Tradisi Malam Satu Suro dalam Masyarakat Jawa, Makna, Tujuan, dan Pantangan
Penasaran dengan makna, tujuan, dan pantangan apa saja saat malam satu suro? Yuk, temukan informasi selengkapnya di artikel ini!
3. Bicara Sembarangan dan Berbuat Kebisingan
Malam satu Suro akan membuat banyak orang-orang Jawa memilih untuk menghabiskan waktunya dengan berdiam diri di rumah untuk berkontemplasi.
Mereka akan melakukan apa saja demi bisa mendapatkan ketenangan saat mendekatkan diri kepada Tuhan.
Tentu apabila ada seseorang yang dengan sengaja membuat kebisingan akan sangat mengganggu orang lain yang sedang bertirakat.
Selain itu, banyak pula yang meyakini bahwa di malam satu Suro ini adalah saat-saat di mana doa dan harapan bisa dengan cepat terwujud.
Sehingga hal ini membuat banyak orang tidak berani bicara sembarangan, terutama bicara yang kurang baik.
Sebab, bisa jadi kata-kata kurang baik yang keluar di malam satu Suro ini akan dikabulkan Tuhan dan pastinya apabila sampai terjadi akan disesali oleh mereka yang melanggarnya.
4. Tidak Keluar Tanpa Tujuan
Beberapa orang Jawa meyakini kalau di malam satu Suro ini akan banyak makhluk-makhluk gaib yang keluar dan sering mengganggu manusia agar lupa dengan tujuannya.
Makanya, demi menjaga keamanan dan terhindar dari godaan makhluk gaib ini banyak orang Jawa yang memilih untuk tidak keluar rumah tanpa tujuan yang jelas.
Di sisi lain, di malam satu Suro sendiri ada banyak tradisi yang digelar seperti acara kirab yang tentunya bikin jalanan jadi macet.
Jadi, kalau kamu tidak memiliki tujuan tertentu, sebaiknya tetap berada di rumah demi keamanan dirimu sendiri.
D. Tradisi Malam Satu Suro
Berikut ini beberapa tradisi yang dilakukan untuk menyambut malam satu Suro.
1. Kirab Pusaka
Tradisi ini masih dilestarikan di beberapa daerah terutama di daerah Mataraman baik itu di Jogja maupun di Solo.
Ritual ini dilakukan dengan harapan untuk membersihkan energi negatif dari pusaka-pusaka peninggalan leluhur dan sebagai bentuk permohonan kepada Tuhan agar diberi keselamatan dan kesejahteraan di tahun yang baru.
2. Ruwatan
Di masyarakat Jawa ada golongan โsukertaโ yang bisa dimaknai sebagai orang yang terlahir dengan membawa unsur yang kurang baik.
Unsur ini sering mendatangkan kesialan dan ketidakberuntungan. Salah satu cara untuk menghilangkannya adalah melalui ruwatan.
Salah satu waktu terbaik untuk melakukan ruwatan yaitu di bulan Suro atau kalau mau lebih baik lagi adalah di malam bulan Suro.
Setelah melaksanakan ruwatan ini diharapkan mereka yang terlahir dengan keadaan โsukertaโ akan memiliki kehidupan yang lebih baik dibandingkan sebelumnya.
Demikian informasi yang dapat Mamikos berikan tentang makna, tujuan, pantangan dan beberapa tradisi di malam satu Suro. ๐๐
Referensi:
Menyelami Makna Satu Suro, Malam Sakral Masyarakat Jawa [Daring]. Tautan: https://indonesiakaya.com/pustaka-indonesia/perayaan-satu-suro-tradisi-malam-sakral-masyarakat-jawa/
Memahami Malam 1 Suro dari Pantangan hingga Tradisinya! [Daring]. Tautan: https://www.gramedia.com/literasi/malam-1-suro/?srsltid=AfmBOoqY_K4ZH8XcC1tssโY5IIfouJraDA13wIJxskU0o_Am_fax0sj
Malam 1 Suro: Mitos, Pantangan, dan Tradisi dalam Kepercayaan Masyarakat Jawa [Daring]. Tautan: https://kabarjawa.com/budaya-dan-sejarah/malam-1-suro-mitos-pantangan-dan-tradisi-dalam-kepercayaan-masyarakat-jawa
Halaman:

