Advertisement
Source : Canva.com/@Airlangga Jati from Pexels

Sholat I’tikaf Berapa Rakaat? Ini Ketentuan dan Waktu Pelaksanaannya

Ini dia, pembahasan mengenai salat ketika pelaksanaan i’tikaf, serta amalan lainnya, rukun, hingga waktu dilakukannya i’tikaf.

11 Maret 2026 Fanny

I’tikaf menjadi salah satu ibadah yang dianjurkan untuk dilakukan oleh umat muslim, terutama pada 10 malam terakhir bulan Ramadan. 

Secara syar’i, i’tikaf berarti menetap di masjid dengan niat dan tata cara khusus. Umumnya, ketika i’tikaf berbagai amalan dilakukan untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Mulai dari membaca Al-Qur’an, salat sunnah, berdoa, berdzikir, memperbanyak istighfar, dan sebagainya. Lalu, muncul pertanyaan mengenai sholat i’tikaf berapa rakaat? Berikut, penjelasannya. 🕌🤲✨

Tentang Pelaksanaan Salat ketika I’tikaf

4 Ciri-Ciri Terjadinya Malam Lailatul Qadar dan Keistimewaannya bagi Setiap Umat Islam

Bersumber dari laman Baznas, salat i’tikaf dalam agama Islam tidak mempunyai jumlah rakaat yang spesifik. Sebab, ada sejumlah salat sunnah dan wajib yang dapat dilakukan ketika tengah melakukan i’tikaf, yaitu:

1. Salat tahiyatul masjid
Ketika memasuki masjid dengan niat beri’tikaf, maka dapat melakukan salat sunnah tahiyatul masjid sebagaimana yang dicontohkan oleh Rasulullah SAW.

2. Salat rawatib
Ketika melakukan i’tikaf, ada waktu-waktu tertentu yang beriringan dengan pengerjaan salat wajib dan dapat disertai dengan salat rawatib, baik qobliyah maupun ba’diyah. 

3. Salat tahajud
Selain itu, salat lainnya yang dapat dikerjakan ketika i’tikaf adalah salat tahajud yang dilakukan pada sepertiga malam yang didahului dengan tidur. 

4. Salat taubat
Saat i’tikaf di masjid, melakukan salat taubat menjadi hal yang tepat, karena hakikat dari i’tikaf adalah evaluasi diri. 

5. Salat hajat
Salat hajat dapat dikerjakan pada siang maupun malam hari, tetapi yang paling afdhal adalah di sepertiga malam setelah melakukan salat tahajud. 

Dari amalan-amalan salat tersebut yang dapat dilakukan ketika i’tikaf bisa disimpulkan bahwa jumlah rakaat salah i’tikaf berbeda-beda tergantung pada preferensi individu dalam mengerjakannya. Sehingga tidak ada jumlah khusus rakaat salat i’tikaf. 

Untuk waktu pelaksanaan i’tikaf paling dianjurkan pada 10 malam terakhir di bulan Ramadan, yang biasanya dimulai sejak malam ke-21 hingga akhir bulan Ramadan.

Selain itu, melansir dari laman Muhammadiyah, waktu pelaksanaannya i’tikaf dapat dilakukan dengan durasi yang bervariasi, beberapa jam saja atau bahkan seharian. 

Hal ini didasarkan pada pendapat sebagai ulama, seperti Al-Hanafiyah, jika i’tikaf boleh dilakukan dalam waktu yang singkat tanpa batas tertentu. Sedangkan, Al-Malikiyah menjelaskan minimal satu malam dan satu hari untuk waktu pelaksanaan i’tikaf.

Beberapa rukun dan syarat i’tikaf adalah berniat untuk melakukan i’tikaf karena Allah SWT, dilakukan di masjid, berdiam diri di masjid dalam waktu tertentu, dan yang beri’tikaf adalah muslim, berakal, suci dari hadats, baligh, dan mumayyiz (dapat membedakan baik dan buruk).

Apakah I’tikaf Boleh Dilakukan di Rumah? Ini Ketentuannya Bagi Pria dan Wanita

Penutup 

Demikian, penjelasan mengenai pelaksanaan i’tikaf, mulai dari pengerjaan salat dan amalan-amalan lainnya yang bisa dikerjakan, waktu pelaksanaan, hingga ketentuan rukun dan syarat. Semoga membantu. 🙂✨

Referensi:


Klik dan dapatkan info kost di dekatmu:

Kost Jogja Murah

Kost Jakarta Murah

Kost Bandung Murah

Kost Denpasar Bali Murah

Kost Surabaya Murah

Kost Semarang Murah

Kost Malang Murah

Kost Solo Murah

Kost Bekasi Murah

Kost Medan Murah

Advertisement