Rangkuman Sejarah Kerajaan Singasari Singkat, Raja, Letak, hingga Masa Kejayaan
Singasari merupakan salah satu kerajaan Hindu-Buddha terbesar di Indonesia. Yuk, simak rangkumannya!
Karena takut dihukum Tohjaya, Lembu Ampal akhirnya memilih membelot dan ikut dalam kubu Ranggawuni. Lembu Ampal bahkan melakukan adu domba di angkatan perang Singasari hingga timbul perpecahan.
Saat Tohjaya berniat menghukum perwira perang karena gagal menyelesaikan masalah, para perwira perang dipimpin Ranggawuni justru berbondong-bondong ikut membelot dan berbalik arah menyerang Tohjaya.
Setelah kematian Tohjaya, Ranggawuni yang didampingi Mahisa Campaka (sepupunya) memimpin Kerajaan Singasari dari tahun 1250–1272 sebelum akhirnya meninggal dunia.
4. Kertanagara
Raja terakhir dalam sejarah Kerajaan Singasari versi Pararaton adalah Kertanegara atau Sri Maharaja Kertanagara.
Kertanegara diberi gelar Śrī Mahārājadhiraja Kṛtanāgara Wikrama Dharmmottunggadewa dan berkuasa sekitar tahun 1272–1292 di Singasari.
Kertanegara sendiri merupakan putra dari Wisnuwardhana yang kemudian naik takhta menggantikan ayahnya yang wafat.
Sebelum naik tahta sebagai raja Singasari, Kertanegara sebelumnya diangkat sebagai yuwaraja (putra mahkota) di Kediri pada tahun 1254.
Dia menjadi salah satu raja Jawa pertama yang memiliki ambisi untuk memperluas kekuasaannya melampaui wilayah Jawa.
Menurut Nagarakretagama, pada masa pemerintahannya, daerah-daerah yang menjadi bawahan Tumapel di luar Jawa antara lain; Kerajaan Melayu, Bali, Pahang, Gurun, Sunda, Madura, dan Bakulapura.
Letak Kerajaan Singasari
Setelah memahami sejarah Kerajaan Singasari beserta susunan rajanya, sekarang mari kita bahas tentang letak dari Kerajaan Singasari.
Pusat Kerajaan Singasari diperkirakan berada di Kecamatan Singasari, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Hal tersebut selaras dengan nama kecamatan yang masih digunakan sampai sekarang, yaitu Singasari.
Tak hanya nama kecamatan, peninggalan-peninggalan Kerajaan Singasari juga ditemukan di sekitar Kecamatan Singasari, Kabupaten Malang.
Berikut adalah beberapa peninggalan sejarah Kerajaan Singasari yang masih bisa kita temui sampai sekarang:
1. Candi Jago
Menurut Negarakertagama, Candi Jago berasal dari kata “Jajaghu,” yang mengandung arti “keagungan” dan merupakan istilah yang merujuk pada tempat suci.
Candi Jago didirikan selama masa pemerintahan Kerajaan Singasari pada abad ke-13 sebagai bentuk penghormatan terhadap Raja Wisnuwardhana, yang merupakan raja ketiga dari Singasari.
Candi Jago ini berlokasi di Dusun Jago, tepatnya di Desa Tumpang, Kecamatan Tumpang, Kabupaten Malang, Jawa Timur.
Halaman:

