Advertisement
Source : canva.com/@gettyimages/5bf5911a_905

Rangkuman Sejarah Kerajaan Singasari Singkat, Raja, Letak, hingga Masa Kejayaan

Singasari merupakan salah satu kerajaan Hindu-Buddha terbesar di Indonesia. Yuk, simak rangkumannya!

23 November 2023 Evita

Kemudian, Ken Arok berjumpa dengan seorang Brahmana asal India yang bernama Lohgawe. 

Brahmana tersebut datang ke Jawa dalam pencarian titisan Wisnu. 

Berdasarkan ciri-ciri yang ditemui, Lohgawe yakin bahwa Ken Arok adalah orang yang sedang ia cari.

Setelah pertemuan itu, Lohgawe membimbing Ken Arok ke Kadipaten Tumapel, wilayah yang merupakan bagian dari Kerajaan Kediri dan diperintah oleh seorang akuwu bernama Tunggul Ametung.

Dengan bantuan Lohgawe, Ken Arok berhasil mendapatkan pekerjaan sebagai pengawal Tunggul Ametung.

Di sanalah dia bertemu Ken Dedes, istri Tunggul Ametung dan menyukainya, sehingga membuatnya berkeinginan merebut Ken Dedes dengan cara menyingkirkan Tunggul Ametung.

Rangkuman Sejarah Kerajaan Banten, Sumber, Letak, Raja, Hingga Masa Keruntuhan

2. Anusapati

Raja kedua dalam sejarah Kerajaan Singasari adalah Anusapati, putra dari Ken Arok yang memimpin pada tahun 1247–1249.

Anusapati atau disebut Panji Anusapati memiliki gelar Sri Bathara Anusapati saat menjadi raja Kerajaan Singasari.

Menurut catatan sejarah, sebenarnya Anusapati merupakan anak dari Ken Dedes dan Raja Tunggul Ametung. Namun, Anusapati baru mengetahui fakta tersebut saat dirinya tumbuh dewasa.

Setelah mengetahui fakta tersebut, Anusapati segera mencari keris buatan Mpu Gandring yang dulu digunakan oleh Ken Arok untuk membunuh ayahnya.

Setelah mendapatkan keris itu, Anusapati meminta pembantunya untuk membunuh Ken Arok. Begitu Ken Arok terbunuh, Anusapati naik tahta menjadi raja.

3. Tohjaya

Setelah berkuasa sekitar 2 tahun, Anusapati digantikan oleh Tohjaya, putra Ken Arok dari selir bernama Ken Umang.

Sama seperti Anuspati, Tohjaya mendapatkan tahtanya setelah membunuh Anusapati saat mereka sedang menyaksikan ayam tarung.

Pada suatu hari, Tohjaya mengajak Anusapati keluar untuk menonton pertarungan ayam, sesuatu yang menjadi hobi yang sering dilakukan oleh Tohjaya. 

Saat Anusapati sedang menikmati pertarungan ayam, tiba-tiba Tohjaya menyerangnya dengan menusuknya menggunakan keris Mpu Gandring, yang mengakibatkan Anusapati seketika tewas.

Selepas kematian Anusapati, Tohjaya naik takhta menjadi raja di Kerajaan Singasari. Namun, pemerintahannya hanya berlangsung 1 tahun sebelum Tohjaya tewas ditusuk.

4. Ranggawuni alias Wisnuwardhana

Raja ketiga dalam sejarah Kerajaan Singasari adalah Wisnuwardhana yang memiliki nama asli Ranggawuni.

Ranggawuni atau Wisnuwardhana adalah anak Anusapati yang sempat ingin disingkirkan oleh Tohjaya.

Namun, dalam eksekusinya, pengawal Tohjaya yang bernama Lembu Ampal gagal membunuh Ranggawuni.

Halaman:

Advertisement