9 Suku Bangsa yang Terdapat di Provinsi Bengkulu Beserta Penjelasannya

Posted in: Pelajar

9 Suku Bangsa yang Terdapat di Provinsi Bengkulu Beserta Penjelasannya — Keberagaman yang Indonesia miliki memang luar biasa banyaknya.

Hal tersebut membuat Indonesia amat kaya dan unik sehingga menarik perhatian banyak orang dari negara lain. Namun sebagai orang Indonesia, apakah kamu tahu berapa banyak suku bangsa yang terdapat di provinsi Indonesia ini?

Namun pada kesempatan ini Mamikos akan fokus membahas suku bangsa yang ada di Provinsi Bengkulu beserta penjelasannya yang menarik untuk kamu simak.

Karena di Provinsi Bengkulu saja ada beberapa suku bangsa yang perlu kamu ketahui untuk menambah wawasan kamu. Yuk simak beberapa suku bangsa di Bengkulu tersebut di bawah ini.

Daftar Suku Bangsa di Provinsi Bengkulu Beserta Penjelasannya

hobiternak.com/

Seperti yang sudah Mamikos sampaikan di atas bahwa pada kesempatan kali ini, Mamikos akan menginformasikan mengenai daftar suku bangsa yang ada di Provinsi Bengkulu lengkap dengan penjelasannya. Jadi, untuk kamu yang sudah tidak sabar lagi, sebaiknya mulai membaca penjelasannya dengan menggulir artikel ini ke bawah.

Jika menyebut nama Provinsi Bengkulu, mungkin kamu akan langsung teringat dengan bunga bangkai atau wisata pantainya yang mempesona.

Selain itu, Bengkulu juga menarik karena memiliki 9 suku bangsa yang berbeda. Di Provinsi Bengkulu sendiri memang ada beberapa suku asli dan suku pendatang.

Untuk lebih memahami apa saja suku bangsa yang ada di Provinsi Bengkulu tersebut, kamu dapat menyimak penjelasannya dengan saksama berikut ini.

1. Suku Bangsa Enggano

artoftheancestors.com/enggano

Suku bangsa di Provinsi Bengkulu yang pertama akan Mamikos bahas adalah Suku Bangsa Enggano yang ada di Kepulauan Enggano. Penduduk asli Kepulauan Enggano terbagi atas suku Enggano asli dan penduduk pendatang.

Suku bangsa Enggano sendiri masih terbagi atas lima sub suku lho. Sub suku tersebut di antaranya adalah sub suku Kauno, sub suku Kaitora, sub suku Kaarubi, sub suku Kaaruba, dan sub suku Kaohoa.

Sementara para pendatang yang tinggal dan menempati Pulau Enggano akan tergolong pada suku nya sendiri yakni suku bangsa Kamay yang mengandung arti pendatang.

Data statistik pada tahun 2003 menunjukkan jumlah penduduk di Kepulauan Enggano diperkirakan 2.240 jiwa. Untuk penduduk Kepulauan Enggano sendiri tersebar secara merata di enam desa.

Untuk keyakinan yang dianut, suku bangsa Enggano hanya memeluk dua agama terbesar di Indonesia yakni Islam dan Kristen.

Untuk mata pencaharian utama suku bangsa Enggano adalah sebagai nelayan. Hal tersebut sesuai dengan wilayah Bengkulu yang memang dikelilingi lautan. Akan tetapi, ada juga beberapa penduduk yang membudidayakan tanaman di perkebunan.

2. Suku Bangsa Rejang

statistik.bengkuluprov.go.id/Senibudaya/

Suku bangsa di Bengkulu berikutnya yang masuk pada pembahasan Mamikos adalah suku bangsa Rejang. Bisa dibilang suku bangsa ini paling banyak jumlah persebarannya.

Suku bangsa Rejang tersebar di beberapa wilayah seperti Kabupaten Rejang Lebong, Lebong, Kepahiang, dan sebagian besar lainnya ada di Kabupaten Bengkulu Utara.

Suku bangsa Rejang juga dikenal dengan sebutan Jang. Orang-orang suku bangsa Rejang menyebut diri mereka dengan istilah keme tun jang yang artinya ‘kami adalah orang Jang’.

Dalam kehidupan sehari-hari mereka, suku bangsa Rejang akan menggunakan bahasa Rejang. Untuk bahasa yang digunakan, terdapat empat dialek yang dituturkan orang dengan suku bangsa Jang.

Dialek Kepahiang (Rejang Ho), dialek Selupuh (Rejang Musai), dialek Rejang Lebong, dan dialek Rejang Pesisir menjadi dialek yang biasa dituturkan.

Sebagian besar suku bangsa Rejang memiliki mata pencaharian sebagai petani. Akan tetapi ada juga yang berprofesi sebagai peternak, peladang, pemancing, mencari kayu di hutan, hingga buruh pabrik.

Mayoritas orang suku bangsa Rejang memeluk agama Islam. Namun bagi orang-orang suku Rejang yang bermukim di pedalaman masih menganut kepercayaan nenek moyang mereka.

3. Suku Bangsa Serawai

selasar.com/pakaian-adat/bengkulu/

Suku bangsa asli Bengkulu berikutnya yang Mamikos bahas adalah suku bangsa Serawai. Suku bangsa Bengkulu ini cukup banyak yang bermukim di wilayah Kabupaten Bengkulu Selatan dan Kabupaten Seluma.

Meski begitu, sudah ada sebagian besar dari orang bangsa Serawai yang hidup di daerah perkotaan, seperti ibu kota kabupaten hingga kecamatan.

Orang bangsa Serawai hidup secara berkelompok d9 sebuah desa dengan menggunakan bahasa Serawai sebagai bahasa percakapan sehari-hari mereka.

Bangsa Serawai memakai dua dialek yakni dialek Talo dan Manna. Untuk mata pencahariannya, suku bangsa Serawai masih banyak yang hidup sebagai petani.

Sedangkan untuk agama mayoritas yang dianut oleh orang-orang suku bangsa Serawai adalah agama Islam. Meski demikian, dalam adat kebiasaan orang bangsa Serawai masih berkembang beberapa kepercayaan yang bertahan hingga sekarang.

4. Suku Mukomuko

mitratoday.com/headline

Suku Mukomuko atau juga dikenal dengan Muke-Muke menjadi suku bangsa di Provinsi Bengkulu selanjutnya yang masuk dalam ulasan Mamikos pada kali ini.

Saat ini, orang-orang dari suku Mukomuko banyak tinggal di wilayah yang sekarang masuk Kabupaten Mukomuko, Bengkulu, yang letaknya sangat dekat dengan perbatasan Sumbar di sebelah utara.

Orang Minang Mukomuko memiliki bahasa mereka sendiri yaitu bahasa Mukomuko. Bahasa Mukomuko sedikit memiliki persamaan dengan bahasa Minangkabau.

Disamping bahasa, beberapa unsur kebudayaan Mukomuko yang banyak memiliki kemiripan dengan kebudayaan di Minangkabau.

Orang Mukomuko memiliki adat istiadat yang tidak berbeda jauh dengan adat orang-orang di Minangkabau. Daerah Mukomuko ini masuk dalam wilayah Bengkulu, serta berbatasan dengan dua provinsi lainnya yaitu Provinsi Jambi dan Sumbar. Penduduk asli Mukomuko terdiri dari dua suku, yaitu suku Minang Mukomuko dan Suku Pekal.

5. Suku Pekal

seringjalan.com/

Suku Pekal atau Pikal merupakan suku bangsa di Provinsi Bengkulu berikutnya yang akan Mamikos ulas di sini. Suku Pekal merupakan kelompok etnik yang mendiami daerah Kabupaten Bengkulu Utara di Provinsi Bengkulu, dan beberapa wilayah di sekitar Kabupaten Mukomuko.

Menurut data statistik tahun 2000, jumlah penduduk suku Pekal pada sensus adalah sebesar 30.000 orang.

Suku bangsa Pekal memiliki kaitan yang sangat erat dengan mitologi suku bangsa lain. Mitologi tersebut dominan berada di beberapa wilayah perbatasan.

Mitologi tersebut berhubungan dengan mitologi suku Rejang dan hikayat Raja Inderapura yang berasal dari Minangkabau.

Dalam sebuah mitologi, suku Rejang disebutkan memiliki pertalian erat dengan hikayat kerajaan Pagaruyung yang berada di Minangkabau.

6. Suku Basemah

id.pinterest.com/yesinovariakunang/

Suku Basemah atau yang dikenal juga dengan Besemah, Pasemah atau Pesemah adalah suku bangsa di Provinsi Bengkulu dari artikel Mamikos pada kesempatan ini.

Orang-orang dari suku bangsa Basemah ini banyak mendiami wilayah kota Pagaralam, Kab. Empat Lawang, Kab. Lahat, Ogan Komering Ulu, sampai ke daerah Muara Enim.

Suku bangsa Basemah secara umum masih tinggal di kawasan gunung berapi yang masih aktif yakni gunung Dempo. Banyak orang-orang suku bangsa ini yang pergi merantau ke daerah lain di provinsi Bengkulu.

Suku Pasemah menjadi salah satu suku bangsa asli yang berasal dari wilayah Sumsel Selatan dan masih memiliki ikatan kekerabatan dengan suku Melayu dan Komering. Sementara suku tersebut sudah mendiami wilayah Sumsel sejak ratusan tahun yang lalu.

7. Suku Kaur

cakbagus.net/

Suku Kaur adalah salah satu suku bangsa yang terdapat di Provinsi Bengkulu yang masuk pada pembahasan Mamikos. Suku Kaur ini mendiami daerah-daerah di sekitar sungai Kaur, Kabupaten Kaur, Provinsi Bengkulu.

Untuk pemukiman orang-orang suku Kaur sangat berdekatan dengan kediaman orang-orang suku Serawai dan Besemah. Agak berbeda dengan kedua suku bangsa Serawai Besemah yang menggunakan bahasa Melayu Tengah sebagai bahasa komunikasi mereka, orang suku Kaur masih menggunakan bahasa Kaur asli.

Orang Kaur tidak diperkenankan untuk menikah dengan orang dari marga atau kaum kerabat atau klan yang sama. Sebab ada kepercayaan bahwa tidak boleh menikahi mereka yang memiliki marga sama, namun bisa menikah dengan orang Kaur yang tinggal di desa lain. Pernikahan orang Kaur hanya dapat berlangsung sesudah perayaan panen padi.

Mata pencaharian orang-orang suku Kaur adalah menjadi petani yang mengandalkan hasil dari sawah mereka. Selain itu, daerah Kabupaten Kaur juga terkenal dengan hasil bumi cengkih dan lada nya.

Berternak, kebun sawit, kebun karet, menangkap ikan, dan berdagang juga menjadi usaha tambahan orang suku Kaur. Biasanya usai musim panen padi, orang-orang suku Kaur akan memanen buah-buahan seperti mangga dan durian.

8. Suku Lampung

indonesiakaya.com/pustaka-indonesia/

Suku Lampung merupakan suku bangsa yang juga ada di Provinsi Bengkulu. Suku Lampung tersebut merupakan salah satu suku bangsa yang berasal dari Provinsi Lampung dan lokasinya sendiri berada pada bagian ujung selatan di pulau Sumatra.

Selain tersebar di Provinsi Lampung sendiri, orang-orang suku Lampung juga tersebar luas di beberapa provinsi Sumsel dan wilayah terkenal di Indonesia.

9. Suku Lembak

orami.co.id/magazine/

Suku Lembak atau Melayu Lembak atau bisa juga disebut Orang Linggau menjadi suku bangsa Provinsi Bengkulu yang masuk pada pembahasan Mamikos di kesempatan kali ini.

Suku Lembak, Melayu Lembak, atau Orang Linggau tersebut merupakan suku bangsa atau kelompok etnik yang menempati beberapa daerah di Provinsi Bengkulu dan sebagian besar lagi di Provinsi Sumatra Selatan.

Daerah yang menjadi persebaran suku bangsa tersebut di antaranya adalah di kota Bengkulu, Bengkulu Utara, kabupaten Bengkulu Tengah, kabupaten Rejang Lebong, dan kabupaten Kepahiang.

Orang-orang dari Suku lembak juga menempati beberapa wilayah atau daerah Kota Lubuklinggau dan kabupaten Musi Rawas yang masuk dalam wilayah provinsi Sumatra Selatan.

Suku Lembak merupakan bagian dari suku melayu. Hal tersebut tersirat dari beberapa literatur yang tertinggal. Untuk bahasa, adat-istiadat, dan budaya Suku Lembak juga tidak jauh berbeda dengan masyarakat Melayu jika ditelusuri lebih dalam.

Suku Lembak memiliki tiga sub-suku juga yang masih tersebar di beberapa daerah lain. Sub-suku tersebut di antaranya adalah Suku Lembak Lapan, Suku Lembak Bulang, Suku Lembak Beliti.

Penutup

Mamikos harap ulasan mengenai suku bangsa yang ada di Provinsi Bengkulu beserta penjelasannya tersebut dapat memberikan sebuah wawasan baru untuk kamu sekalian.

Apabila kamu merasa informasi yang Mamikos sampaikan kali ini menarik, jangan ragu untuk menyebarkannya pada teman, sahabat atau di postingan media sosial kamu.

Jangan lupa juga bahwa melalui situs resmi dan aplikasi Mamikos akan memudahkan kamu memperoleh info kos terkini di sekitar kamu. Dengan mengandalkan aplikasi atau situs Mamikos, kamu bisa menelusuri info kos dengan mudah, aman, dan lebih efisien.


Klik dan dapatkan info kost di dekatmu:

Kost Jogja Harga Murah

Kost Jakarta Harga Murah

Kost Bandung Harga Murah

Kost Denpasar Bali Harga Murah

Kost Surabaya Harga Murah

Kost Semarang Harga Murah

Kost Malang Harga Murah

Kost Solo Harga Murah

Kost Bekasi Harga Murah

Kost Medan Harga Murah