9 Sumber Sejarah Kerajaan Demak beserta Penjelasannya Lengkap
Kerajaan Demak merupakan kerajaan Islam pertama di Pulau Jawa. Simak sumber sejarahnya di artikel ini!
Soko Guru ini memiliki panjang 17 meter dengan diameter 1 meter, membuatnya terlihat begitu kokoh di tengah bangunan masjid.
Angka 17 pada Soko Guru ini juga memiliki arti, yaitu jumlah rekaat salat umat Muslim dalam satu hari, sementara jumlah 4 pilar Soko Guru melambangkan 4 pedoman Islam, yakni Al-Quran, hadist, ijma’, dan qiyas.
Soko Guru Masjid Agung Demak menjadi salah satu fitur arsitektur yang menarik perhatian para pengunjung karena keunikan fungsinya yang tidak hanya sebagai elemen struktural, tetapi juga sebagai simbol keagamaan dan kultural yang kaya akan makna dalam budaya Jawa pada masa lalu.
4. Pintu Bledeg
Pintu Bledeg adalah salah satu elemen arsitektur yang unik dan terkenal dari Kerajaan Demak yang juga menjadi salah satu sumber sejarah Kerajaan Demak itu sendiri.
Istilah “bledeg” berasal dari bahasa Jawa yang berarti petir, dibuat oleh Ki Ageng Selo pada tahun 1466.
Pintu yang terletak di dalam Museum Masjid Agung Demak memiliki nilai istimewa dan keagamaan yang tinggi, serta konon mampu menangkal petir.
Ukiran pada Pintu Bledeg pun terlihat sangat cantik dengan gambar dua kepala naga. Tak hanya itu, gambar pada pintu ini dipercaya adalah gambaran petir yang dilihat oleh Ki Ageng Selo.
Lukisan pada Pintu Bledeg juga memiliki banyak makna, salah satunya adalah menjadi gambaran dari orang-orang pemerintahan, seperti raja, ratu, atau sultan yang melakukan kegiatan di Masjid Agung Demak.
5. Situs Kolam Wudhu Demak
Sumber sejarah Kerajaan Demak berikutnya adalah situs kolam wudhu Demak yang menjadi tempat di mana umat Islam, termasuk Raden Patah dan wali songo melakukan ritual bersuci sebelum melaksanakan ibadah salat.
Tak hanya menjadi tempat ritual bersuci, situs kolam wudhu ini juga pernah dijadikan tempat sayembara untuk menentukan sultan ke-4 di Kerajaan Demak.
Sayembara tersebut dilaksanakan setelah Sultan Trenggana wafat dan terjadi kekosongan kekuasaan di Kerajaan Demak.
Agar kekosongan tersebut bisa segera diisi, wali songo pun membuat sayembara kepada siapa pun untuk meloncati kolam wudhu tersebut dengan memegang tombak dan membelakangi atau mundur.
Halaman:

