Advertisement
Source : unsplash.com/SasunBughdaryan

Mengenal Prinsip 80/20 dalam Mengatur Uang, Ini Cara Menerapkan dalam Kehidupan Sehari-hari

Kamu bisa cari tahu lebih banyak tentang Prinsip Pareto atau aturan 80/20 dalam artikel berikut.

8 Mei 2026 Bella Carla
Ringkasan Artikel
  • Prinsip Pareto (80/20) adalah pandangan bahwa sebagian kecil penyebab menghasilkan sebagian besar hasil, bukan angka mutlak tetapi cara berpikir untuk menemukan faktor yang paling berpengaruh pada kondisi keuangan.
  • Aturan praktis yang sering dipakai: sisihkan sekitar 20% penghasilan untuk tabungan/investasi (gunakan auto‑debit atau dua rekening, lalu bagi 20% mis. 10% investasi + 10% tabungan) dan pahami perbedaan tujuan menabung vs berinvestasi.
  • Prioritaskan tindakan berdampak besar: fokus kurangi pengeluaran utama (tempat tinggal, makan, transport), tingkatkan sumber penghasilan utama, konsisten dalam investasi, dan perbaiki kebiasaan finansial paling merugikan sebelum mengejar penghematan kecil.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Prinsip Pareto atau yang dikenal juga dengan 80/20 adalah prinsip dimana 80% dari hasil berasal dari 20% aksi kamu.

Angka 80 dan 20 sesungguhnya bukanlah angka yang mutlak, melainkan ilustrasi untuk menunjukkan adanya ketimpangan dampak. Dalam konteks mengatur keuangan pribadi, prinsip ini tidak berarti bahwa 80% kondisi finansial seseorang pasti ditentukan oleh 20% keputusan. 

Namun, prinsip ini tetap relevan sebagai cara berpikir untuk mengidentifikasi faktor mana yang paling berpengaruh terhadap kondisi keuangan.🤑💰

Berikut Info Tentang Prinsip 80/20 dalam Mengatur Uang dan Cara Menerapkannya

Prinsip 80/20
unsplash.com/SasunBughdaryan
Contoh Alokasi Gaji 1, 2, 3, 4, 5 Juta per Bulan untuk yang Masih Single

Seringkali kita merasa bahwa mengelola keuangan terasa sangat kompleks karena melibatkan banyak variabel, mulai dari pengeluaran harian hingga keputusan besar seperti cicilan, tempat tinggal, dan investasi. 

Tanpa prioritas yang jelas, kita bisa terjebak fokus pada hal-hal kecil yang dampaknya terbatas. Untuk itu, prinsip 80/20 hadir untuk membantu menyederhanakan hal tersebut.

Prinsip 80/20 ini sejalan dengan praktik perencanaan keuangan yang menekankan pentingnya memahami arus kas dan menentukan prioritas.

Contoh Tabel Tabungan Harian, Mingguan, dan Bulanan beserta Cara Membuat Sendiri yang Menarik

Mengenal Prinsip 80/20

Prinsip Pareto atau aturan 80/20 berasal dari gagasan filsuf dan ekonom asal Italia, yakni Vilfredo Federico Damaso Pareto yang ia temukan pada saat meneliti tanaman kacang.

Dari pengamatannya, Pareto menemukan fakta bahwa sekitar 20 persen tanaman kacang polong di kebun menyumbang 80 persen kacang polong yang sehat.

Pareto lantas menelitinya ke seluruh Italia dan menemukan fakta lainnya, bahwa 20 persen dari populasi penduduk Italia memiliki 80 persen tanah di negara tersebut.

Dari penemuannya akan komposisi-komposisi ini, berbagai pihak lantas mendalami Prinsip Pareto atau aturan 80/20 ini. 

Ditemukan bahwa beberapa hal juga mengikuti kaidah Pareto, misalnya, 20 persen dari jumlah pelanggan menciptakan 80 persen pendapatan usaha. Hal ini menunjukkan bahwa berbagai kejadian disebabkan oleh faktor 20 persen, yang berkontribusi pada 80 persen akibat.

Cara Menabung untuk Beli Rumah dengan Gaji di Bawah 5 Juta Per Bulan, Mungkinkah?

Dilihat dengan cara tersebut, maka akan menguntungkan bagi sebuah bisnis untuk berfokus pada 20% klien yang bertanggung jawab atas 80% pendapatan dan memasarkan secara khusus kepada mereka.

Tips Menggunakan Prinsip 80/20 Dalam Mengatur Keuangan

Prinsip 80/20 sejatinya juga bisa kamu terapkan dalam mengatur keuanganmu sehari-hari menjadi lebih sederhana.

Kunci dalam menerapkan prinsip 80/20 adalah kamu hanya perlu mengalokasikan 20% dari penghasilan untuk menabung, sedangkan 80% sisanya bisa dipergunakan untuk keperluan lain.

Kamu bisa memulainya dengan mempergunakan fitur auto-debit di bank kemudian mengaturnya untuk menarik dana ke akun tabungan kamu sehabis menerima penghasilan.

Jika tidak ingin menggunakannya, kamu juga menyimpan 20% dari penghasilanmu ke rekening tabungan sehingga sisanya dapat dipakai untuk keperluan lainnya. 

Namun, untuk menerapkan cara manual ini, ada baiknya kamu memiliki 2 rekening untuk memisahkan 20% tabungan dan 80% keperluan lainnya, ya.

Jika sudah dapat menerapkannya, 20% dana yang kamu sisihkan tersebut juga bisa dibagi kembali. Misalnya, 10% untuk berinvestasi, kemudian 10% sisanya untuk tabungan. Perlu kamu pahami pula bahwa menabung dan berinvestasi tentunya punya tujuan keuangan yang berbeda.

Menabung artinya menyimpan uang milikmu yang nantinya bisa digunakan sebagai dana darurat. Sedangkan, investasi adalah mengembangkan aset yang kamu miliki, dalam hal ini adalah uang. 

Dengan melakukan investasi, kamu pun bisa mendapatkan imbal hasil atau keuntungan, sehingga aset milikmu tidak akan tergerus dengan inflasi di masa depan nanti.

Halaman:

Advertisement