6 Tulisan Aksara Lampung beserta Cara Penulisan dan Contoh Kalimatnya
Jika kamu ingin mengetahui bagaimana cara menulis dengan menggunakan aksara Lampung, maka kamu dapat menemukan caranya pada artikel berikut.
Seiring dengan berjalannya waktu dan perkembangan zaman telah membuat Had Lampung mengalami banyak perubahan.
Sejumlah peneliti menyatakan bahwa Had Lampung Kuno sangat jauh lebih komplek dibandingkan dengan sekarang.
Hal inilah yang kemudian menyebabkan terjadinya sejumlah penyempurnaan. Dan aksara Had Lampung yang dikenal dan diajarkan di sekolah-sekolah merupakan hasil Had Lampung yang telah mengalami banyak penyempurnaan.
Pencarian asal-usul dan kesejarahan mengenai Had Lampung hingga kini masih terus dilakukan oleh para ahli.
Hingga kini dugaan mengenai asal-usul aksara Lampung terus bermunculan. Ada beberapa peneliti yang memiliki perkiraan bahwa Had Lampung ini untuk pertama kalinya berkembang di daerah yang letaknya dekat dengan Sungai Komering.
Dasar yang menjadi dugaan ini adalah mayoritas penduduk yang mendiami daerah tersebut masih melestarikan bahasa Komering dalam percakapan sehari-hari.
Saking menariknya aksara Lampung membuat bukan hanya peneliti tanah air saja yang melakukan penelitian terhadap Had Lampung.
Banyak peneliti asing yang melakukan penelitian terhadap aksara Lampung. Salah satu peneliti asing yang melakukan penelitian terhadap aksara Lampung ini adalah William Marsden yang merupakan seorang Orientalis kelahiran Irlandia.
Bukunya yang berjudul History of Sumatera yang dicetak pada tahun 1784 menuliskan tentang deskripsi dan tabel aksara Lampung.
Catatan akan hal ini menjadikan William Marsden menjadi orang asing pertama yang melakukan pengamatan dan penelitian terhadap aksara Lampung.
Sayangnya, yang dicatat oleh William Marsden ini dianggap tidak begitu lengkap. Sehingga bukunya itu tidak terlalu banyak menguak tentang sastra, bahasa dan aksara Lampung.
Sejak keluarnya buku tersebut penelitian terhadap aksara Lampung seolah terhenti sebentar. Dan barulah pada pertengahan abad ke-19 seorang Penginjil Belanda yang juga seorang ahli bahasa kembali melakukan penelitian terhadap aksara Lampung.
Ahli bahasa yang juga seorang penginjil ini bernama Herman Neubronner van der Tuuk tiba di Pelabuhan Telukbetung.
Beberapa saat kemudian ia melakukan penelitian di sebuah desa bernama desa Leban dengan cara tinggal langsung di sana.
Herman Neubronner van der Tuuk sempat tinggal di desa itu hingga beberapa tahun. Banyak informasi yang telah dikumpulkannya. Salah satunya adalah tradisi lisan dan tradisi tulis yang dimiliki masyarakat Lampung.
Seperti kebanyakan naskah tradisional lainnya yang ada di Indonesia. Di masa lalu aksara Lampung atau Had Lampung banyak yang dituliskan dalam kulit kayu, bambu, daun, kertas dan tanduk binatang.
Sejumlah naskah beraksara Lampung yang telah ditemukan memiliki ukuran dan jenis yang sangat bervariasi.
Penggunaan kertas untuk menuliskan aksara Lampung baru dilakukan pada abad ke-19 M. Di masa ini kertas dapat dikatakan sebagai suatu barang yang mahal.
Hanya orang-orang berada yang mempu membeli dan menggunakannya untuk menulis. Sementara untuk rakyat dari kalangan biasa mereka masih menggunakan cara seperti yang dilakukan leluhurnya yakni menulis dengan menggunakan media kulit kayu, rotan, tanduk, bambu dan lain.
Saat masa pra-kemerdekaan masih banyak masyarakat Lampung yang menguasai budaya tulis dengan menggunakan aksara Lampung.
Sayangnya, setelah memasuki masa kemerdekaan tradisi tulis dengan menggunakan aksara Lampung mulai ditinggalkan.
Apalagi semenjak setelah Indonesia merdeka huruf latin semakin masif disebarluaskan dalam segala bidang. Hal ini berimbas kepada nasib aksara daerah yang semakin ditinggalkan oleh pemiliknya.
Berdasarkan sejumlah naskah yang telah ditemukan di masa lalu aksara lampung bukan hanya digunakan untuk menuliskan kitab-kitab tentang sastra dan ajaran tentang agama saja.
Melainkan ada pula beberapa naskah yang ditulis berisi pengobatan tradisional, mantra-mantra pengasihan dan pengobatan serta sejumlah syair tentang percintaan yang dikenal dengan hiwang atau bandung.
Tulisan Aksara Lampung
Aksara dasar Tulisan Aksara Lampung
Aksara dasar atau yang juga disebut kelabai surat pada aksara Lampung adalah representasi dari satu suku kata dengan bunyi vokal inheren /a/, /ə/, atau /ɔ/ [c]
Terdapat 20 aksara dasar dalam aksara Lampung, contohnya adalah :

Halaman:

