Ringkasan Singkat Hikayat Sa Ijaan dan Ikan Todak beserta Pesan Moralnya
Ada sebuah hikayat yang dikenal dengan judul Sa Ijaan dan Ikan Todak yang cukup populer. Dalam artikel ini, kamu akan menyimak ringkasan singkatnya.
Mendengar jawaban itu, Datu Mabrur tersenyum. Dengan hati-hati, mulai dilepaskannya tubuh Raja Ikan Todak dari jepitan karang, lalu diusapnya lembut.
Ajaib! Dalam sekejap, darah dan luka di sekujur tubuh Raja Ikan Todak mengering! Kulitnya licin kembali seperti semula, seakan tak pernah luka. Ikan itu menggerak-gerakkan sirip dan ekornya dengan gembira.
Dengan lembut dan penuh kasih sayang, Datu Mabrur mengangkat Raja Ikan Todak itu dan mengembalikannya ke laut.
Ribuan ikan yang tadi mengepung karang, kini berenang mengerumuninya, melompat-lompat bersuka ria.
“Sa-ijaan!” seru Raja Ikan Todak sambil melompat di permukaan laut.
“Sa-ijaan!” sahut Datu Mabrur.
Sebelum tengah malam, sebelum batas waktu pertapaannya berakhir, Datu Mabrur dikejutkan oleh suara gemuruh yang asalnya dari dasar laut. Gemuruh perlahan, tapi pasti.
Gemuruh suara itu terdengar bersamaan dengan timbulnya sebuah daratan, dari dasar laut! Kian lama, permukaan daratan itu kian tampak. Naik dan terus naik! Lalu, seluruhnya timbul ke permukaan!
Di bawah permukaan air, ada jutaan ikan dari berbagai jenis mendorong dan memunculkan daratan baru itu dari dasar laut. Sambil mendorong, mereka serempak berteriak, “Sa-ijaan! Sa-ijaan! Sa-ijaaan…!”
Datu Mabrur sontak tercengang di karang pertapaannya. Raja Ikan Todak telah memenuhi sumpahnya kepadanya.
Bersamaan dengan terbitnya matahari, daratan itu telah timbul sepenuhnya. Berupa sebuah pulau.
Lengkap dengan ngarai, lembah, perbukitan dan pegunungan. Tanahnya pun subur. Sungguh pulau kecil yang makmur.
Datu Mabrur senang dan gembira. Impiannya tentang pulau yang akan menjadi tempat tinggal bagi anak, cucu dan keturunannya, telah menjadi kenyataan.
Permohonannya dikabulkan. Dengan memanjatkan puji dan syukur kepada Sang Pencipta, ia menamakannya Pulau Halimun.
- Cerita diadaptasi dari: sumberbelajar.seamolec.org/product.php?id=NWFlMDNlNzE4NjVlYWNiZjc4ZjE3NmJh
Analisis Tokoh
Datu Mabrur
- Sifat: bijaksana, sabar, penyayang, rendah hati.
- Pelajaran: kesabaran dan kebaikan hati akan mendatangkan hasil positif dan kerjasama yang harmonis.
Raja Ikan Todak
- Sifat: awalnya keras kepala, tetapi loyal dan patuh setelah menerima pertolongan.
- Pelajaran: menghargai kebaikan orang lain dan menepati janji adalah bentuk tanggung jawab dan integritas.
Unsur Cerita
- Alur: pertemuan → konflik → penyelesaian → terciptanya pulau baru.
- Latar: laut, karang, dan pulau baru.
- Konflik: serangan ikan todak vs pertapaan Datu Mabrur.
- Klimaks: saat Raja Ikan Todak dan rakyat laut membantu mewujudkan pulau.
Pesan Moral Hikayat Sa Ijaan dan Ikan Todak
Lantas apa pesan moral dari hikayat Sa Ijaan dan Ikan Todak di atas? Pesan moralnya adalah sebagai sesama makhluk hidup kita harus dapat saling memaafkan, bekerja sama, dan membantu satu sama lain.
Ulasan mengenai ringkasan singkat hikayat sa ijaan dan ikan todak beserta pesan moralnya di atas harus Mamikos sudahi sampai di sini.
Semoga saja apa yang sudah kamu baca dan simak pada ringkasan singkat hikayat sa ijaan dan ikan todak beserta pesan moralnya ini dapat menjadi bahan renunang dan bahan pelajaran.
Halaman:

