Advertisement
Source : unsplash.com/id/@haseebm

13 Soal TKA Bahasa Indonesia SMA Kelas 12 2026 beserta Jawabannya Lengkap

Pelajari soal TKA Bahasa Indonesia SMA kelas 12 2026 lengkap dengan kunci jawaban dan pembahasan sebagai bahan latihan menghadapi Tes Kemampuan Akademik.

10 Agustus 2026 Lailla

Soal 8

Amanat atau nilai moral yang ingin disampaikan pengarang melalui tindakan Kakek Bejo saat meletakkan bibit bakau di akhir cerita adalah…
A. Menyindir warga secara terbuka jauh lebih efektif daripada menegur dengan kata-kata
B. Pembangunan ekonomi harus didahulukan meskipun harus mengorbankan lingkungan
C. Kesadaran untuk memperbaiki kerusakan lingkungan sering kali baru muncul setelah bencana terjadi
D. Penyesalan atas keputusan masa lalu tidak akan mampu mengubah kondisi alam yang rusak
E. Menjaga tradisi leluhur hanya wajib dilakukan oleh generasi tua di desa

Jawaban: C. Kesadaran untuk memperbaiki kerusakan lingkungan sering kali baru muncul setelah bencana terjadi
Pembahasan:
Tindakan tanpa teriakan yang dilakukan Kakek Bejo menyadarkan warga bahwa kehancuran pekarangan dan air sumur mereka adalah akibat mengabaikan konservasi di masa lalu.

Soal 9

Hubungan sebab-akibat antara kejadian di Paragraf 1 dan Paragraf 2 ditunjukkan oleh…
A. Penebangan hutan bakau untuk resor → Air laut mengikis daratan dan merusak sumber air bersih warga
B. Penanaman bibit di belakang rumah Kakek Bejo → Kegagalan proyek resor dan tambak modern
C. Peralihan fungsi lahan pesisir → Kakek Bejo memutuskan pindah dari Desa Mangkubanyu
D. Pembangunan benteng beton di pantai → Garis pantai meluas dan pemukiman menjadi aman
E. Kemunculan sumur berair payau → Warga menumbangkan sisa pohon bakau di muara

Jawaban: A. Penebangan hutan bakau untuk resor → Air laut mengikis daratan dan merusak sumber air bersih warga
Pembahasan:
Paragraf 1 menceritakan alih fungsi lahan dan pembabatan bakau. Dampaknya bisa dilihat pada paragraf 2 berupa abrasi (garis pantai tergerus) dan intrusi air asin ke sumur warga.

Soal 10

Berdasarkan sikap warga di akhir, peristiwa yang kemungkinan besar akan terjadi berikutnya adalah…
A. Warga mengusir Kakek Bejo dari ruang rapat karena merasa tersindir
B. Warga menginisiasi gerakan gotong royong menanam kembali bakau di pesisir
C. Pengembang resor membeli sisa rumah Kakek Bejo dengan harga tinggi
D. Warga memutuskan meninggalkan Desa Mangkubanyu dan mengungsi ke kota
E. Pemerintah desa melanjutkan pembangunan tambak modern di area muara

Jawaban: B. Warga menginisiasi gerakan gotong royong menanam kembali bakau di pesisir
Pembahasan:
Suasana hening dan kesadaran warga setelah melihat bibit bakau Kakek Bejo mengindikasikan kesadaran dan perubahan sikap untuk memulihkan pantai.

Teks 3 (Soal 11-13)

Hentikan Carbon Offset Sekarang!

Mekanisme tebus karbon (carbon offset) sering digadang-gadang sebagai jalan keluar tercepat untuk menekan krisis iklim. Logikanya sederhana: pencemar lingkungan seperti industri bahan bakar fosil dapat membayar proyek pelestarian hutan di tempat lain demi “menebus” emisi yang mereka lepaskan. Namun, kampanye dari organisasi perlindungan hutan World Rainforest Movement (WRM) menegaskan bahwa perdagangan karbon justru memberikan hak bagi korporasi untuk terus mencemari bumi.

Skema ini mengandung kelemahan mendasar. Pertama, pemanasan global disebabkan oleh pembakaran karbon terperangkap (minyak dan batubara) yang melepaskan emisi secara permanen, sementara karbon yang diserap pohon bersifat sementara karena hutan rentan terbakar atau ditebang kembali. Kedua, proyek-proyek offset di negara berkembang kerap memicu perampasan lahan dan membatasi akses masyarakat adat terhadap wilayah jelajah mereka. Alih-alih menghentikan pencemaran dari sumber utamanya, skema tebus karbon hanyalah ilusi finansial yang menunda aksi iklim yang sejati.

Disadur dari:https://www.wrm.org.uy/id/stop-carbon-offsetting

Soal 11

Kritik terhadap skema tebus karbon dalam teks di atas paling sesuai dengan perilaku masyarakat sehari-hari ketika…
A. Memilih naik transportasi umum untuk mengurangi polusi udara di perkotaan
B. Membuang sampah plastik sembarangan tetapi merasa tidak berdosa karena sudah membayar iuran kebersihan
C. Mengolah sampah organik dapur menjadi kompos untuk pupuk tanaman di pekarangan
D. Membeli barang bekas di pasar loak demi menghemat pengeluaran bulanan
E. Mengurangi penggunaan kantong plastik saat berbelanja di minimarket

Jawaban: B. Membuang sampah plastik sembarangan tetapi merasa tidak berdosa karena sudah membayar iuran kebersihan
Pembahasan:
Inti tebus karbon yang dikritik adalah merasa boleh merusak atau mencemari asal sudah membayar uang ganti rugi.

Soal 12

Penulis membandingkan karbon hasil pembakaran bahan bakar fosil dengan karbon yang diserap oleh pohon. Ketepatan argumen penulis pada perbandingan tersebut dinilai kuat karena…
A. Pohon di hutan dijamin tidak akan mati atau mengalami kepunahan selama ratusan tahun
B. Bahan bakar fosil merupakan sumber energi terbarukan yang tidak akan pernah habis diproduksi
C. Emisi dari bahan bakar fosil berdampak permanen di atmosfer, sedangkan penyimpanan karbon di hutan berisiko terlepas kembali jika hutan terbakar
D. Karbon yang dihasilkan dari pabrik lebih mudah diserap oleh air laut daripada oleh daun-daun pohon
E. Pembakaran batubara menghasilkan oksigen murni yang dapat menetralkan efek rumah kaca

Jawaban: C. Emisi dari bahan bakar fosil berdampak permanen di atmosfer, sedangkan penyimpanan karbon di hutan berisiko terlepas kembali jika hutan terbakar
Pembahasan:
Argumen penulis akurat secara fakta sains: emisi fosil menambah beban karbon secara permanen, sedangkan penyerapan oleh vegetasi bersifat sementara (dapat terlepas lagi jika ada kebakaran hutan/penebangan).

Soal 13

Setelah membaca uraian teks di atas, respons emosional dan reflektif yang paling mungkin muncul dari pembaca adalah…
A. Rasa kagum atas kedermawanan industri minyak dalam membiayai penanaman hutan
B. Keresahan dan kewaspadaan terhadap klaim-klaim ramah lingkungan yang ternyata tidak menyelesaikan akar masalah emisi
C. Kecewa kepada masyarakat adat yang menolak pembangunan di kawasan hutan
D. Rasa optimis bahwa krisis iklim akan selesai sepenuhnya lewat transaksi tebus karbon
E. Ketakutan bahwa pohon di bumi tidak lagi memiliki kemampuan untuk melakukan fotosintesis

Jawaban: B. Keresahan dan kewaspadaan terhadap klaim-klaim ramah lingkungan yang ternyata tidak menyelesaikan akar masalah emisi
Pembahasan:
Teks ini didesain untuk membuka mata dan membangun kesadaran kritis, sehingga membangkitkan rasa waspada terhadap klaim ramah lingkungan yang semu (greenwashing).

Penutup

Demikian soal TKA bahasa Indonesia SMA kelas 12 2026 yang bisa menjadi referensi belajar tambahan. Maksimalkan waktu belajar di rumah dan sekolah agar kamu bisa mendapatkan hasil terbaik.

Jangan lupa untuk selalu menjaga kesehatan dan menerapkan tips-tips mengerjakan soal TKA bahasa Indonesia. Selamat berjuang dan semoga sukses! 🎓🎉

Referensi:


Halaman:

Advertisement