Advertisement
Source : unsplash.com/id/@haseebm

13 Soal TKA Bahasa Indonesia SMA Kelas 12 2026 beserta Jawabannya Lengkap

Pelajari soal TKA Bahasa Indonesia SMA kelas 12 2026 lengkap dengan kunci jawaban dan pembahasan sebagai bahan latihan menghadapi Tes Kemampuan Akademik.

10 Agustus 2026 Lailla

Soal 3

Berdasarkan bacaan di atas, latar tempat dan fenomena alam yang menjadi latar belakang dilakukannya aksi penanaman bakau adalah…
A. Pesisir Dusun Senggiring; garis pantai yang tergerus abrasi hingga mendekati pemukiman
B. Perkebunan warga Sambas; tingginya tingkat pencemaran limbah industri
C. Kabupaten Mempawah; hilangnya mata pencaharian warga akibat hilangnya tambak
D. Wilayah perairan Pontianak; bencana banjir rob yang merendam rumah penduduk
E. Desa Bakau Kecil; munculnya konflik lahan antara masyarakat dan pemerintah

Jawaban: A. Pesisir Dusun Senggiring; garis pantai yang tergerus abrasi hingga mendekati pemukiman
Pembahasan:
Latar tempat berada di Dusun Senggiring (Desa Bakau Kecil, Mempawah). Fenomena utama yang diangkat adalah abrasi laut yang mengancam kebun dan pemukiman karena jarak pantai tinggal 500 meter.

Materi TKA Kelas 12 yang Diujikan Tahun Ajaran 2027 dan Penjelasannya

Soal 4

Sikap yang ditunjukkan kelompok Mempawah Mangrove Conservation (MMC) dan Pemerintah Desa Bakau Kecil dalam menghadapi ancaman lingkungan berdasarkan teks tersebut adalah…
A. Pasif dan bergantung penuh pada bantuan dana asing dari WWF
B. Reaktif dan baru bertindak setelah pemukiman warga hancur diterjang abrasi
C. Proaktif dan kolaboratif dalam merencanakan pemulihan ekosistem serta payung hukumnya
D. Otoriter dalam memaksa warga desa untuk mendonasikan tanahnya
E. Individualis karena hanya fokus menyelamatkan area perkebunan tertentu

Jawaban: C. Proaktif dan kolaboratif dalam merencanakan pemulihan ekosistem serta payung hukumnya
Pembahasan:
MMC dan Pemdes bersikap proaktif dengan menggalang aksi 10.000 bibit & merilis Perdes serta kolaboratif dengan bekerja sama menggandeng WWF dan menggandeng berbagai komunitas.

Soal 5

Bagan yang paling tepat dan logis untuk menggambarkan alur informasi pada Paragraf 1 adalah…
A. [Aksi Penanaman Bakau] → [Penyebab Bencana Abrasi] → [Keterlibatan WWF]
B. [Ancaman Abrasi di Senggiring] → [Penerbitan Perdes] → [Aksi Penanaman Bakau]
C. [Aksi Penanaman 2.500 Bibit] → [Latar Belakang Ancaman Abrasi] → [Dukungan Kebijakan Perdes]
D. [Target 10.000 Bibit MMC] → [Bantuan Komunitas Luar] → [Kerusakan Tambak Warga]
E. [Penerbitan Perdes Mangrove] → [Ancaman Abrasi Pantai] → [Penyulaman Bibit Mati]

Jawaban: C
Pembahasan:
Paragraf 1 dibuka dengan fakta aksi penanaman 2.500 bibit, kemudian dilanjutkan hal yang melatarbelakangi, yaitu ancaman abrasi dan jarak pantai sisa 500m, kemudian ditutup dengan dukungan Pemdes berupa Perdes.

Soal 6

Kerangka bagan berikut memuat alur penanganan masalah lingkungan pada teks di atas:

[Masalah: Abrasi mengancam pemukiman]
↓
[Tindakan: Penanaman 2.500 bibit bakau]
↓
[X]

Isi yang paling tepat untuk melengkapi bagian [X] pada bagan di atas berdasarkan isi Paragraf 2 adalah…
A. Penebangan pohon bakau tua untuk membangun benteng beton
B. Evaluasi dampak ekonomi penanaman terhadap pendapatan warga
C. Penghentian kerja sama dengan WWF jika bibit gagal tumbuh
D. Pembentukan organisasi relawan baru khusus untuk kawasan pesisir Sambas
E. Monitoring berkala dan penyulaman bibit yang rusak atau mati

Jawaban: E. Monitoring berkala dan penyulaman bibit yang rusak atau mati
Pembahasan:
Langkah lanjutan pasca penanaman yang disebutkan pada Paragraf 2 adalah tahap monitoring secara berkala dan penyulaman (penggantian bibit mati) agar program keberlanjutan berhasil.

Teks 2 (Soal 7-10)

Desa yang Melupakan Garis Pantai

Dulu, Kakek Bejo selalu mewanti-wanti warga Desa Mangkubanyu untuk tidak mengusik barisan pohon bakau di muara. Kata beliau, akar-akar meliuk itu adalah “jemari bumi” yang mencengkeram daratan agar tidak terseret ke dasar laut. Namun, sejak kawasan pesisir dilirik untuk proyek resor dan tambak modern, petuah Kakek Bejo dianggap angin lalu. Pohon-pohon bakau ditumbangkan, digantikan beton dan cerobong mesin. Kakek Bejo hanya bisa mengelus dada sambil tetap berusaha menanam bibit-bibit bakau di sejengkal tanah sisa di belakang rumahnya.

Sepuluh tahun pun berlalu. Gelombang ombak kini tak lagi ramah. Tanpa benteng bakau, air asin makin meluas menghantam daratan setiap kali pasang tiba. Sumur-sumur warga mulai terasa payau dan yang paling dikhawatirkan kakek Bejo, garis pantai sudah bergeser belasan meter hingga menelan pekarangan rumah. Saat rapat desa digelar, warga saling tuduh mengenai siapa yang harus bertanggung jawab atas rusaknya tanah mereka. Dari pojok ruangan, Kakek Bejo menatap nanar, kemudian berdiri untuk meletakkan sebuah polybag berisi bibit bakau muda di atas meja yang langsung disambut dengan senyuman getir warga. Hanya dengan melihat apa yang diletakkan kakek Bejo, mereka sudah tahu jawabannya.

Soal 7

Konflik utama yang dialami oleh tokoh Kakek Bejo dalam cerita di atas adalah…
A. Pertentangan batin karena bibit bakau di belakang rumahnya dirusak oleh warga desa
B. Pergolakan antara upaya melestarikan lingkungan dan ketidakpedulian masyarakat di sekitarnya
C. Perselisihan harga ganti rugi lahan pesisir antara dirinya dan pengembang resor
D. Kemarahannya kepada pemerintah desa saat rapat warga berlangsung
E. Kekecewaannya karena sumur di rumahnya sudah tercemar air asin

Jawaban: B. Pergolakan antara upaya melestarikan lingkungan dan ketidakpedulian masyarakat di sekitarnya
Pembahasan:
Konflik fokus pada usaha Kakek Bejo menjaga lingkungan (menanam bakau) yang berbenturan dengan sikap warga yang mengabaikan petuahnya demi pembangunan dan uang.

Halaman:

Advertisement