cendrawasih itu sendiri.
Meski demikian, bukan berarti hikayat Burung Cendrawasih tidak mempunyai tokoh. Berikut adalah tokoh-tokoh hikayat Burung Cendrawasih dipandang dari sudut strukturalisme sastra.
Tokoh Utama (Pencari Kebenaran atau Sang Pengembara)*
Tokoh utama dalam hikayat Burung Cendrawasih tidak memiliki nama khusus.
Meski demikian, tokoh utama tanpa menyebut nama tersebut malah menjadikannya representasi universal bagi setiap orang yang mencari jalan menuju kebenaran spiritual.Â
Tokoh utama diwujudkan sebagai sosok yang gelisah dengan kehidupan duniawi dan penuh tekad untuk menemukan kedamaian sejati.
Burung Cendrawasih
Tokoh Burung Cendrawasih memiliki peran sebagai pembimbing spiritual yang menuntun tokoh utama melewati berbagai tahapan perjalanan batin.Â
Burung Cendrawasih mempunyai watak bijaksana, penuh kasih, dan sabar, dengan peran yang serupa seperti seorang guru dalam ajaran sufisme.Â
Ia juga mengajarkan pentingnya meninggalkan ego serta keterikatan pada hal-hal duniawi.
3. Alur
Hikayat Burung Cendrawasih mempunyai alur maju yang mengikuti perjalanan tokoh utama dari awal pencarian hingga akhir pencerahan spiritual.Â
Cerita dimulai dengan kegelisahan tokoh utama terhadap kehidupan duniawi, dilanjutkan dengan pertemuan dengan Burung Cendrawasih yang mengajaknya melakukan perjalanan spiritual.Â
Pada perjalanan spiritual tersebut, tokoh utama harus melewati berbagai lembah atau tahapan spiritual yang penuh dengan ujian.Â
Alur mencapai klimaks saat tokoh utama mampu melepaskan keinginan duniawi dan berserah sepenuhnya kepada Tuhan.Â
Akhirnya, cerita berakhir dengan tokoh utama yang berhasil mencapai kedamaian batin.
Halaman:

