Advertisement
Source : canva.com/@gettyimages/raditya

9 Sumber Sejarah Kerajaan Demak beserta Penjelasannya Lengkap

Kerajaan Demak merupakan kerajaan Islam pertama di Pulau Jawa. Simak sumber sejarahnya di artikel ini!

17 November 2023 Evita

Wali songo saat itu tidak membatasi peserta sayembara, bahkan rakyat jelata pun boleh mengikutinya, karena bagi wali songo, hanya orang berilmu tinggi yang mampu menyelesaikan tantangan tersebut.

Setelah sayembara dilaksanakan, akhirnya Jaka Tingkir-lah yang mampu memenuhi sayembara tersebut sehingga dia terpilih menjadi sultan ke-4 Kerajaan Demak.

6. Piring Campa

Piring Campa adalah sumber sejarah Kerajaan Demak berikutnya yang akan Mamikos ulas pada poin keenam ini.

Piring Campa sendiri adalah porselen khusus yang dipasang di Masjid Agung Demak sebagai dekorasi, pemberian dari Ibu Raden Patah yang bernama Siu Ban Ci.

Piring Campa ini berada di dalam Masjid Agung Demak yang jumlahnya sekitar 61 buah dan ditempelkan di dinding-dinding masjid.

Karena ditempelkan di dinding, maka pengunjung bisa melihat dengan jelas peninggalan bersejarah tersebut sekaligus menikmati keindahannya.

7. Dampar Kencana

Sumber sejarah Kerajaan Demak yang ketujuh adalah Dampar Kencana atau sering juga disebut dengan “singgasana”.

Sesuai dengan namanya, Dampar Kencana merupakan tempat raja duduk untuk melaksanakan berbagai aktivitas resmi, seperti mengadakan pertemuan, menerima tamu penting, atau mengambil keputusan penting terkait pemerintahan.

Selain menjadi singgasana raja, Dampar Kencana ini juga menyimpan sejarah besar pada masa Kerajaan Demak.

Konon dikisahkan bahwa setelah kekalahan Brawijaya V, Majapahit mulai dikuasai oleh Girindrawarddhana yang dikenal sebagai raja semena-mena dan kejam.

Rangkuman Sejarah Kerajaan Kutai Singkat, Letak, Raja, dan Masa Kejayaan

Pada masa kekuasaan Girindrawarddhana, persebaran agama Islam benar-benar dibatasi hingga membuat wali songo menyarankan Raden Patah untuk memerangi sikap zalim Girindrawarddhana.

Raden Patah yang dibantu wali songo akhirnya menyerang Majapahit dan menang. Sebagai bukti kemenangan, Dampar Kencana pun dibawa ke Demak untuk dijadikan tempat khotbah di Masjid Agung Demak.

8. Bedug dan Kentongan

Berikutnya, sumber sejarah Kerajaan Demak yang akan Mamikos ulas adalah bedug dan kentongan.

Di Masjid Agung Demak sendiri terdapat masing-masing 2 bedug dan 2 kentongan. Ukuran dari kedua bedug pun berbeda, yaitu 99 cm di sisi utara dan 87 cm di sisi selatan.

Sama seperti bedug dan kentongan pada umumnya, bedug dan kentongan di Masjid Agung Demak juga merupakan alat untuk memberikan tanda bahwa waktu salat telah tiba.

Halaman:

Advertisement