10 Perbedaan Konflik dan Kekerasan Beserta Contohnya Lengkap
Banyak orang yang salah kaprah mendefinisikan konflik dan kekerasan, padahal keduanya berbeda. Baca ulasannya di sini.
Perbedaan konflik dan kekerasan sebenarnya mudah diketahui. Konflik dan kekerasan merupakan dua kasus yang sama-sama sulit diselesaikan. Bahkan keduanya bukanlah kasus yang serupa sehingga cara penanganan dari keduanya juga tidak sama.
Konflik dan kekerasan memang terlihat cukup mencolok dari waktu terjadinya, proses, niat, reaksi, penyebab, penyelesaian, dan lain sebagainya.
Konflik justru lebih mengarah dengan pertikaian yang terjadi pada dua pihak atau lebih. Sementara, kekerasan yang mengarah terhadap dorongan nafsu untuk menghancurkan pihak yang lemah serta tak berdaya.
Daftar Isi
10 Perbedaan Konflik dan Kekerasan yang Perlu Diketahui

Dampak yang mungkin terjadi, Jika konflik bisa memberikan hal positif berupa perubahan, namun tidak untuk masalah kekerasan.
Masalah konflik seringkali tidak termasuk pelanggaran hukum. Berbeda dengan kekerasan yang termasuk dalam bentuk pelanggaran hukum. Jenis pelanggaran tersebut menjadi perbedaan yang paling mencolok.
Kelompok masyarakat di dunia, tentunya sering terjadi yang namanya konflik dan kekerasan. Konflik yang terjadi jarang akan menimbulkan kekerasan.
Sementara, kekerasan yang seringkali memicu kekerasan fisik pada seseorang (korban), baik perorangan maupun kelompok.
Pengertian Konflik
Konflik yang asalnya dari kata kerja dalam bahasa latin “Configere” dan artinya saling memukul.
Sedangkan dalam istilah, konflik merupakan suatu proses antar dua orang atau lebih, saat salah satu pihak menyingkirkan pihak lainnya dengan cara menghancurkan serta membuat salah satu pihaknya tidak berdaya.
Konflik yang mungkin terjadi dilatarbelakangi adanya perbedaan yang dibuat oleh dua kubu.
Biasanya perbedaan yang dibawa satu individu ke bentuk interaksi sosial. Perbedaan yang memicu konflik saat ini ada banyak sekali contohnya.
Pada sebuah interaksi sosial, apalagi dalam masyarakat, konflik termasuk hal yang wajar. Sebab, setiap individu pastinya memiliki pandangan yang berbeda dengan individu yang lain.
Jika perbedaan individu tersebut dibawa ke dalam interaksi sosial, maka bisa memicu suatu konflik jika memiliki perbedaan pandangan.
Tentu saja tidak ada satu masyarakat pun yang tidak pernah mengalami konflik, baik antar anggotanya atau dengan kelompok lainnya.
Perbedaan konflik dan kekerasan bisa dipahami, konflik tersebut cukup bertentangan dengan yang namanya integrasi. Konflik dan integrasi seiringan dalam sebuah siklus di masyarakat.
Konflik dalam masyarakat yang bisa terkontrol menghasilkan sebuah integrasi. Namun sebaliknya, jika integrasi tidak sempurna bisa memicu sebuah konflik.
Halaman:

