7 Suku Bangsa di Pulau Jawa Beserta Gambar dan Penjelasannya Lengkap

Suku Bangsa di Pulau Jawa Beserta Gambar & Penjelasannya Lengkap – Pulau Jawa menjadi salah satu pulau dengan jumlah penduduk terbanyak di Indonesia. Banyaknya penduduk di Pulau Jawa membuat pemerintah sempat melakukan program transmigrasi ke luar Pulau Jawa sebagai bentuk program untuk pemerataan penduduk.

Pulau Jawa sendiri terbagi menjadi 5 jumlah provinsi yaitu meliputi Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta, dan Jawa Timur. Tentunya dengan banyaknya penduduk di Pulau Jawa membuat pulau tersebut kaya akan keragaman suku bangsa.

Kali ini Mamikos akan berbagi informasi mengenai berbagai suku bangsa yang ada di Pulau Jawa. Simak terus artikel berikut, ya!

Suku
Bangsa di Pulau Jawa

kumparan.com

Indonesia terkenal akan keragaman suku bangsa, budaya, dan
bahasa daerahnya. Pulau Jawa menjadi salah satu pulau di Indonesia dengan
jumlah penduduk  terbanyak dibandingkan
pulau besar lainnya. Hal tersebut pula yang menjadikan Pulau Jawa dihuni oleh
berbagai suku bangsa.

Berikut beberapa suku bangsa yang ada di Pulau Jawa.

1. Suku Sunda

sultantv.co

Suku Sunda atau yang biasa dikenal sebagai Urang Sunda
merupakan salah satu suku yang berada di Pulau Jawa tepatnya berasal dari Tatar
Pasudan, Jawa Barat. Suku Sunda sendiri mencakup wilayah Jawa Barat, Banten,
Jakarta, serta wilayah barat Jawa Tengah. Suku ini menjadi kelompok etnik
dengan jumlah masyarakat terbanyak kedua setelah Suku Jawa.

Budaya yang dimiliki Suku Sunda di antaranya yaitu bahasa daerah, seni tari, dan kesenian lainnya. Bahasa yang digunakan oleh masyarakat Sunda dalam kehidupan sehari-hari yaitu bahasa Sunda. Adapun seni tari yang paling terkenal dari Suku Sunda yaitu tari topeng dan tari merak.

Tidak hanya berhenti di situ saja, Suku Sunda juga memiliki kesenian lain seperti wayang golek yang menjadi salah satu kesenian kebanggaan. Wayang golek tersebut dipentaskan oleh sinden dengan diiringi oleh alunan musik degung. Suku Sunda juga memiliki beraneka ragam makanan khas seperti sayur asem, pepes, sayur lodeh, tutug oncom, dan lalaban.

Sebagian besar masyarakat Suku Sunda menganut agama Islam, namun ada juga yang menganut agama lain seperti Kristen, Hindu, bahkan menganut kepercayaan Sunda Wiwitan. Penganut kepercayaan Sunda Wiwitan yaitu masyarakat Baduy.

2. Suku Betawi

travel.okezone.com

Suku Betawi merupakan keturunan penduduk yang bermukim di Batavia sejak abad ke-17 atau pada masa kolonial Hindia Belanda. Etnis ini juga sering dikatakan sebagai etnis perpaduan antara Melayu, Jawa, Bali, Sunda, Bugis, Makassar, Ambon, India, Tionghoa, dan Arab yang dulunya sempat bertempat tinggal di Jakarta.

Sama halnya seperti suku lain, Suku Betawi juga memiliki berbagai macam budaya mulai dari kesenian, senjata tradisional, bahasa daerah, hingga rumah tradisional. Suku Betawi memiliki kesenian khas bernama Gambang Kromong, yang merupakan kolaborasi antara seni musik Tionghoa, rebana, orkes samrah, keroncong tugu, dan tanjidor. Kesenian lain yang dimiliki Suku Betawi yaitu lenong.

Suku Betawi juga memiliki senjata tradisional yaitu golok
atau bendo bersarung kayu. Sedangkan rumah tradisional yang ada disebut rumah
kebaya dan rumah panggung Betawi.

Bahasa yang digunakan Suku Betawi dalam kehidupan sehari-hari yaitu Bahasa Indonesia. Namun, Bahasa Indonesia yang digunakan oleh Suku Betawi diucapkan dengan penuturan dialek Betawi. Contohnya seperti pengucapan setiap kata yang diakhiri dengan huruf “e”, dialek Betawi akan bernada “a” keras seperti huruf ain dalam membaca tulisan Arab.

 3. Suku Jawa

kumparan.com

Suku Jawa menjadi salah satu suku terbesar di Indonesia.
Hampir 40,22 % penduduk Indonesia adalah Suku Jawa. Suku ini menempati hampir
di setiap wilayah pulau Jawa yang meliputi daerah Jawa Timur, Jawa Tengah, dan
Daerah Istimewa Yogyakarta.

Dalam kehidupan sehari-hari, masyarakat Suku Jawa
berkomunikasi menggunakan bahasa Jawa yang merupakan serapan dari bahasa
Sansekerta. Namun, masyarakat Suku Jawa juga tetap menggunakan bahasa Indonesia
untuk komunikasi dalam acara formal maupun resmi.

Banyak orang yang mengatakan bahwa Suku Jawa terkenal sebagai masyarakat yang menjunjung tinggi nilai kesopanan dan kesederhanaan. Sehingga tak jarang masyarakat luar mengatakan bahwa Suku Jawa identik dengan penuturan kata yang lemah lembut dan halus.

4. Suku Tengger

rimbakita.com

Suku Tengger menjadi salah satu suku yang mendiami wilayah Jawa Timur tepatnya berada di sekitar Gunung Bromo. Nama Tengger sendiri berasal dari legenda Roro Anteng dan Joko Seger. Suku Tengger tersebar di beberapa wilayah, seperti Kabupaten Pasuruan, Kabupaten Malang, Kabupaten Lumajang, hingga Kabupaten Probolinggo.

Suku Tengger dikenal masyarakat luas sebagai suku yang masih
menjunjung tinggi adat istiadat. Misalnya saja seperti kepercayaan terhadap
Gunung Bromo yang diyakini sebagai gunung suci. Setiap setahun sekali, Suku
Tengger mengadakan upacara adat Kasodo sebagai bentuk rasa syukur dan harapan
agar dijauhkan dari segala malapetaka. Upacara adat ini dilakukan dengan
melarung hasil bumi masyarakat Tengger ke dalam kawah Gunung Bromo.

5. Suku Madura

travel.kompas.com

Suku Madura nyatanya tidak hanya berasal dari Pulau Madura.
Terdapat beberapa wilayah yang diyakini sebagai asal suku Madura ini. Pulau
yang paling terkenal meliputi Kangean, Raas, Gili Raja, dan Sapudi. Suku Madura
ini tersebar luas di berbagai wilayah di Indonesia termasuk di Pulau Jawa. Suku
Madura memiliki bahasa daerah yang disebut sebagai bahasa Madura.

6. Suku Osing

merdeka.com

Suku Osing sering dikenal sebagai sub suku dari Suku Jawa.
Suku Osing sendiri merupakan penduduk asli Banyuwangi yang dikenal masyarakat
luas sebagai etnis yang ramah, penurut, dan menjunjung tinggi sikap gotong
royong. Suku ini tersebar di beberapa wilayah yang ada di Banyuwangi, seperti
Kecamatan Rogojampi, Kecamatan Songgon, Kecamatan Kabat, Kecamatan Giri, dan
masih banyak lagi.

Bahasa sehari-hari yang digunakan oleh Suku Osing yaitu bernama bahasa Osing yang merupakan turunan daru Jawa kuno. Meskipun demikian, dialek yang digunakan pada bahasa Osing ini sangat lah berbeda dengan dialek bahasa Jawa asli.

7. Suku Baduy

cnnindonesia.com

Pasti kalian sudah tidak asing lagi dengan suku yang satu ini. Suku Baduy merupakan kelompok etnis yang berasal dari provinsi Banten tepatnya berada di kaki desa Kanekes, Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak, Ramgkasbitung, Provinsi Banten.

Suku Baduy menggunakan bahasa Sunda dalam berkomunikasi
sehari-hari. Dalam kehidupan masyarakat luas, Suku Baduy  dikenal dengan nama lain seperti Orang
Kanekes, Orang Badui, dan Urang Kanekes. Suku Baduy juga tidak mengenal budaya
tulis dalam kesehariannya.

Demikian informasi mengenai beberapa suku bangsa yang ada di
Pulau Jawa. Semoga informasi ini membantu!

Jangan lupa untuk selalu update informasi melalui blog Mamikos karena di sini tempatnya berbagai macam informasi menarik dan tentunya selalu ter up to date!


Klik dan dapatkan info kost di dekat kampus idamanmu:

Kost Dekat UGM Jogja

Kost Dekat UNPAD Jatinangor

Kost Dekat UNDIP Semarang

Kost Dekat UI Depok

Kost Dekat UB Malang

Kost Dekat Unnes Semarang

Kost Dekat UMY Jogja

Kost Dekat UNY Jogja

Kost Dekat UNS Solo

Kost Dekat ITB Bandung

Kost Dekat UMS Solo

Kost Dekat ITS Surabaya

Kost Dekat Unesa Surabaya

Kost Dekat UNAIR Surabaya

Kost Dekat UIN Jakarta