9 Sumber Sejarah Kerajaan Singasari Dilengkapi Penjelasannya

9 Sumber Sejarah Kerajaan Singasari Dilengkapi Penjelasannya – Kerajaan Singasari merupakan salah satu kerajaan bercorak Hindu-Budha terbesar yang pernah berdiri di atas Pulau Jawa.

Keberadaan kerajaan yang pertama kali menggaungkan penyatuan Nusantara ini dapat dibuktikan dari beberapa candi, prasasti, dan catatan kuno yang hingga sekarang masih bisa dilihat keberadaannya.

Dalam artikel berikut ini Mamikos memberikan sejumlah sumber sejarah yang bisa kamu gunakan untuk mempelajari sejarah dari kerajaan Singasari.

Penggunaan sumber sejarah dalam mempelajari keberadaan kerajaan Singasari harus dilakukan seorang pelajar, sehingga mereka dapat membedakan antara sejarah dan mitos.

Informasi Sumber Sejarah Kerajaan Singasari

https://wikimedia.org/

Keberadaan kerajaan Singasari dapat ditemukan dalam sejumlah prasasti dan kitab-kitab kuno.

Dalam beberapa catatan disebutkan bahwa kerajaan Singasari ini berdiri di tahun 1292 M dengan raja pertama bernama Ken Arok.

Letak kerajaan ini diperkirakan berdekatan dengan aliran Sungai Brantas yang melintas daerah di Malang, Jawa Timur. Sebenarnya nama asli dari kerajaan ini adalah kerajaan Tumapel.

Adapun nama kerajaan Singasari yang selama ini dikenal luas adalah nama dari ibu kota dari kerajaan Tumapel.

Namun, karena nama Singasari lebih sering disebut membuat kerajaan Singasari lebih dikenal dibanding dengan Tumapel.

Nah, untuk mengetahui apa saja sumber sejarah yang harus digunakan dalam mempelajari kerajaan Singasari berikut ini adalah uraiannya.

9 Sumber Sejarah Kerajaan Singasari yang Penting untuk Dipahami

Di bawah ini merupakan beberapa sumber yang dapat kamu pergunakan untuk mempelajari sejarah kerajaan Singasari yang sudah dilengkapi dengan penjelaannya.

1. Kitab Pararaton

https://ullensentalu.com/

Kitab Pararaton merupakan sebuah naskah kuno yang ditulis jauh setelah keruntuhan kerajaan Singasari yang dipertimbangkan menjadi salah satu sumber sejarah kerajaan Singasari.

Meski demikian, kitab ini tetap menjadi salah satu rujukan utama bagi siapa saja yang ingin mempelajari sejarah kerajaan Singasari.

Belum diketahui secara pasti kapan kitab Pararaton ini ditulis, tetapi para ahli memperkirakan bahwa kitab pararaton ditulis di kisaran 1481 M.

Jika pendapat ahli ini benar, maka bisa dipastikan bahwa kitab ini ditulis menjelang keruntuhan kerajaan Majapahit.

Dibanding kitab-kitab kuno lainnya kitab ini terbilang cukup pendek karena hanya terdiri sekitar 1.126 baris.

Di dalam kitab Pararaton ini berisi tentang raja-raja yang pernah berkuasa di era kerajaan Singasari dan kerajaan Majapahit.

Kitab Pararaton menyebutkan bahwa kerajaan Singasari didirikan oleh Ken Arok.

Secara keseluruhan kitab Pararaton banyak berisi tentang kisah kehidupan dari Ken Arok yang dibalut dengan beragam mitos.

Beberapa ahli berpendapat walau penting dalam mempelajari sejarah kerajaan Singasari, tetapi isi dari kitab Pararaton tidak bisa dipercaya seluruhnya karena terlampau banyak menampilkan unsur-unsur supranatural dan mitologis yang tidak dapat dibuktikan secara akademis.

2. Kakawin Negarakertagama

https://bangkok.unesco.org/

Kakawin Negarakertagama merupakan kitab kuno yang ditulis pada masa kerajaan Majapahit. Di dalam kitab ini mengisahkan tentang kebesaran raja Hayam Wuruk.

Selain mengisahkan tentang kebesaran raja Hayam Wuruk yang mampu membawa kerajaan Majapahit mencapai ke masa kejayaannya.

Kakawin Negarakertagama juga menyinggung tentang sejarah kerajaan Singasari.

Hal ini dikarenakan kerajaan Majapahit dianggap sebagai penerus dari kerajaan Singasari.

Di dalam Kakawin Negarakertagama juga menyebutkan kisah hidup dari raja Anusapati yang merupakan salah satu raja yang pernah memimpin kerajaan Singasari.

Kitab yang ditulis oleh Mpu Prapanca ini juga menyebutkan bangunan-bangunan suci yang dibangun di era Singasari yang kemudian dipugar oleh raja Hayam Wuruk.

3. Prasasti Maribong

https://kompas.com/

Salah satu peninggalan kerajaan Singasari yang berasal dari kerajaan Singasari yaitu kerajaan Maribong atau yang dikenal dengan prasasti trowulan II.

Prasasti ini memiliki angka tahun 1186 saka atau tahun 1264 Masehi saat kerajaan Singasari berada dalam kekuasaan Wisnuwardhana.

Prasasti Maribong yang dipahatkan pada sebuah lempengan tembaga ini memiliki ukuran 40,1 x 11,8 cm ini ditulis dengan menggunakan bahasa Jawa kuno dengan panjang enam baris tulisan.

Informasi prasasti maribong ini adalah penetapan suatu daerah perdikan bernama Maribong pada 28 Agustus 1264 M.

Selain itu di dalam prasasti ini juga memuat pujian terhadap kakek dari Wisnuwardhana yang mampu menentramkan dunia.

4. Prasasti Gondang

https://detik.com/

Prasasti yang dipahatkan pada batu ini terletak di daerah Rejoso, Mojokerto, Jawa Timur.

Pada prasasti yang dipahatkan pada sebuah batu andesit dengan diameter 127 cm dan tinggi sekitar 54 cm ini memiliki angkat tahun 1275 M.

Sehingga bisa dipastikan bahwa prasasti ini dibuat di masa pemerintahan kerajaan Singasari atau lebih tepatnya di masa Singasari mencapai masa puncak kejayaannya.

5. Prasasti Mula Malurung

https://selasar.com/

Berbeda dengan prasasti kebanyakan yang terbuat dari batu andesit. Prasasti yang diterbitkan tahun 1255 dan ditemukan pada 1975 di sekitaran Kediri ini dibuat dengan menggunakan tembaga.

Prasasti Mula Malurung sendiri memuat informasi tentang pengesahan desa Mula dan Malurung yang dianugerahkan kepada seorang tokoh yang memiliki nama Pranaraja.

Selain itu prasasti ini juga memuat informasi pengangkatan Kertanegara sebagai raja muda yang berkedudukan di Kediri atas perintah Wisnuwardhana.

Bukan itu saja, prasasti Mula Malurung yang terdiri atas beberapa lempeng tembaga ini juga memuat informasi tentang siapa pendiri dari kerajaan Singasari.

Di dalam prasasti Mula Malurung disebutkan bahwa kerajaan Singasari atau yang memiliki nama asli kerajaan Tumapel ini didirikan oleh tokoh yang dinamakan Bhatara Siwa.

Beberapa sejarawan memiliki pendapat bahwa Bhatara Siwa ini merupakan penyebutan untuk sosok yang bernama Ken Arok.

Dalam perjalanannya Kerajaan Tumapel yang beribu kota di Singasari ini melakukan banyak penaklukan untuk meluaskan wilayah kekuasaannya.

Salah satu kerajaan yang pertama kali ditaklukkan yaitu kerajaan Kadhiri. Setelah berhasil ditaklukkan Kerajaan Kadhiri diserahkan kepada Parameswara yang merupakan putra dari Bhatara Siwa.

6. Prasasti Wurare

https://www.alphamandiri.com/

Prasasti Wurare merupakan sebuah prasasti yang dituliskan pada sebuah batu yang menjadi alas/tempat duduk dari arca Mahaksobhya yang digunakan untuk melambangkan Kertanegara sebagai budha.

Prasasti ini dikeluarkan pada 12 November 1289. Isi dari prasasti yang terdiri dari sajak sebanyak 12 bait ini bercerita tentang banyak kisah.

Salah satunya adalah kisah tentang seorang pertapa sakti bernama Mpu Bharada dari era Airlangga yang membelah pulau Jawa menjadi dua.

Arca perwujudan dari Kertanegara sebagai budha yang telah mencapai pencerahan ini oleh masyarakat dikenal sebagai arca Joko Dolog yang saat ini disimpan di Surabaya, Jawa Timur.

Tidak diketahui secara pasti dari mana arca ini berasal, tetapi banyak sejarawan yang berpendapat bahwa arca ini berasal dari Lemah Tulis, yang letaknya diperkirakan berada di sekitaran Trowulan, Mojokerto, Jawa Timur.

Banyak pihak yang berpendapat bahwa dikeluarkannya prasasti ini diyakini karena ada keinginan Kertanegara yang ingin memutus atau menghilangkan tuah gaib dari Mpu Bharada yang telah membagi Jawa menjadi dua yakni Panjalu dan Jenggala.

Keinginan ini lahir karena Kertanegara memiliki keyakinan bahwa selama kutukan itu tidak diputuskan maka misi penyatuan nusantara yang menjadi cita-citanya tidak akan menjadi kenyataan.

Usai prasasti ini dikeluarkan Kertanegara pun menjadi raja besar yang berhasil membawa kerajaan Singasari mencapai puncak masa kejayaannya.

Saat Singasari mencapai masa kegemilangannya ini Kertanegara ingin meluaskan wilayahnya dan mencetuskan penyatuan nusantara dengan membuat ekspedisi Pamalayu.

Penyatuan nusantara yang digagas Kertanegara ini juga menjadi salah satu cara yang ditempuh Kertanegara untuk membendung serangan dari Khubilai Khan yang ingin menaklukkan seluruh daratan Asia.

Ironisnya, meski Kerajaan Singasari mampu mencapai masa kejayaan di masa pemerintahan raja Kertanegara, di masa pemerintahannya pulalah kerajaan Singasari mengalami pralaya atau keruntuhan.

Serangan tak terduga dari seorang raja bawahan bernama Jayakatwang mampu membuat Kertanegara gugur.

Seiring dengan kematian dari Kertanegara, runtuhlah kerajaan Singasari yang didirikan oleh Ken Arok.

7. Candi Singasari

https://wikipedia.com/

Candi Singasari merupakan sebuah candi dari era Singasari yang digunakan sebagai tempat pendarmaan dari raja terakhir dari Singasari yakni raja Kertanegara.

Hingga sekarang belum diketahui secara pasti kapan candi ini dibangun, tetapi berdasarkan pendapat para ahli candi ini dibuat kisaran tahun 1300 M.

Penyebutan candi Singasari ditemukan pada kitab negarakertagama dan prasasti gajah mada.

Berbeda dengan candi-candi dari Jawa Timur yang kebanyakan dibuat dari batu merah. Candi Singasari dibangun dengan menggunakan batu andesit.

Arca-arca yang terdapat di candi singasari memiliki ukuran yang sangat halus. Hal ini dikarenakan di era singasari merupakan puncak arsitektur di masa jawa kuno.

8. Candi Kidal

https://kebudayaan.kemdikbud.go.id/

Candi yang memiliki corak Hindu ini difungsikan sebagai pendarmaan raja Anusapati yang menurut kitab pararaton tewas karena dibunuh Tohjaya.

Berdasarkan sejumlah penelitian yang dilakukan oleh para sejarawan. Candi ini dibangun di tahun 1248 M dan dibuat dengan menggunakan batu andesit.

Banyak keunikan yang ditemui dalam candi Kidal. Salah satunya adanya relief garudhea yang dipahatkan pada bangunan candinya.

Keberadaan relief garudhea yang dipahatkan pada candi kidal ini mengindikasikan bahwa selain difungsikan sebagai tempat pendarmaan. Candi kidal juga difungsikan sebagai tempat peruwatan.

9. Candi Jawi

https://phdi.or.id/

Sumber keberadaan Candi Jawi ini dapat ditemukan dalam Negarakertagama.

Pendirian candi ini ditujukan agar umat Siwa-Budha yang mendukung Kertanegara berkuasa di Singasari memiliki tempat untuk beribadah.

Di samping itu pendirian candi ini juga ditengarai karena di masa pemerintahannya banyak pemberontakan yang terjadi.

Sehingga Kertanegara membuat candi ini  sebagai hadiah kepada mereka yang setia kepadanya.

Di samping itu candi ini juga digunakan sebagai tempat pendarmaan Kertanegara sebagai budha.

Demikian sumber-sumber yang bisa kamu gunakan untuk mempelajari kerajaan Singasari. Semoga artikel ini dapat memberi manfaat kepada yang membutuhkan.


Klik dan dapatkan info kost di dekat kampus idamanmu:

Kost Dekat UGM Jogja

Kost Dekat UNPAD Jatinangor

Kost Dekat UNDIP Semarang

Kost Dekat UI Depok

Kost Dekat UB Malang

Kost Dekat Unnes Semarang

Kost Dekat UMY Jogja

Kost Dekat UNY Jogja

Kost Dekat UNS Solo

Kost Dekat ITB Bandung

Kost Dekat UMS Solo

Kost Dekat ITS Surabaya

Kost Dekat Unesa Surabaya

Kost Dekat UNAIR Surabaya

Kost Dekat UIN Jakarta